Connect with us

DISHUT PROV KALSEL

Pohon di Tahura Sultan Adam Ditebang, Dishut Kalsel Tingkatkan Patroli 24 Jam

Diterbitkan

pada

Polhut dan TKPH berserta Kepala RPH Rantau Bujur menggelar giat patroli pengamanan kawasan Tahura Sultan Adam, Jumat (17/1/2020). Foto : dishut kalsel

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Temuan sejumlah pohon yang ditebang di kawasan Tahura Sultan Adam, Kabupaten Banjar, membuat geram Dinas Kehutanan Provinsi Kalimatan Selatan. Pasalnya, salah satu kawasan Geopark Pegunungan Meratus ini sangat dijaga kekayaan alam dan eksositesnya untuk menjadi salah satu pariwisata unggulan di Kalimantan Selatan.

Awal mula diketahui adanya pohon ditebang di Tahura Sultan Adam, saat personel Polisi Hutan (Polhut) dan TKPH berserta Kepala RPH Rantau Bujur menggelar giat patroli pengamanan kawasan Tahura Sultan Adam di sepanjang jalan TMMD, Jumat (17/1/2020) lalu. Patroli dilakukan menyisir dari Awang Bangkal Timur sampai ke Rantau Balai.

Tim patroli menemukan adanya bekas kegiatan penebangan pohon. Hal ini diketahui dari bekas tebangan yang letaknya tepat di pinggir jalan. “Juga ditemukan sisa-sisa kayu yang belum terangkut dan masih diletakkan di dalam hutan,” ungkap komandan regu saat itu, Rabiatul Adawiah.

Menurut data yang diterima Kanalkalimantan.com, tercatat luasan pohon-pohon yang ditebang tersebut kurang dari 1 hektare. Jenis pepohonan yang ditebang tersebut antara lain, pohon jati dan pohon senggon.

Kabid Perlindungan dan Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (PKSDAE) Dinas Kehutanan Kalsel Pantja Satata mengungkapkan, pihaknya telah melakukan lidik atas temuan ini. Ia mengakui bahwa sampai saat ini belum diketahui siapa dalang dibalik penebangan pohon-pohon tersebut.

Pantja -sapaan akrabnya- menuturkan, bahwa pihaknya memang selama ini telah rutin melakukan penjagaan di kawasan Tahura Sultan Adam, mengingat hal tersebut merupakan atensi langsung dari Kepala Dinas Kehutanan Prov Kalsel, Hanif Faisal Nurofik. Namun, lantaran adanya temuan ini maka pihaknya akan lebih meningkatkan patroli setiap harinya.

“Setelah ada perintah dari Kadishut, kita akan melakukan patroli dengan lebih intensif secara bergiliran dan beregu. Penjagaan kita 24 jam dan untuk patoli sepanjang hutan lindung, kita lakukan dari pagi-siang, siang-pagi. Jadi mobile,” katanya saat ditemui, Kamis (23/1/2020).

Selain menebang pohon, ucap Pantja, ada beberapa aktivitas yang juga tidak boleh dilakukan di Tahura Sultan Adam. Contohnya, seperti mendirikan bangunan tanpa izin dan berdagang di sepanjang jalan Tahura Sultan Adam. Ia, mengimbau kepada pengunjung yang ingin berwisata untuk menjaga kelestarian Tahura Sultan Adam.

“Kalau niatnya ingin menanam, baru kita bantu. Bahkan kita bisa sediakan bibitnya. Saya tegaskan siapapun yang melakukan penebangan pohon di Tahura Sultan Adam, dapat dikenakan UU nomor 18 Tahun 2013, itu hukuman penjara minimal 5 tahun dan denda Rp 5 miliar,” pungkasnya.

Selain penebangan pohon, patroli yang dilaksanakan Jumat itu, juga menemukan adanya aktivitas pembukaan lahan untuk tambak ikan dengan pondok jaga di sampingnya.

Kepala Resort Pengelolaan Hutan Rantau Bujur Dadan Sudarsana mengatakan, dengan adanya temuan tersebut pihaknya akan melakukan pendekatan secara persuasif dengan aparat desa dan warga yang melakukan aktivitas. (kanalkalimantan.com/rico/adv)

Reporter : Rico/adv
Editor : Bie

Bagikan berita ini!
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

DISHUT PROV KALSEL

KPH Tabalong Serahkan Satwa Dilindungi Jenis Kukang ke BKSDA

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

KPH Tabalong menyerahkan kukang ke BKSDA Banjarbaru Foto : antara

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU– Tim Perlindungan Hutan Kantor Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Kabupaten Tabalong menyerahkan salah satu jenis primata dilindungi jenis Kukang (nycticebus menagensis) ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Banjarbaru untuk direhabilitasi.

Satwa langka ini diperoleh dari warga Kelurahan Belimbing Raya Kecamatan Murung Pudak dan secara sukarela diserahkan ke KPH setempat. “Kita sudah koordinasi dengan BKSDA dan satwa ini akan direhabilitasi serta dilepasliarkan ke habitatnya,” jelas Kepala Seksi Perlindungan Hutan Zainal Abidin di Tanjung, Sabtu (14/3/2020).

Karena semua jenis Kukang telah terancam kepunahan ungkap Zainal satwa berpenampilan lucu ini dilindungi oleh hukum Indonesia sehingga memperdagangkannya tergolong melanggar hukum (ilegal) dan kriminal.

Sebagai informasi dari delapan spesies Kukang yang masih ada, enam diantaranya dapat ditemukan di Sumatra, Jawa dan Kalimantan.(antara)

Reporter : Antara
Editor : Antara

Bagikan berita ini!
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

DISHUT PROV KALSEL

Dishut Targetkan Ribuan Hektare Perhutanan Sosial Tahun Ini

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Kasi Perhutanan Sosial Dishut Kalsel Kinta Ambarwati beserta jajaran mengunjungi KPH Hulu Sungai. Foto : Dishut

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU– Kepala Seksi Perhutanan Sosial Dishut Kalsel Kinta Ambarwati beserta jajaran mengunjungi KPH Hulu Sungai. Mereka menghelat sosialisasi perhutanan sosial untuk kelompok tani pelaksana kegiatan rehabilitasi hutan dan lahan kerjasama dengan IPPKH pada pemeliharaan tahun kedua.

“Target luasan perhutanan sosial di KPH Hulu Sungai untuk tahun 2020 ini sebesar 1300 hektare dan terbagi dalam dua RPH,” ucap Kinta membuka pertemuan terbatas tersebut.

Kinta menambahkan saat ini program RHL BPDAS APBN 2019 di KPH Hulu Sungai tercatat seluas 2075 hektare. Sementara  luasan program Rehabdas IPPKH PT. AGM tahap pemeliharaan tahun kedua seluas 190 hektar, serta PT. KPP yang sudah melewati tahap pemeliharaan seluas 86 hektare.

“Dari total luasan program RHL BPDAS HL dan Rehabdas sudah melebihi target. Tinggal para penyuluh turun ke lapangan dan memfasilitasi usulan perhutanan sosial. Kita bantu petani memiliki akses kelola lahan garapannya,” ujar Kinta.

Ia berpesan agar terus berkoordinasi dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa di tiap kabupaten masing – masing. Termasuk Bumdes dan pihak desa untuk operasionalisasi perhutanan sosial.

Sejalan dengan Kinta, Kepala Seksi Pemanfaatan Hutan KPH Hulu Sungai, Priyadi mengatakan penyuluh sekarang harus lebih gesit karena penyuluh benar – benar diperlukan di garis depan. “Ini menjadi angin segar bagi para kelompok yang mengajukan perhutanan sosial. Maret ini kemungkinan besar terbit lagi SK perhutanan sosial yang baru,” pungkasnya. (Kanalkalimantan.com/dishut)

Reporter : Dishut
Editor : Chell

Bagikan berita ini!
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

DISHUT PROV KALSEL

Anggota DPRD Kabupaten Asahan Sumatera Utara Kunjungi Tahura SA

Diterbitkan

pada

Diunggah oleh

Anggota DPRD Asahan saat mengunjungi Tahura Foto : Dishut

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU -Rabu, (26/3/2020), disela – sela kunjungan kerjanya ke Provinsi Kalimantan Selatan, anggota DPRD Kabupaten Asahan Sumatera Utara menyempatkan diri berkunjung ke Ekowisata Tahura SA Mandiangin.

Beberapa Spot Wisata yang dilihat yaitu Penangkaran Satwa, Puncak Tengger, Pesanggrahan Belanda dan yang terakhir Galeri Hasil Hutan Kalimantan. Di Galeri mereka memborong Madu Kelulut, Teh Kayu Bajakah, Kopi Aranio, Kain Sasirangan dan Gelang Kayu Pukah. Anggota DPRD tersebut sangat terkesan dengan pemandangan alam yang tersaji berupa barisan Pegunungan Meratus yang membentang luas.

Salah seorang anggota dewan menyatakan kekagumannya akan obyek wisata Tahura. Selain sebagai lokasi perlindungan hutan, juga bisa menjadi tempat rekreasi yang menarik. “Ini bisa menjadi isnpirasi di daerah kita nantinya. Terutama bagaimana model pengelolaan hutan wisata,” katanya. (Kanalkalimantan.com/dishut)

Reporter : Dishut
Editor : Chell

Bagikan berita ini!
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lanjutkan membaca

Paling Banyak Dibaca

-->