Connect with us

Dishut Prov Kalsel

Revolusi Hijau Jadi Pembahasan Utama Rapat Konsolidasi Internal Kehutanan

Diterbitkan

pada

Rapat konsolidasi Dishut Kalsel membahas program revolusi hijau Foto: Dishut

BANJARBARU, Dishut Provinsi Kalsel terus melakukan konsolidasi dan pembenahan dengan mengadakan Rapat Konsolidasi Internal Pembangunan Kehutanan Tahun 2019 di Aula Bapelkes Kalsel, Senin (7/1). Rapat yang dihadiri seluruh Pejabat Dinas Kehutanan beserta UPT dan KPH ini digelar selama 2 hari, 7 – 8 Januari 2019.

Rapat dipimpin Kadishut Provinsi Kalsel DR Hanif Faisol Nurofiq, S.Hut, MP membahas rencana kerja serta target-target yang ingin dicapai selama tahun 2019 ini. Pada kesempatan tersebut Kadishut mengarahkan para pejabat lingkup Dinas Kehutanan tersebut dalam program kerja mereka agar mengedepankan program yang berkaitan dengan Revolusi Hijau.

Diharapkan instruksi dari Kadishut tersebut dapat dijalankan seluruh pejabat beserta staf nya masing-masing, agar optimalisasi kinerja dapat berhasil serta memajukan pembangunan kehutanan di Kalimantan Selatan.

Program Revolusi Hijau yang digalakkan diharapkan mampu merehabilitasi kerusakan lingkungan di wilayah tersebut. Revolusi hijau ditandai dengan penghijauan di sepanjang ruas Jalan Trans-Kalimantan serta rehabilitasi daerah aliran sungai (DAS) mencapai 35.000 hektare per tahun.

Revolusi hijau merupakan program pembangunan bidang lingkungan yang menjadi visi dan misi Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor. Program dengan jargon ‘menanam, menanam, dan menanam’ ini menitikberatkan pada kegiatan edukasi, peningkatan kepedulian, kemampuan dan kemandirian masyarakat dalam menanam.

Program ini juga bertujuan meningkatkan indeks kualitas lingkungan Kalsel yang kini berada pada urutan 26 dari 33 provinsi di Tanah Air. “Program revolusi hijau yang mulai kita galakkan sejak dua tahun terakhir ini diharapkan mampu mengatasi kerusakan lingkungan di Kalsel,” ungkap Hanif Faisol Nurofiq.

Dikatakannya, Gubernur Kalsel, sejak menjabat gencar melakukan penanaman pohon penghijauan di seluruh wilayah provinsi tersebut dengan melibatkan semua instansi, TNI-Polri, pegiat lingkungan, serta masyarakat, yang merupakan bagian dari program revolusi hijau.

Salah satu bagian dari Program Revolusi Hijau ialah penanaman pohon di sepanjang ruas Jalan Trans-Kalimantan sepanjang kurang lebih 100 kilometer, meliputi ruas Km 5,5 Kota Banjarmasin hingga Pengaron, Kabupaten Banjar, dan ruas Lianganggang, Kota Banjarbaru, hingga Sebuhur, Kabupaten Tanah Laut.(rendy)

Reporter:Rendy
Editor:Cell

Bagikan berita ini!
  • 1
    Share