Connect with us

HEADLINE

Politisi Senior PPP Syaifullah Tamliha ‘Diperiksa’ Bawaslu Kalsel

Dilaporkan Sesama Kader Lakukan Dugaan Money Politik

Bagikan berita ini!
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Diterbitkan

pada

Syaifullah Tamliha usai diperiksa Bawaslu Kalsel Foto : mario

BANJARMASIN, Politisi senior PPP yang duduk di DPR RI Komisi I, Syaifullah Tamliha mendatangi kantor Badan Pengawas Pemilus (Bawaslu) Kalsel Minggu (12/5). Kedatangan Syaifullah untuk diperiksa atas pelanggaran kampanye dan dugaan politik uang yang dilaporkan atas dirinya. Selama tiga jam lebih, sejak pukul 14.00 Wita, proses pemeriksaan dilakukan tertutup.

Ditemui usai pemeriksaan, pria yang di DPR menjabat Wakil Ketua Fraksi PPP ini mengatakan, kedatangannya ke Bawaslu adalah untuk mengklarifikasi terkait laporan atas dirinya yang dituduhkan berkampanye di masa tenang. Tepatnya satu hari sebelum pemilu berlangsung juga tuduhan atas uang sebesar Rp 25 ribu yang dibagikan saat reses.

Syaifulah yang selaku salah satu tokoh PPP ini pun menepis semua tuduhan tersebut.

“Saya bukan politisi kemarin sore. Saya kan di Jakarta (sehari sebelum pemilu), saya tidak punya tim kampanye, jadi tidak ada orang-orang bagi duit,” jelasnya.

Disampaikannya lebih lanjut, si pelapor yang mengatakan Syaifullah melakukan money politik adalah rekan satu partainya yakni Nasrullah AR. Ia sangat menyayangkan bahwa ada rekan satu partainya yang ingin menjatuhkannya. Ia menyebut hal ini seperti istilah ‘jeruk makan jeruk’.

Atas adanyakejadian ini pihaknya merencanakan akan melakulan rapat DPP yang jika nanti kejadian ini merusak citra dan martabat partai, tak menutup kemungkinan dilakukan pemecatan terhadap Nasrullah.

Pun ia mengatakan bahwa si pelapor mestinya tak perlu mengarang suatu hal. “Apalagi duitnya (bukti laporan) kusut begitu. Saya tidak pernah reses itu uang yang bekas. Kalau tidak mampu bersaing, harus gentleman. Kalau kalah yakalah, menang ya menang,” tuturnya.

Ditambahkannya, ia juga telah lama melihat Nasrullah sering mengepos foto-foto di media sosialnya yang menuduh Syaifullah sebagai dalang di balik robeknya baliho miliknya. “Baliho saya pun sering dirobek orang. Itu resiko kalau kita membuat baliho, ikhlas saja lah, ngapain menuduh-nuduh orang,” lanjutnya.

Akibat postingan itu, Syaifullah sempat ingin menuntut rekannya tersebut atas pencemaran nama baik dengan menggunakan pasal ITE. Namun pada saat itu sedang berfokus dalam proses mendapatkan banyaknya suara dan mengawal hasi pemilu. Ia juga mengatakan bahwa tidak ingin membuang banyak tenaga untuk hal-hal yang tidak perlu.

Sementara itu, Kasubag Humas dan Hubungan Antar Lembaga Bawaslu Kalsel Doddy Yulihartanso, mengatakan dugaan money politik yang dilakukan Syaifullah ini bertitik di daerah Haruyan dan Paramasan. Serta ada beberapa alat bukti berupa uang, replik surat suara, dan kartu nama.

Bawaslu akan melakukan pembahasan berikutnya pada hari Senin (12/5) untuk memenuhi unsur-unsur laporan dan jika tidak terpenuhi maka pihaknya akan memberhentikan pemeriksaan. “Bila ada terpenuji unsur maka naik ke sidik,” jelas Doddy.

Wajah Lama Masih Bertahan

Rapat pleno terbuka rekapitulasi suara Pemilu 2019, yang selesai digelar KPU Kalsel, Sabtu (11/5) dini hari lalu masih mempertahankan sejumlah muka lama untuk calon anggota DPR RI. Dari 11 kursi yang ada, enam muka lama masih bertahan. Termasuk Syaifullah Tamliha dari PPP. Sedangkan lima lainnya merupakan wajah baru.

Untuk DPR RI, Kalsel dibagi dua Daerah Pemilihan (Dapil). Dapil 1 yang meliputi Kabupaten Banjar, Batola, Tapin, HSS, HST, HSU, Balangan dan Tabalong ini memiliki jatah enam kursi. Sedangkan Dapil 2, yang terdiri atas Banjarmasin, Banjarbaru, Tala, Tanb dan Kotabaru, mempunyai lima kursi. Dari 11 kursi itu, lima di antaranya diduduki orang baru.

Di Dapil 1, empat kursi masih diisi wajah lama dari PKS, Partai Golkar, PPP dan Partai Gerindra. PKS kembali mengirim Habib Aboe Bakar Al Habsy, Golkar mengutus Bambang Heri Purnama, PPP Syaifullah Tamliha, dan Gerindra mantan Bupati HST Saiful Rasyid.

Sedangkan wajah baru yang berhasil maju dari Dapil 1 adalag Rifqinizamy Karsayuda. Caleg nomor urut 1 dari PDIP untuk Dapil 1 ini memperoleh 30.465 suara. Lalu ada Khairul Saleh yang merupakan caleg nomor urut pertama dari Partai Amanat Nasional. Mantan bupati Banjar ini mendapat 50.177 suara atau berada di peringkat ketiga di Dapil 1.

Sementara di Dapil 2, dua kursi masih dipertahankan petahana Partai Golkar yakni Hasnuryadi Sulaiman H B dan PKB mengutus Dr H M Zairullah Azhar. Sedangkan wajah baru diisi caleg nomor urut satu Partai Gerindra yaitu HM Nur.Wajah baru lainnya yakni dua kader PDIP mereka adalah satu dr H Sulaiman Umar dan caleg nomor urut tiga Syafruddin H Maming.

Ketua KPU Kalsel Sarmuji, Sabtu (11/5), mengatakan walaupun sudah adanya keputusan dari KPU Kalsel untuk calon anggota DPR RI, DPD RI dan DPRD Kalsel, semua akan diumumkan pada rapat pleno KPU RI. Untuk rapat pleno di KPU RI ditargetkan rampung pada Rabu (22/5).

Sedangkan Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih dan Partisipasi Masyarakat KPU Kalsel Edy Ariansyah mengatakan partisipasi masyarakat pada Pemilu 2019 melebihi target. Tingginya partisipasi tak hanya dilihat jumlah pemilih yang datang ke TPS, tapi juga dari suara sah.(mario)

Reporter : Mario
Editor : Chell

Bagikan berita ini!
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
-->