Connect with us

Pendidikan

Pustakawan HSU Wayan Ratni Menuju Lomba Pustakawan Nasional 2019

Diterbitkan

pada

Pustakawan HSU Wayan Ratna bersama Kapala Dispersip HSU Hj Lailannor Raudah saat mengunjungi para pengrajin purun di desa Bayu Hirang. Foto : dew

AMUNTAI, Pustakawan HSU Wayan Ratni dalam Lomba Pustakawan Tingkat Nasional 2019 ditunjukkan mereka saat Pustakawan HSU tersebut bersama Kapala Dispersip HSU Hj Lailannor Raudah bertandang ke desa Banyu HIrang, Kecamatan Amunati Selatan dan desa Galagah, Kecamatan Sungai Tabukan, Jum’at (2/8).

Dukungan langsung ditunjukan Misnawartati, Ketua Komunitas Pengrajin Purun Desa Banyu Hirang mengucapkan terima kasih atas bimbingan dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten HSU, terutama kepada pustakawan yang selama ini banyak memberikan bimbingan.

“Kami dapat berkarya dan berinovasi dengan baik dalam meningkatkan ekonomi keluarga. Kami mendukung ibu Wayan untuk mengikuti lomba pustakawan tingkat nasional,” ujarnya saat melakoni kegiatan menganyam purun bersama warga.

Demikian juga seperti yang diutarakan, Fakhrurrazi, Kepala Desa Galagah, dirinya memberikan dukungan penuh kepada Wayan Ratni dalam rangka lomba pustakawan tingkat nasional.

Berkat binaan dari Dispersip HSU beserta pustakawan, perpustakaan desa Cahaya Ilmu meraih prestasi terbaik yakni masuk nominasi 6 besar nasional tahun 2018.

“Sampai sekarang perpustakaan desa kami terus berkembang,” tutur Kades Galagah saat menerima kunjungan pustakawan Wayan Ratni bersama Kadispersip HSU di perpustakaan desa Cahaya Ilmu desa Galagah.

Sementara itu, Wayan Ratni kepada Kanalkalimantan.com, mengucapankan terimakasih atas dukungan yang diberikan kepadanya.

Ia akan mewakili Provinsi Kalimantan Selatan ke lomba pustakawan berprestasi tingkat nasional. “Saya harus banyak referensi membaca buku-buku, karena nanti ada tes kognitif disitu. Saya juga harus tahu tentang undang-undang, peraturan-peraturan berkaitan dengan perpustakaan,” katanya.

“Saya juga harus mempersiapkan makalah dan bahan tayang berupa perpustakaan yang sekarang bertransformasi menuju perpustakaan berbasis inklusi sosial,” sambungnya.

Sekarang tuntutan zaman bahwa pustakawan itu bukan hanya sebagai orang yang menunggu buku, menunggu orang meminjam buku dan mengembalikan buku saja. Tetapi pustakawan itu harus multitalenta, harus bertransformasi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat

“Kami bukan tinggal diam saja di perpustakaan, harus bisa mendampingi dan membina para pengelola perpustakaan sampai ke desa-desa,” tuturnya.

Ia pun berharap dapat menjadi yang terbaik dalam lomba pustakawan tingkat nasional yang akan dihelat  13-19 Agustus mendatang di hotel Arya Dutha Jakarta.

“Mudah-mudahan bisa membawa nama Kabupaten Hulu Sungai Utara serta Provinsi Kalimantan Selatan untuk dikenal secara nasional,” do’anya. (dew)

Reporter : Dew
Editor : Bie

Bagikan berita ini!
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
-->