HEADLINE
Sekretaris PDIP Kalsel: Mendepositokan Uang Publik Itu Pemikiran Keliru!
KANALAKLIMANTAN.COM, BANJARBARU — Uang kas daerah Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) diparkir dalam bentuk deposito pada Bank Kalsel mendapat sorotan tajam Sekretaris DPD Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kalsel, Berry Nahdian Forqan.
Sebelumnya, Kementerian Keuangan Republik Indonesia mengungkap ada 15 pemerintah daerah yang memiliki simpanan dana tertinggi, salah satunya Kota Banjarbaru sebanyak Rp5,1 triliun.
Usut punya usut, ternyata dana tersebut milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalsel yang salah diinput oleh Bank Kalsel.
Baca juga: Oligarki: Pemodal Koruptif ‘Kuasai’ Institusi, Sumber Daya, dan Otoritas
Gubernur Kalsel, H Muhidin dalam klarifikasi mengatakan dana sebenarnya adalah Rp4,7 triliun. Uang tersebut diklaim bukan dana endapan melainkan kas daerah sementara yang belum direalisasikan untuk belanja.
Gubernur Kalsel mengakui, dana dari kas daerah tersebut didepositokan sebanyak Rp3,9 triliun agar Pemprov Kalsel mendapat keuntungan.
Merespon hal tersebut, Berry (sapaan akrabnya) menilai bahwa mendepositokan uang atau dana publik adalah langkah pemikiran yang keliru.
Baca juga: 11 Pejabat Struktural Pemko Banjarbaru Dilantik, Ini Nama-namanya
Aktivis sosial politik Banua ini tidak terlalu mempersoalkan apakah itu kesalahan input kode untuk kota atau provinsi, tapi yang jelas dana tersebut adalah uang publik yang harus segera dimanfaatkan.
“ini bukan soal kota atau provinsi, tapi bagaimana menggunakan anggaran karena itu adalah duit rakyat bukan untuk ditabung bahkan mungkin dibungakan,“ ungkap Berry, Minggu (2/11/2025) siang, kepada Kanalkalimantan.
Pegiat demokrasi itu menyatakan, dana triliunan tersebut semestinya digunakan secara efektif dan produktif demi kepentingan rakyat.
Baca juga: Semarak HUT ke-9 RSD Idaman: RSDI RUN, Peresmian UPD dan Kamar Rawat Inap Standar
“Kalau bisa kas itu kosong, dalam artian terbelanjakan untuk pembangunan jalan, fasilitas publik, bukan mengendap,” tegasnya.
Dengan demikian, kejadian ini baginya menunjukkan bagaimana kualitas pemimpin daerah Kalsel dalam mengelola dana publik.
“Para pemimpin kita itu tidak terlalu memahami bagaimana menempatkan dana publik. Dana besar itu seharusnya sudah bisa dibelanjakan,” pungkas Berry. (Kanalkalimantan.com/fahmi)
Reporter: fahmi
Editor: bie
-
Kalimantan Selatan2 hari yang laluHari Jadi ke-76 Provinsi Kalsel “Tugul Maharagu, Bagawi Laju, Banua Maju
-
Kota Banjarbaru3 hari yang laluPemko Banjarbaru Peringkat 1 Indeks Kualitas Data BKN Regional VIII
-
Kabupaten Banjar2 hari yang laluKH Hasanuddin Pimpin Salat Hajat Peringatan Hari Jadi Ke-76 Kabupaten Banjar
-
Kabupaten Hulu Sungai Utara3 hari yang laluSinergi Pemkab HSU – Aisyiyah Jalankan Strategi Pencegahan Perkawinan Anak
-
Kabupaten Banjar3 hari yang laluHari Jadi Ke-76 Kabupaten Banjar, DPRD Banjar Gelar Rapat Paripurna
-
DPRD KAPUAS3 hari yang laluKomisi IV DPRD Kapuas Konsultasi Mekanisme Pembahasan APBD Perubahan





