Connect with us

Kota Banjarmasin

Prioritas Ibnu Sina 2019-2020, dari RS Sultan Suriansyah hingga Jembatan Bromo

Diterbitkan

pada

Berbagai target pembangunan akan dilaksanakan Pemko Banjarmasin 2019-2020 nanti Foto: istimewa

BANJARMASIN, Sejumlah pekerjaan rumah masih harus dituntaskan Pemko Banjarmasin pada tahun ini hingga 2020 nanti. Salah satunya adalah pembangunan dan pengoperasian RS Sultan Suriansyah Banjarmasin.

Walikota Ibnu Sina berharap agar rumah saki kebanggan warga Banjarmasin itu bisa diresmikan operasionalnya pada hari jadi kota seribu sungai ke-493 nanti. Selain menggunakan dana APBD, penyelesaian rumah sakit ini juga berasal dari bantuan Pemprov Kalsel.

Sebab, agar rumah sakit itu benar-benar bisa operasional setidaknya harus memiliki alat kesehatan yang diperlukan untuk pelayanan di 21 unit poliklinik. Karenannya, saat launching operasional nanti, sementara hanya membuka empat pelayanan dasar dulu, Hak tersebut dilakukan mengingat dana pembelian alat kesehatan untuk 21 unit polikliniknya mencapai Rp 60 miliar. Sedang, di tahun 2019 ini dana yang tersedia hanya sekira Rp 23 miliar saja.

“Jadi masih banyak yang masih belum bisa kita penuhi, tetapi mudah-mudahan nanti apakah dianggaran perubahan atau murni di tahun 2020 nanti, bisa kita anggarkan. Sehingga betul-betul rumah sakit ini bisa berjalan dengan tipe c,” ucap Ibnu Sina.

PR lain yang akan dikerjakan di tahun 2020 nanti adalah pembangunan infrastruktur dengan menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) sekira Rp 273 miliar, yang telah diusulkan ke pemerintah pusat. Kemudian pembangunan Jembatan Bromo yang sangat diperlukan masyarakat di kawasan Mantuil, Kecamatan Banjarmasin Selatan, di mana tahun 2020 nanti akan memasuki masa pengerjaan fisik.

Untuk itu, diharapkan Ibnu Sina, kegiatan pembangunan itu bisa didukung anggota DPRD, sehingga apa yang sudah diniatkan dan dirumuskan dalam visi misi bisa betul-betul terlaksana. Rencana pembangunan lain adalah penyelesaian trotoar sepanjang Jalan A Yani Banjarmasin, dimana saat ini koridor utama pembangunan tersebut telah selesai dilaksanakan.

Terkait dengan program smart city, mantan anggota DPRD Kalsel tiga periode ini mengatakan bahwa setidaknya kini telah tersedia aplikasi Palui yang mencakup 11 kewenangan, 11 surat keterangan dan surat menyurat lainya, yang diperlukan warga Kota Banjarmasin.

Dengan menggunakan aplikasi Palui, warga tidak perlu lagi datang ke kelurahan. “Jadi keluar rumah hanya sekali untuk mengambil suratnya, sedangkan usulannya bisa dikerjakan melalui aplikasi yang bisa dioperasikan melalui handphone android,” tuturnya.

Sampai saat ini, dari hasil pengembangan program Smart City Banjarmasin sudah tersedia 14 aplikasi yang bisa diakses oleh seluruh warga kota Banjarmasin, dan yang terbaru terkait dengan e-sampah.  Kemudian untuk menunjang kegiatan rumah sakit, Pemko Banjarmasin juga sudah meluncurkan aplikasi e-puskesmas atau e-idel, e-kesehatan.

“Dengan aplikasi tersebut seluruh pasien terintegrasi dengan seluruh pasien di puskesmas dan di rumah sakit, jadi semua bisa mengakses dan tidak perlu antri, tidak perlu mengambil kupon duluan-duluan, tapi tinggal aplikasikan sudah dikasih tau nomor antriannya,” jelasnya.(mario)

Reporter:Mario
Editor:Cell

Bagikan berita ini!
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
-->