Ekonomi
Pria Ini Cari Rupiah Pakai Custom Super Hero
MARTAPURA, Karnaval anak-anak Raudhatul Athfal (RA) se-Kabupaten Banjar meriahkan peringatan Hari Amal Bakti Kementrian Agama RI ke-72, Kamis (4/1).
Di tengah karnaval sesosok super hero Captain America tampak sibuk berfoto ria dengan anak-anak peserta karnaval yang berlangsung di halaman Kantor Kemenag Kabupaten Banjar, Jalan Sekumpul, Martapura.
Ternyata sosok dibalik topeng super hero Captain America itu bernama Roman. Roman mengaku berasal komunitas The Borneo Sorcery Martapura.
Ternyata Roman memenuhi hajat kebutuhan hidupnya melalui aksi foto dengan anak-anak di dalam event tertentu. Ia tidak pernah mematok bayaran sedikitpun kepada siapa yang ingin berfoto dengan ksotum super heronya. Berfoto Sukarela adalah slogannya, dengan harapan ketika orang berfoto ada uang sukarela sekedarnya, pun tak dikasih juga tak masalah.
“Profesi ini tidak setiap hari saya lakoni,†ungkapnya. “Hanya jika ada acara-acara tertentu saja saya mencari rezeki ini , jika tidak, saya biasanya hanya menunggu acara tertentu saja,†akunya. Setiap sekali tampil rata-rata Captain America ini dapat mengantongi sebanyak Rp 50-Rp 100 ribu.
“Kalau custom ini saya buat sendiri dengan reperensi yang saya peroleh di internet, dengan biaya kurang lebih Rp 500 ribu,†katanya.
Mencari rezeki, Captain America ini berharap pertunjukannya bisa menghibur orang-orang disekitarnya.(rendy)
Editor : Abi Zarrin Al Ghifari
-
PUPR PROV KALSEL1 hari yang laluSetelah 35 Tahun, Rumah Jabatan Gubernur Kalsel Direhab Total
-
HEADLINE2 hari yang laluVonis 12 Tahun ‘Penjagal’ Mahasiswi ULM, Lebih Ringan dari Tuntutan
-
Kabupaten Banjar1 hari yang lalu2 Pelajar Kabupaten Banjar Raih Juara Lomba Resensi Buku Berbasis Koleksi Perpustakaan Tingkat SMP Se-Kalimantan Selatan
-
HEADLINE2 hari yang laluSolar Langka di Kalsel Sopir Truk Menderita, Dilarikan ke Tambang
-
PTAM INTAN BANJAR1 hari yang laluPTAM Intan Banjar Sesuaikan Jam Kerja Kantor Pelayanan, Ini Penjelasannya
-
HEADLINE3 hari yang laluSekolah Jurnalisme Warga: Masyarakat Adat Meratus Bersuara Nasib Mereka






