Tak Sampai 24 Jam, Pembunuh Levie Berhasil Diringkus Polisi - Kanal Kalimantan
Connect with us

HEADLINE

Tak Sampai 24 Jam, Pembunuh Levie Berhasil Diringkus Polisi

Diterbitkan

pada

Pembunuh Levie berhasil diringkus polisi Foto: istimewa

BANJARMASIN, Polisi bergerak cepat mengungkap kasus pembunuhan terhadap Levie Presilia (35) yang tewas di dalam mobl Suzuki Swift berwarna biru berplat DA 1879 TN, Jumat (23/11). Tim Resmob Polda Kalsel, Unit Ranmor Polda, Tekap Polres Banjar, akhirnya menangkap H (25) yang diduga pelaku pembunuhan terhadap Levie pada Sabtu (24/11) dinihari.

Pelaku ditangkap petugas di rumahnya daerah Sungai Lulut, Kecamatan Sungai Tabuk dengan mencoba melawan. Petugas pun langsung membawa pelaku untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Penangkapan ini dipimpin langsung Direktur Kriminal Umum Kombes Sofyan Hidayat dan Kasat Reskrim Polres Banjar AKP Sofyan.

Direktur Kriminal Umum Polda Kalsel Kombes Sofyan Hidayat membenarkan tertangkapnya pelaku pembunuhan terhadap Levie tersebut. “Ya, sekitar pukul 00.00 Wita, pelaku kita tangkap di daerah Sungai Tabuk, Kabupten Banjar,” ungkap Kombes Sofyan.

Aparat membekuk H (25) yang diduga kuat merupakan tersangka di Jalan Martapura Lama KM 07 Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, Sabtu (25/11/2018) dini hari. Dalam penangkapan tersebut, polisi melakukan tindakan tegas terhadap H dengan menghadiahi timah panas di kaki kirinya. Kemudian, tersangka diamankan dari kediamannya ke Mapolsek Gambut.

“Tersangka usai melakukan pembunuhan, sempat melihat perkembangan media online. Saat penangkapan yang bersangkutan sempat melawan petugas, terpaksa dilakukan tindakan tegas terarah,” Terang Kapolres Banjar AKBP Takdir Matanette.

Sebelumnya, korban ditemukan tewas pada pukul 09.00 Wita, dengan kondisi luka di bagian kepala dan tusukan pada leher yang diduga akibat benda tajam. Seorang saksi mata bernama Nuraini, pemilik showroom Firdaus Motor mengatakan, temuan mobil tersebut pertama kali didapati oleh anaknya sekitar pukul 09.00 Wita. Penasaran dengan mobil yang terparkir cukup lama, anaknya mencoba mengintip mobil tersebut.

                                        

Betapa kaget, setelah didapatilah sesosok mayat perempuan yang masih belum tahu identitasnya dengan kondisi luka dileher dan berlumuran darah. “Waktu itu anak saya penasaran dengan mobil yang parkir di depan show room kami, sekitar pukul 09.00 Wita, ketika di intip ternyata ada mayat, anak saya melapor ke saya, saya laporkan lagi ketetangga, terus kepolisian,” terangnya.

Beberapa fakta yang menarik untuk disimak dalam kasus pembunuhan ini adalah posisi duduk korban yang berada di samping tempat duduk sopir. Lalu posisi tempat duduk korban yang dalam kondisi rebah. Tidak dalam kondisi tegak seperti biasa.

Fakta lainnya adalah kain jarik yang menyelimuti jasad korban. Adakah kain tersebut dibawa korban, ataukah dibawa pelaku? Lalu, tentu saja kondisi luka dan bentuk luka kiranya memungkinkan untuk merekonstruksi aksi pembunuhan oleh pelaku. Apakah dilakukan dari arah samping, ataukah pelaku menghabisi nyawa korban dari arah tempat duduk belakang.

Hal ini penting untuk diungkap, untuk mengetahui apakah korban kemungkinan kenal dengan pelaku atau tidak. Sebab, kemungkinan bahwa korban kenal dengan pelaku tentunya cukup besar jika posisi pembunuhan tersebut dilakukan dari arah samping. Sebab bisa jadi, sebelumnya ada interaksi antara korban Levie dengan korban.

Tak kalah penting adalah menyimak ada tidak barang-barang pribadi korban yang hilang. Ini setidaknya untuk mengetahui motif pembunuhan tersebut, apakah terkait perampokan, atau hal lainnya yang bersifat pribadi.

Dari sejumlah keterangan, korban Levi  juga dikabarkan meninggalkan rumahnya pukul 01.00 Wita. Ini tentunya menjadi pertanyaan ada keperluan apa sehingga korban harus keluar selarut itu jika tidak ada sesuatu yang penting? Atau paling tidak bertemu seseorang yang bisa menyebabkan dia keluar pada waktu selarut itu.

Sementara itu, menurut keterangan Reni (43), tante korban, korban merupakan seorang ibu rumah tangga yang sekarang sudah setahun tinggal di komplek perumahan di belakang Aston. Korabn tergolong mampu, karena memiliki dua pembantu.

Suami korban mendengar kabar ini langsung terbang dari Palembang menuju Banjarmasin. Suami korban merupakan orang Palu dan menurut tante korban, ia memang sering bepergian ke luar daerah untuk urusan pekerjaannya.

Suasana haru terjadi di kamar mayat RSUD Ulin Banjarmasin, Jumat (23/11) pukul 22.42 Wita. Ariadi, suami dari korban pembunuhan Levie Pricilia yang tewas di dalam mobil, tak kuasa menahan tangin melihat jenazah suaminya. Dia baru saja datang setelah menempuh perjalanan panjang dari Palembang. Sebelumnya, Ariadi juga sempat singgah di Posek Kertak Hanyar untuk pemeriksaan polisi.

Langkah kaki Ariadi bergerak cepat memasuki ruang jenazah di mana sang istri sudah terbaring tak bernyawa. Saat melihat jasad istrinya yang sudah terbaring kaku di ruang pendinginan, isak tangis pun pecah seketika dari pria tiga anak ini.

Di sini Ariadi tak sendiri. Selain didampingi polisi dari Polsek Gambut ia juga ditemani oleh pihak keluarga dan teman-teman komunitas mobil BMW-nya. Mereka turut berkabung atas kepergian istrinya yang sangat mendadak sekaligus tragis.

Hingga saat ini jenazah masih berada di ruang pendingin. Setelah mendapat persetujuan suami, akhirnya disetujui agar jenazah dilakukan otopsi pada Sabtu (24/11) 08.00 Wita.

Ariadi sendiri sejauh ini tidak bisa dimintai keterangan karena perasaannya yang terguncang. Kerabatnya, Risdianto Haleng pun angkat bicara. Risdianto mengatakan, kejadian ini benar-benar hal ini membuat perasaan Ariadi sangat terpukul. Terlihat dari tangisannya yang pecah begitu saja saat ia melihat jasad istrinya. (mario)

Reporter:Mario
Editor;Cell

Bagikan berita ini!
  • 44
    Shares