Kota Banjarbaru
Stok 11 Pangan Utama di Pasar Tradisional dan Ritel Banjarbaru Aman
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Ketersediaan bahan pangan di sejumlah ritel dan pasar tradisional di Banjarbaru diklaim mencukupi untuk menyambut Natal dan Tahun Baru hingga selama kegiatan rutinan Malam Senin Momen 5 Rajab Sekumpul.
Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kota Banjarbaru memastikan ketersediaan 11 komoditas pangan utama tetap aman.
Kepala Bidang (Kabid) Ketahanan Pangan DKP3 Banjarbaru, Wiwin Robiaty, mengatakan, ada 11 komoditas yakni beras, jagung, bawang merah, bawang putih, cabai besar, cabai rawit, daging sapi, daging ayam, telur ayam, gula pasir, hingga minyak goreng masih dalam kondisi aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Banjarbaru untuk satu pekan ke depan.
“Kami bisa menjamin ketersediaan untuk satu minggu ke depan, hanya yang menjadi catatan kami adalah pengendalian harga, karena itu bergerak sesuai dinamika pasar dan biaya produksi,” ujar Kabid Ketahanan Pangan DKP3 Banjarbaru, Wiwin Robiaty, Selasa (9/12/2025).
Baca juga: TP PKK Tumbang Mangkutup Gelar Konsumsi Pangan B2SA Bahan Lokal
Menurut Wiwin untuk pengendalian harga komoditas juga kewenangan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Banjarbaru. Kendati demikian saat ini pihaknya fokus melakukan pemantauan untuk menjaga pasokan dan ketersediaan pangan di pasaran.
“Pemantauan rutin dilakukan di pasar tradisional, warung, mini market hingga rumah tangga guna memastikan suplai tetap terjaga,” ungkapnya.
Seperti untuk cadangan pangan, pemerintah memiliki sebanyak 40 ton beras dari Bulog juga tersedia dan siap digunakan jika diperlukan.

Kabid Ketahanan Pangan DKP3 Banjarbaru, Wiwin Robiaty. Foto: wanda
Baca juga: Wamenlu Anis Matta: Mahasiswa Harus Tahu Kondisi Geopolitik
“Untuk komoditas beras kita pastikan stok masih aman. Selain berasal dari produksi lokal, suplai juga datang dari luar daerah, seperti Jawa,” sebut Wiwin.
Di sisi lain ia mengakui adanya kenaikan harga sejumlah kebutuhan pangan dan pokon terjadi karena momentum hari besar keagaamaan seperti Nataru ini.
“Meningkatnya kebutuhan menjelang Natal, serta momen haul yang memicu lonjakan permintaan,” katanya menambahkan.
Salah satu komoditi yang berdampak kenaikan harga adalah cabai. Meski terjadi kenaikan harga karena cuaca ekstrem, namun dari sisi produksi ia meyakini jasil monitoring DKP3 di lapangan menunjukkan kondisi tanaman cabai di sentra produksi masih baik dan terkendali.
Baca juga: Puluhan Ekor Babi Disalurkan ke Poktan Lampahen Desa Pulau Kaladan
“Kondisi cabai lokal bagus, tidak cepat busuk, jadi kalau pun ada yang terdampak hama, itu tidak merata,” tutup Wiwin.
(Kanalkalimantan.com/wanda)
Reporter: wanda
Editor: bie
-
Budaya3 hari yang laluTiupan Kuriding Julak Larau dari Pinggir Sawah ke Panggung Musik
-
DPRD BANJARBARU3 hari yang laluKetua DPRD Banjarbaru Silaturrahmi ke Ketua PN dan Kajari Banjarbaru
-
HEADLINE9 jam yang laluTiga Polisi Korban Penggerebekan Narkoba di Katingan, Dua Jasad Ditemukan
-
DPRD Kapuas3 hari yang laluGangguan Pasokan Listrik, Ketua DPRD Kapuas Minta PLN Berikan Kompensasi
-
HEADLINE8 jam yang laluPolisi Ringkus Penyerang Aparat Penggerebekan Narkoba di Katingan
-
Kalimantan Selatan16 jam yang laluHSU Calon Tunggal Tuan Rumah Porprov XIII 2029


