Connect with us

Bisnis

Pertamina Operasikan 27 SPBU BBM 1 Harga di Kalimantan

Diterbitkan

pada

PT Pertamina saat mensosialisasikan berbagai pencapaian yang sudah mereka raih kepada puluhan insan pers di wilayah Kalimantan. Foto : Arief Rahman

BANJARMASIN, Guna menciptakan keadilan di bidang energi, PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) VI hingga November 2018 telah membangun sedikitnya 27 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Bahan Bakar Minyak (BBM) 1 harga.

Bahkan diklaim Region Manager Communication & CSR Pertamina Kalimantan Yudi Nugraha, pembangunan SPBU BBM 1 harga dapat melayani masyarakat di lokasi 3T (terdepan, terluar, tertinggal) yang tersebar di 5 provinsi di Kalimantan.

“Pertamina telah bersama-sama dengan pihak terkait seperti Kementerian ESDM, BPH Migas maupun pemerintah daerah setempat telah mengembangkan program ini sejak 2016. Walaupun menghadapi banyak tantangan, Alhamdulillah target dari pemerintah dapat kami penuhi,” ungkap Yudi, Senin (3/12/2018).

Lebih lanjut dijelaskan, target tersebut tidak berhenti di tahun 2018 saja. Di tahun 2019 pihaknya masih memiliki target sejumlah 8 titik lagi, diantaranya 2 titik di Kalimantan Barat, 5 di Kalimantan Tengah dan 1 di Kalimantan Utara.

Sedangkan yang sudah beroperasi sebanyak 1 titik di tahun 2016, 10 titik di 2017 dan 16 titik di 2018 dengan persebaran 6 titik di Kalimantan Tengah, 7 di Kalimantan Utara, 7 di Kalimantan Barat, 2 di Kalimantan Selatan dan 5 di Kalimantan Timur.

“Di tengah tantangan kondisi geografis dan infrastruktur di Indonesia, program ini menjadi sumbangsih Pertamina dalam pembangunan daerah terluar, terdepan, tertinggal di Indonesia. Rata-rata penyaluran di berbagai lokasi mulai di angka 8 KL per hari. Produk yang disalurkan bervariasi diutamakan produk Jenis BBM Tertentu (JBT) dan Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP),” tambahnya.

Memang diakuinya, masing-masing lokasi memiliki tantangan yang beragam. Sebagai contoh di Krayan Kalimantan Utara. PT Pertamina harus menggunakan 4 pergantian jenis moda transportasi, salah satunya menggunakan pesawat air tractor. Ongkos angkut yang harus dibayarkan Pertamina ke Krayan menjadi salah satu yang tertinggi.

“Harapan kami program BBM 1 Harga dapat memberikan efek jangka panjang yakni perkembangan ekonomi ataupun infrastruktur di lokasi 3T. Kami mohon dukungan agar bisnis Pertamina dapat semakin berkembang sehingga support kami kepada program BBM 1 Harga dapat semakin baik kami berikan,” pungkas Yudi. (arief)

Realisasi BBM 1 Harga Tahun 2018:

  1. Seimenggaris, Kaltim (8 Maret 2018)
  2. Belantikan Raya, Kalteng (1 Agustus)
  3. Sungai Boh, Kaltara (1 Agustus)
  4. Katingan Kuala, Kalteng (27 Agustus)
  5. Sengah Temila, Kalbar (29 Agustus)
  6. Gn Purei, Kalteng (29 September)
  7. Daha Barat, Kalsel (27 September)
  8. Loksado, Kalsel (22 September)
  9. Teweh Timur, Kalteng (29 September)
  10. Pekat Kamipang, Kalteng (25 September)
  11. Biatan, Kaltim (22 September)
  12. Kayan Selatan (30 Oktober)
  13. Lumbis, Kaltara (26 September)
  14. Krayan Selatan, Kaltara (27 September)
  15. Nanga Sokan, Kalbar (20 September)
  16. Sintang, Kalbar (26 September)
Reporter : Arief
Editor : Abi Zarrin Al Ghifari

Bagikan berita ini!