Connect with us

HEADLINE

‘Pengajian’ Abah Itab Sudah Lama Dicurigai, Pernah Ingin Ditutup MUI Kabupaten Banjar


Guru Khalil : Masyarakat Kabupaten Banjar Harus Waspada ‘Pengajian’ Berkedok Agama


Diterbitkan

pada

Bupati Banjar KH Khalilurrahman Foto : rico

MARTAPURA, Terkuaknya perbuatan kasus asusila yang dilakukab Abah Itab menjadi pelajaran bagi banyak pihak. Bahkan, sejak kemunculan praktek dukun berkedok ‘pengajian agama’ di desa Kampung Melayu Tengah, Kecamatan Martapura Timur, jauh-jauh hari Bupati Banjar KH Khalilurrahman sudah mewanti-wanti kepada masyarakat agar tidak mengikuti ‘pengajian’ berkedok agama itu.

“Sejak pengajian dibuka, saya sudah mewanti-wanti masyarakat bahwa pengajian itu tidak benar,”  ujar KH Kahlilurrahman saat ditanya terkait kasus asusila Abah Itab yang bernama M Said Attap Tazani.

Pun, Guru Khalil -biasa disapa- mengaku tidak terkejut kalau Abah Itab ditahan oleh Polres Banjarbaru, sebab selama ini dirinya sudah menaruh curiga dengan aktivitas ‘pengajian’ berkedok agama itu.

Kala itu, sebelum menjadi Bupati Banjar, ia sudah mencurigai sesuatu yang tidak benar dan tidak lazim ada ‘pengajian’ Abah Itab.



“Waktu itu sempat akan ditutup aktivitas tersebut saat masih saya menjabat sebagai Ketua MUI Kabupaten Banjar,” ujar Guru Khalil.

“Tapi karena waktu itu temanya pengajian pasti apa yang saya lakukan akan ditentang masyarakat. Namun sekarang semua sudah tahu kalau pengajian itu tidak benar, itu karena dia menggunakan jin,” ujar Guru Khalil.

Bupati Banjar pun sering kali mengingatkan kepada warga di Kabupaten Banjar agar tidak begitu mudah percaya dan mengikuti pengajian-pengajian agama yang terlihat aneh. “Karena pengajian-pengajian itu sering kali menyimpang. Harus dilihat siapa orangnya, dimana pernah berguru, pokoknya lihat betul-betul riwayat orang yang membuka sebuah pengajian. Masyarakat Kabupaten Banjar harus waspada adanya pengajian-pengajian yang sifatnya menyimpang,” beber Guru Khalil.

Foto : istimewa

Sekedar diketahui, Abah Itab membuka praktek ‘pengajian’ berkedok agama dengan modus mengaku seorang Waliyullah. Bahkan dengan berani mengaku seorang pembimbing rohani menuju Tuhan, dalam bahasa kajian ilmu tasawuf sering disebut Syekh Murobbi Mursyid alias guru besar pemmbimbing. Nah, karena minimnya pengetahuan agama Islam yang kokoh dan benar, jamaah sering kali menjadi korban. Oleh Abah Itab, titel ‘Syekh Murobbi Mursyid’ dijual kepada calon korbannya, apabila tidak mau menuruti kehendak ‘sang guru besar pembimbing’ abal-abal tersebut, maka korban diancam akan dilaknat dan dapat musibah seumur hidup.

Begitu lah cara dukun cabul Abah Itab memperdaya mangsanya.

Ihwal penangkapan tersangka dukun cabul Abah Itab sendiri, didasari dengan laporan ke pihak polisi benomor : LP:07/I/2018/KALSEL/Res Banjarbaru pada tanggal 8 Januari 2018 lalu, dengan pelapor berinisial M (20).

Dalam laporan itu, M melaporkan Abah Itab yang telah melakukan tindak pidana persetubuhan terhadap anak di bawah umur yang terjadi sekitar tahun 2014 sampai dengan November 2017 di dua wilayah berbeda. Yakni di Kelurahan Cempaka, Kecamatan Cempaka dan Kelurahan Komet, Kecamatan Banjarbaru Utara. (devi)

Reporter: Devi
Editor: Abi Zarrin Al Ghifari


iklan

Disarankan Untuk Anda

Paling Banyak Dibaca

-->