Connect with us

HEADLINE

Pindahan ke Terminal Baru Syamsudin Noor Dipercepat, Antisipasi Peak Season Libur Nataru

Diterbitkan

pada

Terminal baru “Jewel of Borneo” Syamsudin Noor mulai dioperasional 10 Desember 2019. Foto : fikri

BANJARBARU, Pembangunan terminal baru Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin di Banjarbaru, telah rampung. Sebagai wujud syukur, PT Angkasa Pura I Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin menggelar doa bersama dengan mengundang 2.000 anak yatim dari 11 pondok pesantren di Kalimantan Selatan. Doa bersama berlangsung di ruang keberangkatan terminal bandara yang dijuluki “The Jewel of Borneo” ini, Minggu (8/12) sore.

Usai doa bersama, Direktur Utama PT Angkasa Pura I Faik Fahmi memastikan, Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin siap dioperasikan dan telah diverifikasi Kemenhub RI. Jika tidak ada aral melintang, pada Senin (9/12) besok, akan dilaksanakan operasi boyongan. Maksudnya, operasi ini merupakan perpindahan dari terminal lama ke terminal baru.

“Rencana besok Senin itu kita (melaksanakan) operasi boyongan, dan di hari Selasa pengoperasiannya,” kata Faik Fahmi kepada Kanalkalimantan.com, Minggu (8/12) sore. Sehingga, dengan kesiapan terminal bandara yang telah mantap, PT Angkasa Pura I Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin siap menggelar operasi boyongan dari terminal lama menuju terminal baru.

Dipilihnya tanggal 10 Desember sebagai soft opening, menurut Fahmi, merupakan langkah mengantisipasi lonjakan penumpang. Apalagi, jelang memasuki peak season yaitu libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) mendatang.

“Sekarang ini, sifatnya masih soft opening. Kita operasikan dulu (terminal barunya), sebagai antisipasi kita untuk peak season Natal dan Tahun Baru, diharapkan pas Natal dan Tahun Baru sudah di terminal baru,” tambah Fahmi.

Diharapkan, dengan fasilitas bandara yang baru, Fahmi yakin akan berimplikasi pada permintaan penambahan frekuensi penerbangan dari dan menuju Banjarmasin melalui Bandara Syamsudin Noor. Tentunya, berdampak pula pada peningkatan wisatawan baik domestik maupun mancanegara menuju Banjarmasin.

“Dulu itu terbatas sekali di terminal lama. Penumpang kurang nyaman, maskapai yang beroperasi kurang nyaman. Sekarang kan (kapasitasnya) sudah 7 juta penumpang, jadi mereka mau menambah frekuensi dan menyesuaikan kapasitas pesawat itu tidak masalah,” jelas Fahmi.

Disinggung soal akses jalan menuju terminal baru dari arah kota Banjarmasin, Fahmi optimis pengerjaan jalan yang kini tengah dikebut akan rampung ketika terminal baru beroperasi. Apalagi, saat diresmikan pada akhir Desember mendatang. “Sekarang aksesnya sudah siap, tinggal diaspal,” tambah Fahmi.

Kendati demikian, untuk peresmian terminal baru Bandara Syamsudin Noor yang diproyeksikan pada 20 Desember 2019 mendatang, Fahmi masih menunggu kepastian apakah Presiden RI Joko Widodo yang meresmikannya. “Nanti peresmian secara resmi menunggu arahan dari pak Presiden,” kata Fahmi.

“Mudah-mudahan bandara ini menjadi ikon baru masyarakat Kalimantan Selatan. Menambah semangat pembangunan di Kalimantan Selatan berstandar internasional yang tidak kalah dengan bandara lain. Dan bisa dimanfaatkan maksimal dan mendorong perekonomial di Kalimantan Selatan dan mendorong program pemerintah provinsi. Seperti mendorong kegiata pariwisata sehinggabandara ini layak dipromosikan untuk dimanfaatkan sebagai promosi pariwisata ,” pungkas Fahmi. (fikri/rico)

Reporter : Fikri/rico
Editor : Bie

 

Bagikan berita ini!
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
-->