Connect with us

Politik

Samahuddin : Politik Bermain Isu Agama dan PKI Itu Murahan !

Diterbitkan

pada

Samahuddin Muharram, mantan Ketua KPU Kalsel Foto : Mario

BANJARMASIN, Memasuki masa kampanya Pemilu 2019 yang semakin dekat, masyarakat harus lebih cerdas dan melek politik.

Mantan Ketua KPU Provinsi Kalsel Samahuddin Muharram punya pandangan bahwa di Kalimantan Selatan, tingkat kesadaran politik dan rasionalitas pemilih untuk memutuskan siapa pilihan masing-masing nanti dinilai sudah cukup cerdas.

“Saya kira mereka (warga pemilih) sudah punya banyak pengalaman,” ujarnya.

Capres dan Cawapres yang sudah deklarasi di Kalsel dalam hal ini sudah adanya satu Cawapres yang datang ke Banjarmasin akan menjadi catatan tersendiri bagi masyarakat Kalsel.

Namun, paling penting adalah bagaimana kedua tim sukses pasangan calon bisa menyentuh lapisan masyarakat. “Tim sukses harus bisa menyampaikan visi dan misi mau dibawa ke mana Indonesia ini lima tahun ke depan,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan mengenai munculnya kembali isu-isu agama dan PKI. “Itu isu murahan. Saatnya sekarang ini momentumnya tidak lagi berbicara di tataran itu. Harusnya program-program kerja yang dijual. Bukan lagi si A, si B, si Ci latar belakangnya ini dan itu. Sekarang, yang penting adalah bagaimana Capres dan Cawapres melemparkan ide-ide cemerlang untuk perbaikan baik ekonomi maupun stabilitas,” bebernya.

Menurut Samahuddin Muharram, visi misi kedua pasangan calon masih belum ditunjukkan oleh timses di daerah apa saja ‘jualan-jualan’ mereka kepada mayarakat. Sehingga masyarakat saat ini bisa jadi masih menunggu. “Apa nih program-program tim pasangan calon?” katanya.

Sudah saatnya timses pasangan calon masing-masing langsung bersentuhan dengan masyarakat untuk memperkenalkan Capres dan Cawapres tanpa adanya basa-basi terkait dengan program kerja apa yang harus mereka dorong lima tahun ke depan.

“Ini yang menurut saya tidak sampai menyentuh. Jadi masyarakat itu seolah-olah dipaksakan untuk menentukan pilihannya tanpa disodorkan visi dan misi,” nilainya.

Untuk Kalsel, Samahuddin mengatakan, Pemilu kelihatan sangat dinamis, terlihat dari pemilihan Gubernur. Artinya, tingkat penentuan pilihan masyarakat sangat tinggi dengan rasionalitas. Masyarakat Kalsel sudah dewasa dalam menentukan pilihannya. Ia juga memprediksi bahwa selisih pemilihan Capres dan Cawapres di Kalsel nanti tidak akan jauh terjadi perbedaan.

Satu hal yang saat ini harus lebih disentuh oleh timses adalah suara milenial. Misalnya untuk program-program kerja yang harus masuk akal sehat para pemilih milenial. Terutama terkait persoalan lapangan kerja di Kalsel. (mario)

Reporter : Mario
Editor : Abi Zarrin Al Ghifari

Bagikan berita ini!