Connect with us

HEADLINE

Proses Karantina di Natuna Berakhir, 285 Orang Termasuk 6 Warga Kalsel Dibawa ke Jakarta Sabtu

Diterbitkan

pada

Proses karantina WNI di Natuna berakhir dan meraka dinyatakan sehat Foto : antara

KANALKALIMANTAN.COM, NATUNA– Proses karantina 238 WNI dari Wuhan, China, berakhir. Semua WNI akan dipulangkan dari Hanggar Lanud Raden Sadjad Ranai, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau (Kepri), termasuk 47 orang kru penjemput. Sehingga total yang dipulangkan sebanyak 285 orang.

Berdasarkan jadwal yang ditetapkan pemerintah, masa observasi berlangsung 14 hari hingga Minggu (16/2/2020). Bahkan saat ini, sejumlah sarana dan prasarana pendukung untuk proses pemulangan juga terus dipersiapkan.

Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit dr Achmad Yurianto mengatakan, skema pemulangan sudah diputuskan, bahwa observasi WNI dari Wuhan yang saat ini tinggal di Natuna, berakhir pada pukul 12.00 WIB, Sabtu (15/2/2020) mendatang.

Artinya, hari Sabtu pagi adalah pengecekan kesehatan terakhir. Setelah itu pihaknya menyiapkan mereka untuk diterbangkan ke Jakarta. “Rencananya pada jam 7 pagi dari Jakarta menuju Natuna akan berangkat 3 pesawat TNI AU, terdiri dari 2 Boeing 737 dan 1 Hercules. Ini adalah sejumlah pesawat yang sama pada waktu menjemput mereka dari Batam ke Natuna,” kata Achmad Yurianto.

Bahkan rencananya, Menkes, Menko PMK, kepala BNPB dan beberapa pejabat lain akan ikut menjemput mereka ke Kabupaten Natuna. Pria yang akrab disapa Yuri juga mengatakan, sebelum warga yang diobservasi diberangkatkan ke Jakarta, tentunya terlebih dahulu akan diperiksa kesehatan mereka. Baru setelah pukul 12.00 WIB atau setelah makan siang, mereka bisa diberangkatkan menuju Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta.

Warga yang diobservasi sebagian besar adalah mahasiswa dari 30 provinsi (Perempuan 158 orang dan laki-laki 80 orang) dengan usia termuda 5 tahun dan usia tertua 64 tahun, beserta tim KBRI 5 orang, tim penjemput 24 orang dan kru Batik Air 18 orang. “Data yang kami miliki saudara-saudara kita yang sebagian besar mahasiswa itu berasal dari 30 provinsi,” jelasnya.

Dari 30 provinsi tersebut, terbanyak berasal dari Jawa Timur dengan jumlah 68 orang. Kemudian Lampung satu orang, Jakarta 12 orang, Aceh 13 orang, Papua delapan orang, Papua Barat enam orang dan lainnya.

Pemerintah juga akan menyerahkan kru PT Lion yang menjemput WNI ke Wuhan dan sudah menjalani masa observasi selama 14 hari. “Ini yang akan dilakukan dalam mengakhiri masa observasi. Selanjutnya hanggar yang digunakan sebagai tempat observasi akan dilakukan desinfeksi,” papar dr Yuri.

Direncanakan akan ada prosesi kecil pelepasan warga yang diobservasi di Bandara Natuna menuju Jakarta. Saat mereka tiba di Jakarta akan disambut oleh Komisi IX DPR RI dan perwakilan pemerintah daerah.

Enam Mahasiswa Asal Kalsel

Di antara ratusan warga yang dikarantina di Natuna, terdapat enam mahasiswa asal Kabupaten Tabalong. “Kondisi mahasiswa Tabalong sehat dan saat ini berada di Natuna bersama warga Indonesia lainnya,” jelas Sekda Tabalong Abdul Muthalib Sangadji beberapa waktu lalu.

Sangadji, sebagaimana dikutip Antara, menjelaskan ada 44 orang warga Tabalong yang berada di China dan 31 diantaranya merupakan mahasiswa yang mendapatkan bea siswa.

Data di Dinas Pendidikan Kabupaten Tabalong tercatat 7 mahasiswa asal Tabalong ini menjalani program beasiswa ke Nanjing Polytechnic Institute China yang diinisiasi pabrik semen PT Conch South Kalimantan.

Selanjutnya 13 orang bukan berstatus mahasiswa dan tidak terpantau karena keberangkatan sendiri ataupun diberangkatkan oleh pihak lain.

Terpisah Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Tabalong Akhmad Rivai mengatakan hingga kini belum ada warga Tabalong yang terjangkit virus Corona. “Kita juga melakukan pemantauan di pabrik semen Conch yang pekerjanya banyak dari China,” jelas Rivai.(kompas/antara)

Reporter : Kompas/antara
Editor : Chell

Bagikan berita ini!
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
-->