Connect with us

Kota Banjarmasin

PSBB Disetujui, Perbatasan Kota Banjarmasin Dijaga Ketat dan Sanksi Bagi yang Melanggar

Diterbitkan

pada

Imbas ditetapkannya PSBB di Banjarmasin aturan ketat terkait pembatasan sosial akan dilakukan. Foto: dok kanal

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Pengajuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Kota Banjarmasin akhirnya disetujui oleh Menkes RI dr. Terawan Agus Putranto, melalui Keputusan Menkes RI Nomor HK.01.07/MENKES/262/2020. Sebagai konsekuensinya, seluruh perbatasan ibu kota Provinsi Kalsel ini diberi pos penjagaan.

Lalu, di mana saja tempat pos jaga selama PSBB diberlakukan? “Seluruh kota, jadi tidak per kecamatan ataupun kelurahan. Iya, semua perbatasan harus kita berlakukan,” kata Juru Bicara Tim Gugus Tugas Pencegahan Penanganan dan Pengendalian (P3) Covid-19 Kota Banjarmasin Dr. Machli Riyadi, Minggu (19/4/2020) malam.

Nantinya, untuk penjagaan sendiri akan dibentuk tim khusus yang ditunjuk oleh wali kota. Di samping itu, peranan Polresta Banjarmasin, Kodim 1007 Banjarmasin dan Satpol PP Kota Banjarmasin juga diperlukan selama pemberlakukan PSBB.

“Tentu lebih dominan untuk menjaga di jalan raya. Sehingga kita mengimbau kepada warga masyarakat agar lebih memahami kebijakan di Kota Banjarmasin ini,” lugasnya.




Ia menjelaskan, perbedaan antara PSBB dengan surat edaran ataupun surat imbauan yang telah diterbitkan sebelumnya terletak pada penerapan sanksi. Ya, selama PSBB akan diberikan sanksi kepada warga yang tidak mematuhi PSBB.

Machli berharap masyarakat Kota Banjarmasin betul-betul melaksanakan dan mentaati apa yang menjadi ketetapan ini. Seperti tetap berada di rumah saja dan menggunakan masker, dan betul-betul menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS).

“Dengan tidak ke luar rumah kalau urusan yang tidak penting sekali. Misalnya membawa anak ke dokter atau mencari obat, ke apotek atau pasar itu masih boleh. Pasar masih boleh buka tetapi kewajiban social distancing itu menjadi keharusan. Kalau melanggar ya ada sanksi, begitu juga tidak pakai masker juga ada sanksi,” pungkasnya. (Kanalkalimantan.com/fikri)

 


iklan

Disarankan Untuk Anda

Paling Banyak Dibaca

-->