Connect with us

Kota Banjarbaru

Solar Masih Langka, Antrean Panjang Truk Terjadi di Sejumlah SPBU

Diterbitkan

pada

Anteran panjang solar masih terjadi di sejumlah wilayah. Foto : net

BANJARMASIN,  Kelangkaan solar kembali terjadi di Kalsel yang menyebabkan antrean panjang truk di sejumlah SPBU. Pemandangan ini terlihat mulai di Kabupaten Banjar, Banjarbaru, dan Banjarmasin.

Di sejumlah SPBU di Jalan Trikora maupun Jl A Yani Banjarbaru, nampak antrean panjang truk untuk mengisi solar. Mereka bahkan berjam-jam antre menunggu giliran pengisian. Kondisi sama juga terjadi di SPBU Jalan Lingkar Basirih Banjarmasin atau Jalan Soebardjo/Jalan Lingkar Selatan, Jalan A Yani Km 17 Kecamatan Gambut.

Di daerah Banua Anam meliputi Kabupaten Tapin dengan ibukotanya Rantau, Hulu Sungai Selatan (HSS) – Kadangan, Hulu Sungai Tengah (HST) – Barabai, Hulu Sungai Utara (HSU) – Amuntai, Balangan – Paringin dan Kabupaten Tabalong dengan ibukotanya Tanjung, juga terjadi hal sama. Malah truk dan jenis kendaraan bermotor lain berderet dari dalam kawasan SPBU hingga ke luar atau tepi jalan.

Selain solar, BBM jenis premium atau bensin juga terkadang masih terjadi antrean panjang kendaraan bermotor pada beberapa SPBU di daerah hulu sungai atau Banua Anam provinsi yang terdiri atas 13 kabupaten/kota tersebut.



Sebelumnya, Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia saat menerima aksi unjuk rasa elemen mahasiswa di Banjarmasin, 26 April lalu, Fikri mengatakan, kuota BBM provinsinya terpenuhi.

“Pernyataan Kementerian ESDM bahwa kuota BBM Kalsel terpenuhi, katika Komisi III DPRD Kalsel yang juga membidangi pertambangan dan enegi (termasuk BBM) berkonsultasi dengan Kementerian tersebut belum lama ini,” ujarnya.

Namun untuk mengetahui kepastian terpenuhinya kuota BBM di provinsi itu, wakil rakyat asal daerah pemilihan Kalsel I/Kota Banjarmasin tersebut akan mengusulkan kepada komisinya supaya mengundang Pertamina setempat.

Selain itu, mengundang Himpunan Swasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) Kalsel serta pihak terkait guna normalisasi penyaluran BBM, kalau memang persediaan/kuotan tidak masalah, demikian Fikri.

Jangan Beralasan Cuaca Buruk

Anggota Komisi III DPRD Kalsel meminta Pertamina setempat agar mengantisipasi dan mencarikan solusi terhadap permasalahan bahan bakar minyak (BBM) di provinsinya jangan sampai kondisi alam atau cuaca jadi penyeban kelangkaan BBM.

“Terlebih dalam menghadapi suasana angkutan lebaran Idul Fitri 1439 Hijriah, kita harapkan jangan ada pemasalahan BBM, guna kepentingan umum,” ujar anggota Komisi III H Ansor Ramadlan.

Menurutnya, dari pengalaman masa lalu bisa menjadi pelajaran untuk mengantisipasi serta mencarikan sulosi agar ke depan pemasalahan BBM tidak terulang. Jadi, jangan alasan karena keadaan alam persediaan dan penyaluran BBM ke provinsinya terhenti.

“Tetapi bagaimana cara kita atau Pertamina berupaya menguasai alam sehingga tidak menjadi alasan keterlambantan pasokan dan penyaluran BBM,” ujarnya.

Pendapat senada disampaikan H Hormansyah. Mengantisipasi terjadinya permainan, Pertamina bekerjasama dengan aparat penegak hukum menindak tegas terhadap mereka yang berspikulasi terhadap BBM.

Pasalnya BBM juga kebutuhan orang banyak, seperti premium sehingga perlu pula pengawasan dari bebagai pihak, terutama Pertamina bersama aparat keamanan/penegak hukum dalam pemberian sanksi manakala terjadi permainan, demikian Hormansyah.

Selain solar, BBM jenis premium atau bensin juga terkadang kurang normal pasokannya atau tidak merata ada pada semua SPBU Kalsel yang berjumlag 110 unit. Sementara ada dugaan yang mengantre panjang pada SPBU itu termasuk para pelangsir dijual kembali. (devi/ant)

Reporter : Devi/ant
Editor : Chell


iklan

Disarankan Untuk Anda

Paling Banyak Dibaca

-->