Kota Banjarbaru
Potensi Sektor Pertanian Terus Dikembangkan, UPT BPP Landasan Ulin Raih Penghargaan Tingkat Kalsel
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – UPT Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Landasan Ulin berhasil meraih penghargaan insan pertanian di tingkat Provinsi Kalimantan Selatan tahun 2022. Hal itu diumumkan dalam isi surat pengantar yang diterbitkan Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalsel, Syamsir Rahman.
Adapun UPT yang berada dalam naungan Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Banjarbaru diberi penghargaan terbaik kedua kategori BPP berprestasi se Provinsi Kalsel.
Ajang penghargaan ini merupakan salah satu implementasi kegiatan program nasional yakni penyuluhan pertanian lewat penilaian standardisasi dan kelayakan manajemen koorporasi petani di tiap-tiap daerah. Tujuannya tak lain ialah untuk mengembangkan kapasitas kelembagaan ekonomi petani berbasis kawasan.
Wali Kota Banjarbaru, Aditya Mufti Ariffin, mengaku bersyukur bahwa salah satu UPT sektor pertanian di Kota Banjarbaru ini berhasil membuktikan kelayakannya dalam mengelola manajemen yang baik. Apresiasi yang diberikan Pemprov Kalsel, menurutnya adalah bukti perhatian pemerintah terhadap SDM pertanian.
Baca juga : Pemkab Tanbu Ikut Rakornis TMMD, Ini Kata Wakaster
“Penghargaan ini merupakan vitamin bagi semua SDM pertanian di wilayah Kota Banjarbaru, termasuk para petani dan penyuluh untuk bisa melakukan aktivitas yang lebih baik lagi dalam membangun kawasan berbasis pertanian,” katanya, Rabu (20/7/2022).
Aditya meyakinkan komitmennya bahwa Pemko Banjarbaru akan terus memfasilitasi peningkatan kompetensi SDM pertanian. “Kunci pertanian adalah inovasi. Inovasi hanya bisa dihasilkan oleh koorporasi yang di isi oleh SDM yang berkompetensi,” terangnya.
Ditambahkan Aditya bahwa Kota Banjarbaru yang kini menjadi Ibu Kota Provinsi Kalsel dan menjadi salah satu pilar penyangga Ibu Kota Negara (IKN) terus menyiapkan potensi di sektor pertaniannya. Hal ini tentunya agar dapat mendukung suplai hasil pangan ke IKN nantinya.
“Sektor pertanian di Banjarbaru terus disiapkan demi menyambut pemindahan IKN. Masih sangat berpotensial untuk terus dikembangkan dan tentunya butuh dukungan kita bersama,” tegasnya.
Baca juga : Plt Bupati Husairi: Membangkitkan Ekonomi Pelaku UMKM di HSU
Sebagai informasi, pembangunan sektor pertanian di Kalsel terus menunjukan hasil positif. Berdasar data Dinas TPH Kalsel, sejak 2016 Kalsel selalu mampu memproduksi gabah kering giling kisaran dua juta ton yang bila dikonversikan ke beras menjadi 1,4 juta ton beras.
Sementara produksi gabah di Kalsel terakhir per 2021 lalu menurut perhitungan BPS dengan metode KSA adalah 1,1 juta ton gabah kering giling. Sementara jumlah total kebutuhan masyarakat Kalsel sekitar 400 ribu ton beras.
Angka ini berdasarkan perhitungan jumlah penduduk Kalsel sebanyak 4,2 juta jiwa lebih dengan konsumsi berasnya memerlukan 33.425 ton per bulan. Produksi gabah menunjukan hasil yang baik. Rata-rata dua sampai tiga ton gabah per hektar dengan menggunakan varietas lokal. Namun jika menggunakan varietas unggul bisa mencapai delapan ton.
Sektor pertanian Kalsel menyumbang 14 persen Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Hampir mengimbangi sektor pertambangan yang berada di angka 16 persen. (Kanalkalimantan.com/al)
Reporter : al
Editor : kk
-
HEADLINE1 hari yang laluTHR ASN Sudah Cair Rp3,12 Triliun, Target Rampung Pekan Depan
-
Kota Banjarbaru2 hari yang lalu112 ASN Tempati Posisi Baru, Ini Tiga Kadis yang Ikut Dilantik
-
HEADLINE2 hari yang laluSudah Kaya dan Terkenal, Kenapa “Rakus” Pejabat Tak Ada Obatnya?
-
Kabupaten Kapuas2 hari yang laluPemkab Kapuas Jajaki Kerjasama Program Digital Talent Academy
-
Kalimantan Selatan2 hari yang laluPelabuhan Mekar Putih Diusulkan Masuk Sistem Pelabuhan Nasional
-
Kalimantan Tengah2 hari yang laluPemprov Kalteng Salurkan Seragam Gratis ke 60.000 Pelajar

