Connect with us

Ragam

Tausiah Jum’at Bersama: Ust. H. Muhari, S.Ag, M.I.Kom

Diterbitkan

pada

Ustad Keren, H. Muhari, S.Ag, M.I.Kom. Foto: dok pribadi

Ustadz keren adalah julukan dari nama H. Muhari, S.Ag, M.Kom. Kandidat doktor ini, bekerja di BPBD Kalsel. Diluar tugas dinas, ia memberikan tausiyah kepada umat, dan memberikan bimbingan rohani bagi pasein Rumah Sakit Siaga Banjarmasin.

Ia menjadi ketua Rumah Tahfidz dan Majelis Yayasan Raudhotul Muta’allimin Annahdliyah (RMA) Guntung Manggis Banjarbaru Kalsel.

Di organisasi ia menjabat Sekretaris Ikatan Sarjana NU Banjarbaru. Malam hari, ngajar santri tahfidz di yayasan RMA dan Ponpes Putri Wali Songo.

Donasi untuk Rumah Tahfidz dan Majelis Raudhotul Mutaallimin Annahdliyah (RMA) Guntung Manggis Banjarbaru Kalsel.

Rekening Bank Syariah Mandiri  7136917565
An. Yayasan Raudhotul Mutaallimin Ananahdliyah

Allah SWT berfirman:

وَاَ نْفِقُوْا مِنْ مَّا رَزَقْنٰكُمْ مِّنْ قَبْلِ اَنْ يَّأْتِيَ اَحَدَكُمُ الْمَوْتُ فَيَقُوْلَ رَبِّ لَوْلَاۤ اَخَّرْتَنِيْۤ اِلٰۤى اَجَلٍ قَرِيْبٍ ۙ فَاَ صَّدَّقَ وَاَ كُنْ مِّنَ الصّٰلِحِيْنَ

“Dan infakkanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum kematian datang kepada salah seorang di antara kamu; lalu dia berkata (menyesali), Ya Tuhanku, sekiranya Engkau berkenan menunda (kematian)ku sedikit waktu lagi, maka aku dapat bersedekah dan aku akan termasuk orang-orang yang saleh.”

(QS. Al-Munafiqun 63: Ayat 10)

Saat kami membutuhkan infaq untuk membeli sebuah rumah, menambah bangunan asrama/lokal belajar bagi mengahafal  Quran serta untuk kelancaran operasional tahfidz dan majelis, berupa :

  1. Dana
  2. Material bangunan
  3. Al Quran
  4. Kanopi
  5. Sajadah
  6. Karpet
  7. Soundsystem

Infaq information : 0852 83 550 599, 0857-5335-7514, 0831-5298-1101

Bagikan berita ini!
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Ragam

Cara Memandikan dan Mengafani Jenazah Positif Corona dari MUI

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Ketua Komisi fatwa MUI Indonesia Hasanuddin AF dan Sekretaris Komisi Fatwa MUI Asrorun Niam Sholeh ketika membuka FGD di Kantor MUI, Selasa (16/3/2020). Foto: Suara.com/Muhaimin A Untung

KANALKALIMANTAN.COM, JAKARTA – Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta agar masyarakat tetap berhati-hati saat memandikan jenazah yang terpapar virus corona Covid-19.

Ketua Komisi Fatwa MUI Hasanuddin AF menyampaikan, proses memandikan dan mengafani jenazah pasien virus corona harus dilakukan sesuai protokol medis dan dilakukan oleh pihak yang berwenang, namun tetap memperhatikan ketentuan syariat.

Hal itu disampaikan Hasanuddin terkait fatwa MUI Nomor 14 Tahun 2020 Tentang Penyelenggaraan Ibadah Dalam Situasi Terjadi Wabah Covid-19.  Fatwa tersebut diteken oleh Hasanuddin pada Senin (16/3/2020) hari ini.

“Sedangkan untuk menyalatkan dan menguburkannya dilakukan sebagaimana biasa dengan tetap menjaga agar tidak terpapar Covid-19,” kata Hasunuddin.

Dalam fatwanya, MUI mengharamkan upaya menimbun bahan kebutuhan pokok dan menimbun masker sehingga bisa menimbulkan kepanikan yang tak berarti.

“Tindakan yang menimbulkan kepanikan dan/atau menyebabkan kerugian publik, seperti memborong dan menimbun bahan kebutuhan pokok dan menimbun masker hukumnya haram,” kata Hasanuddin.

Ketimbang melakukan hal tersebut, Hasanuddin justru mengajak seluruh warga muslim di Indonesia untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Banyak cara yang bisa dilakukan warga muslim seperti memperbanyak ibadah, taubat, istighfar, dzikir, membaca Qunut Nazilah di setiap shalat fardhu, memperbanyak salawat, memperbanyak sedekah, dan senantiasa berdoa kepada Allah SWT agar diberikan perlindungan dan keselamatan dari musibah dan marabahaya (doa daf’u al-bala’), khususnya dari wabah Covid-19.

Kemudian terkait pengurusan jenazah yang terpapar Covid-19, MUI menuturkan ketika memandikan dan mengafani maka harus dilakukan sesuai protokol medis dan dilakukan oleh pihak yang berwenang namun tetap memperhatikan ketentuan syariat

MUI juga memberikan rekomendasi yakni umat Islam wajib mendukung dan mentaati kebijakan pemerintah yang melakukan isolasi dan pengobatan terhadap orang yang terpapar Covid-19, supaya penyebaran virus tersebut dapat dicegah.

Kemudian MUI meminta masyarakat hendaknya proporsional dalam menyikapi penyebaran Covid-19 dan orang yang terpapar Covid-19 sesuai kaidah kesehatan.

“Oleh karena itu masyarakat diharapkan menerima kembali orang yang dinyatakan negatif dan atau dinyatakan sembuh,” katanya.

Fatwa yang dikeluarkan MUI tersebut mulai berlaku sejak ditetapkan. Dengan catatan bisa diperbaiki dan disempurnakan apabila memang ada ketentuan tambahan dikemudian hari. (suara.com)

Reporter : suara.com
Editor : kk

 

Bagikan berita ini!
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Ragam

PCNU Kabupaten HSU 2020-2025 Dilantik

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

PCNU Kabupaten HSU resmi dilantik, Rabu (19/2/2020), di aula Dr KH Idham Chalid kota Amuntai. Foto : dew

KANALKALIMANTAN.COM, AMUNTAI – Setelah Konferensi Cabang ke-11 Nahdatul Ulama (NU) Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) pada 25 Desember 2019, akhirnya PCNU Kabupaten HSU resmi dilantik, Rabu (19/2/2020), di aula Dr KH Idham Chalid kota Amuntai.

Pelantikan PCNU Kabupaten HSU Masa Khidmat 2020-2025 memposisikan H Muhammad Taufik sebagai Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten HSU dan Wakil Ketua H Humaidi Lc, Kifli Buqran, Abdul Muthalif, Ahmadar Rifa’i, dan nama lainnya dalam kepengurusan. Begitupula untuk posisi Sekretaris diisis Soleh Maulana serta sejumlah aktivis NU muda di Kabupaten HSU.

Pelantikan tersebut dipimpin Ketua Tanfidziyah PWNU Kalsel H Abdul Haris Makkie.

Ketua Tanfidziyah PWNU Kalsel H Haris Makkie mengharapkan kepengurusan yang baru dilantik ini agar dapat merebut kembali kejayaan NU seperti masa lalu.

“NU betul-betul di kelola tetap mempertahankan tradisi-tradisi NU yang sudah ada dan mengembangkannya dengan tekhnologi secara modern agar dapat mempermudah kita untuk melakukan koordinasi,” ujar Haris Makkie.

Sementara itu, Ketua Tanfiziyah PCNU HSU H Muhammad Taufik mengaku bersyukur dan berterimakasih kepada seluruh keluarga besar NU atas kepercayaan yang telah diberikan untuk melanjutkan kepengurusan dengan mengemban amanah sebagai Ketua Tanfiziyah PCNU Kabupaten HSU masa khidmat 2020-2025.

 

“Kami berserta seluruh pengurus cabang tidak akan mennyia-nyiakan amanah dan kepercayaan yang diberikan, kami juga akan bertekad dan berkomitmen akan menjadikan kepengurusan NU masa khidmat 2020-2025 ini menjadi lebih,” ungkap Taufik.

Selain itu, dirinya juga mengaku akan berusaha maksimal untuk menggerakkan organisasi NU untuk menjadi lebih baik dan bermanfaat, berperan dalam menjaga stabilitas kehidupan di masyarakat berbangsa dan beragama.

Seiring dengan itu, Bupati HSU H Abdul wahid HK sekaligus membuka secara resmi Musyawarah Kerja PCNU HSU mengatakan, PCNU HSU harus mampu mengemban amanah dan melaksanakan tugas dan tanggung jawab.

“Menjalin kebersamaan dan kerjasama pemerintah daerah dalam melaksanakan tugas dan pembinaan kepada masyarakat demi terwujudnya kemajuan daerah,” pungkasnya. (kanalkalimantan.com/dew)

 

Reporter : Dew
Editor : Bie

 

Bagikan berita ini!
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

NASIONAL

Teguran Juriyat Nabi Muhammad ke Muslim yang Sebut Virus Corona Azab China

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Cucu Nabi Muhammad soal virus corona azab warga China. foto: FB/alhabibalialjifri

KANALKALIMANTAN.COM – Ulama kondang dunia Al Habib Ali bin Abdul Rahman Al Jifri menilai sindiran masyarakat yang menyebut virus corona sebagai balasan atas bangsa Uighur merupakan bentuk diskriminasi. Ia meminta agar seluruh masyarakat dunia tidak menyudutkan China yang kini sedang menghadapi wabah virus mematikan tersebut.

Hal itu disampaikan oleh Al Habib Ali melalui akun Facebook miliknya Al Habib Ali Al Jifri. Menurut cucu keturunan langsung Nabi Muhammad ini sindiran tersebut tak ada kaitannya dengan agama apapun.

Belakangan muncul sindiran bila virus corona merupakan azab yang diberikan kepada warga China. Pasalnya, China telah mendiskriminasi bangsa Uighur di negaranya.

Tidak lain melainkan suatu bentuk wacana yang berbaur diskriminasi serta tiada hubungan dengan ajaran apapun agama, etika maupun kemanusiaan,” tulisnya seperti dikutip Suara.com -jaringan kanalkalimantan.com-, Selasa (11/2/2020).

Al Habib Ali mengatakan, sakit merupakan kekuasaan Allah. Ia yang menurunkan suatu penyakit dan Ia pula yang menyembuhkan suatu penyakit.

Al Habib Ali meminta agar publik tidak lagi mengaitkan virus corona dengan agama. Sebab, hal tersebut sangat tidak etis.

Dalam unggahannya tersebut, Al Habib Ali memanjatkan doa agar Sang Pencipta bisa segera menyembuhkan para pasien yang terjangkit virus corona maupun sakit lainnya.

Saya bermohon kepada Allah Yang Maha Agung, Allah, Arsy yang agung agar menyembuhkan setiap penyakit Virus Corona di negara China dan di manapun juga, dan menyembuhkan setiap yang ditimpa penyakit. Dialah Yang Maha Lembut terhadap hamba-hambanya,” ungkapnya.

foto: fb/alhabibali

Untuk diketahui, otoritas China melaporkan angka kematian akibat virus corona telah mencapai 1.061 jiwa di China. Dalam sehari, rata-rata sebanyak 97 orang meninggal dunia akibat virus mematikan ini.

Komisi Kesehatan China menyebutkan terdapat 2.478 kasus baru terkonfirmasi di daratan pada 10 Februari, turun dari 3.062 dari hari sebelumnya dan menambah total keseluruhan menjadi 42.638. (suara.com)

Reporter : suara.com
Editor : kk

Bagikan berita ini!
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->