Santri di Kabupaten Banjar Diharapkan Ikut Berperan Aktif Sukseskan Imunisasi MR - Kanal Kalimantan
Connect with us

LIPSUS HARI SANTRI

Santri di Kabupaten Banjar Diharapkan Ikut Berperan Aktif Sukseskan Imunisasi MR

Diterbitkan

pada

Bupati Khalilurrahman mengimbau santri ikut menyukseskan vaksin MR di Kabupaten Banjar. Foto: rico

MARTAPURA, Peringatan Hari Santri di Kabupaten Banjar juga menjadi momentum untuk menyukseskan gerakan imunisasi Measles dan Rubella (MR). Bupati Banjar KH Khalilurrahman pada kegiatan tersebut juga menyerukan agar para santri terlibat aktif untuk turut menyukseskan imuniasasi tersebut.

Bupati Khalilurrahman mengatakan, berdasarkan fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) no 33 tahun 2018 bahwa penggunaan Faksin MR adalalah mubah dan diperbolehkan sebagai ikhtiar bagi anak-anak untuk mencegah dari penyakit campak dan rubella. “Untuk mencegah penyakit campak dan rubella. Penggunaan vaksin MR itu diperbolehkan, darurat itu memperbolehkan sesuatu yang dilarang,” ujar KH Khalilurrahman.

Atas dasar tersebut, orang nomor satu di Kabupaten Banjar ini mengimbau kepada orang tua yang memiliki anak-anak berumur 9 bulan sampai 15 tahun, termasuk para santri yang berumur dibawah 15 tahun, untuk mendapatkan imunisasi MR di sekolah, pondok pasantren, maupun puskesmas terdekat.  Mumpung imunisasinya dilakukan secara gratis.

“Siapa santri yang umurnya dibawah 15 tahun dan enggak mau difaksi bawa sana imunisasi mumpung Dinas Kesehatan membuka stand di Hari santri Nasional ini,” ujarnya.

Bupati Khalilurrahman mengharapkan, dengan adanya vaksin ini seluruh masyarakat Kabupaten Banjar bisa terhindar dari penyakit MR sehingga masyarakatnya bisa makmur sejahtera dan barokah.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar Ikhwansyah, M.Kes, mengatakan, adapun vaksin MR di Kabupten Banjar sendiri hingga sekarang cakupannya sudah 30 persen. “Kami menghimbau kepada masyarakat Kabupaten Banjar yang mempunyai anak berumur 9 bulan sampai 15 tahun, untuk bisa datang kepelayanan kami di puskesmas hingga tempat-tempat pendidikan yang kami layani,” ujarnya.

Ikhwan juga mengatakan, batasan akhir vaksin dari pemerintah sekarang ada perpanjangan waktu satu bulan. Yaitu sampai 31 Oktober. Atas dasar itu, dia mengharapkan bagi sekolah-sekolah yang masih ada unsur-unsur penolakan untuk melaksanakan pemaksinan dan sadar akan pentingnya vaksin itu sendiri. Sebab setelah tanggal 31 Oktober, pemaksinan akan dikenakan biaya berkisar Rp Rp 800- 1,2 juta per vaksinya.

“Saya berharap tidak ada lagi penolakan vaksin MR di sekolah-sekolah. Yang jelas bapak Bupat Banjar tadi sudah menyampaikan, MUI juga sudah mengeluarkan fatwa apa yang harus kita lakukan, ini demi kebaikan kita semua,” serunya.

Ketika ditanya target hingga per 31 Oktober, Ikhwansyah menargetkan hingga tanggal itu berakhir paling tidak Dinkes Banjar bisa melakukan pemaksinan kepada masyarakat yang berumur 9 bulan sampai 15 tahun dilakukan hingga diangka 95 persen.

“Kita mengharapkan hingga per 31 Oktober bisa dilakukan vaksin sebanyak 95 persen, jika itu tidak terpenuhi maka kita akan menunggu lagi kebijakan dari pemerintah pusat,” harapnya.

Perlu diketahui sebelumnya dari 153.808 anak di Kabupten Banjar baru 30 persennya mendapat dan mau di vaksin MR oleh Dinkes Banjar. Berbagai upaya pun terus dilakukan untuk memaksimalkan capaian, termasuk lewat dengar pendapat dengan MUI di gedung Islamic Center Martapura, beberapa saat yang lalu, pertemuan yang diharapkan memberikan pemahaman kepada masyarakat pentingnya vaksin MR. Sehingga dapat mencegah ribuan anak di Kabupaten Banjar terserang MR.

“Hingga sekarang ini sudah ada sebanyak 44 ribu anak yang telah disuntuk imunisasi caksi MR. Namun angka tersebut masih rendah yaitu 30% dari total jumlah yang mencapai 153.808 anak dan diharapkan target tersebut ke dapan bisa lebih dari 95 persen,” jelas Ikhwansyah

Dijelaskannya dari data yang ada, jumlah kasus MR di Kabupaten Banjar sendiri ditahun 2018 dari 94 kasus yang sudah diterima dari hasil laboratorium Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan (kalsel) yang sudah positif terinveksi ada sebanyak 15 anak.

Sejak tanggal 13 September 2018 lalu, Pemkab Banjar juga telah mengeluarkan surat imbauan yang diteken Bupati Khalilurrahman tentang penyakit MR. yang memberitahukan kepada masyarakat agar sesegeranya bisa datang ke puskesmas terdekat untuk membawa anaknya sehingga bisa melakukan vaksin MR sebelum tanggal 30 Oktober 2018 nanti.

Sementara Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Banjar, KH.Fadlan Asy’ari sebelumnya juga pernah mengungkapkan, Dinkes Banjar dan MUI juga sudah melakukan koordinasi tentang pentingnya memberikan imunisasi vaksin MR kepada anak. Ini demi melindungi dan mencegah penyakit yang membahayakan tersebut. (rendy)

Reporter : Rendy
Editor : Chell

Bagikan berita ini!
Advertisement

Headline

Trending Selama Sepekan