Connect with us

Bisnis

Siapkan Kawasan Sebuku Indonesia Industrial Park, SILO-PLN Jalin Kerjasama Listrik 310 MVA

Diterbitkan

pada

Penandatanganan Nota Kesepahaman atau MoU antara PT SILO dengan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) sebesar 310 Mega Volt Ampere (MVA) di kantor Pusat PLN, Jakarta Selatan, Rabu (24/11/2021) siang. Foto: ist

KANALKALIMANTAN.COM, JAKARTA – PT Sebuku Iron Lateritic Ores (SILO) menyiapkan sebuah kawasan perindustrian khusus terlengkap di Indonesia. Perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan bijih besi itu menyiapkan kawasan dinamakan Sebuku Indonesia Industrial Park (SIIP).

Hal itu disampaikan Direktur Utama PT SILO, Effendy Tios saat penandatanganan Nota Kesepahaman atau Memorandum Of Understanding (MoU) antara PT SILO dengan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) sebesar 310 Mega Volt Ampere (MVA) di kantor Pusat PLN, Jakarta Selatan, Rabu (24/11/2021) siang.

Menurut Effendy Tios, kawasan Sebuku Indonesia Industrial Park itu nantinya akan menjadi pusat industri yang komprehensif dan terlengkap tidak hanya di Indonesia, tetapi juga mungkin di dunia.

“Karena Pulau Sebuku sebagai kawasan industri yang memiliki banyak keunggulan, lokasi strategis karena tersedianya sarana transportasi, tersedia sarana pelabuhan yang bisa menampung kapal-kapal besar. Ini sangat potensial untuk membangun sektor perekonomian kita. Karena itu, ke depan kebutuhan akan energi listrik sangat besar,” bebernya.



 

Baca juga : Tok! RAPBD 2022 Disepakati di Rapat Paripurna DPRD Kapuas

Apalagi keunggulan lain yang dimiliki Sebuku adalah ketersediaan batu bara yang meliputi Provinsi Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur. “Batu bara yang melimpah di kepulauan Kalimantan menjadi nilai lebih dibandingkan dengan kawasan industrial lain. Sebab kawasan industrial lain, batu baranya didatangkan dari pertambangan di Kalimantan. Nah, Sebuku ini kawasan yang bisa dibilang langsung berada di mulut tambang,” sebutnya.

Karena itu diperlukan energi listrik yang sangat besar. “Di sinilah perlunya kerjasama yang saling menguntungkan, karena industri ini tidak boleh ada suplai listrik yang terhenti, jangan sampai ada listrik padam. Kita kerja sama dengan PLN sebesar 310 MVA ini buka main besarnya,” ujarnya.

Di tempat yang sama juga ditandatangani Perubahan Surat Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (SPJBTL) sebesar 75 MVA antara PT PLN dan PT SILO. Kesepakatan itu ditandatangani GM PLN Kalselteng Tonny Bellamy dengan CFO PT SILO Hendra Agus Sugandi, serta Komisaris Excellen SILO Mr Yue Shuyu.

Penandatanganan perjanjian disaksikan Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan PLN Bob Syaril, Direktur Bisnis Regional Sumatera-Kalimantan PT PLN M Ikbal Nur, Executive Vice President Niaga PLN Edison Sipahutar dan Executive Vice President Retail Sigit Witjaksono, serta Direktur Utama PT SILO, Effendy Tios.

 

Baca juga : Final, SOPD di Pemkab Banjar Disepakati Berjumlah 27

“Perjanjian ini merupakan tonggak kemajuan pembangunan industri modern di Sebuku, Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan. Kami selaku pemasok listrik negara, akan berupaya maksimal melayani seluruh pelanggan, termasuk industri besar seperti SILO,” kata Direktur Niaga Regional Sumatera-Kalimantan, M Ikbal Nur setelah penandatanganan SPJBTL.

Perjanjian jual beli tenaga listrik sebelumnya hanya 30 MVA, karena kebutuhan listrik sangat besar kedua belah pihak menyepakati perubahan menjadi 75 MVA.

Meningkatnya industri maju di tanah air akan berdampak pada peningkatan perekonomian Indonesia. “Karena itu, PLN akan terus mendorong pembangunan dengan menyediakan listrik yang baik. Jadi istilahnya, kami urus listriknya, silakan para pelanggan urus bisnis sebaik-baiknya, kami akan sediakan listrik untuk membesarkan bisnis anda,” ujar Ikbal.(kanalkalimantan.com/rls)

Reporter : rls
Editor : kk


iklan

Komentar

Disarankan Untuk Anda

Paling Banyak Dibaca

-->