Server Induk ‘Ngambek’, Layanan di Disdukcapil Banjar Mati Total - Kanal Kalimantan
Connect with us

HEADLINE

Server Induk ‘Ngambek’, Layanan di Disdukcapil Banjar Mati Total

Diterbitkan

pada

Server rusak, layanan di Disdukcapil Kabupaten Banjar terganggu. Foto : rendy

MARTAPURA, Dua hari server induk di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Banjar ‘ngambek’, pelayanan urusan dokumen kependudukan tak bisa diberikan.

Biasanya di Disdukcapil Banjar, setiap harinya kantor tersebut dipadati ratusan masyarakat yang ingin berurusan, dua hari terakhir Senin (17/9) hingga Selasa (18/9) pelayanan dan kunjungan masyarakat sepi. Server induk yang dimiliki Disdukcapil Banjar rusak, alhasil pelayanan yang diberikan kepada masyarakat mati total dan tertunda.

Kepala Seksi Sistem Informasi Administrasi Kependudukan Bidang Pengelola Informasi Administrasi Kependudukan Noor Syawli Syahri SKom mengatakan, kerusakan server induk tersebut sudah terjadi sejak dari hari Minggu (16/9) sampai dengan hari Selasa (18/9). Imbasnya pelayanan yang diberikan seperti percetakan, perekaman KTP dan KK, akte kelahiran dan lain-lain terganggu dan tidak bisa dilakukan sama sekali.

“Rusaknya server induk pastinya mengakibatkan pelayanan kepada masyarakat yang ingin berurusan terganggu dan tertunda. Selain alat itu usianya sudah tua, perawatan yang kurang juga menjadi faktor rusaknya server tersebut,” jelasnya.

Ditambahkannya, Disudkcapil sudah berulangkali untuk mengajukan perawatan server itu ke pusat namun selalu ditolak, seharusnya minimal alat itu dirawat sebulan sekali. Namun hingga sekarang server tersebut tidak pernah dirawat. Kerusakan terjadi kali ini juga diakibatkan oleh ruangan atau tempat penyimpanan server jauh dari standar, sehingga server tersebut rentan terhadap kerusakan.

Terkait rusaknya server induk tersebut, Kepala Disdukcapil Kabupaten Banjar H Azwar Hadi mengatakan, kerugian atas kerusakan alat tersebut setidaknya menunda banyak pelayanan yang diberikan Disdukcapil Kabupaten Banjar, dimana setiap hari biasanya ada sekitar 500 pelayanan masyarakat yang diberikan.


Menganggapi tidak adanya biaya perawatan untuk server tersebut Azwar menjelaskan, alat tersebut memang sebenarnya bantuan hibah dari pusat sejak kurang lebih 8 tahun yang lalu, sehingga tidak dapat dianggarkan untuk perawatannya.

“Kami hanya bisa melaporkan, yang berwenang untuk memperbaiki alat tersebut sebenarnya adalah orang pusat, namun kami juga tidak lepastangan dengan tanggung jawab terhadap pelayaan sehingga kita usahakan untuk diperbaiki secara mandiri dulu,” akunya.

Jika ada isu yang beredar terkait data perekaman akan hilang atas kerusakan server inti tersebut Azwar menghimbau kepada masyarakat untuk tenang dan tidak perlu khawatir. Mengingat semua data yang masuk di Disdukcapil Kabupaten Banjar ada backup-nya dan semua data tersebut juga sudah masuk ke server pusat.

“Atas rusaknya server utama ini, masyarakat tidak perlu khawatir, mengingat semua data sudah ada backup-nya dan sudah semua data di-over ke pusat, jadi sifatnya di tempat kita hanya server perantara sebelum data dikirim ke server yang sebenarnya di Dukcapil pusat,” jelas Azwar.

Untuk mengantisipasi kerusakan serupa kedepan pihak Disdukcapil akan menganggarkan pembelian alat yang baru di APBD tahun 2019. Ia sangat mengharapkan dukungan pemerintah untuk bisa mengangarkan pembelian server yang baru.

“Kami meminta maaf, atas ketidaknyamanan ini, sudah dua hari tidak bisa memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat, namun kami selalu mengusahakan agar hal ini bisa ditangani secepatnya, dan insya Allah besok pelayanan bisa dilaksanakan dan normal kembali,” pungkasnya. (rendy)

Reporter : Rendy
Editor : Abi Zarrin Al Ghifari

Bagikan berita ini!
  • 9
    Shares
Advertisement

Headline

Trending Selama Sepekan