PUPR PROV KALSEL
Pembangunan Masjid Raya Syech Muhammad Arsyad Al Banjari Dimulai
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Kalimantan Selatan dan Bidang Cipta Karya pengerjaan pembangunan Masjid Raya Muhammad Arsyad Al Banjari Ibu Kota Provinsi Kalimantan Selatan mulai dilaksankan.
Prosesi peletakan batu pertama dilakukan Selasa (6/12/2022) siang. Diawali pembacaan manaqib Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari, oleh KH Ahmadi, tausiah oleh KH Wildan Salman, pimpinan Madrasah Darussalam Tahfidz dan Ilmu Al-Qur’an Martapura.
Kemudian, diiringi selawat, Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor melakukan peletakan batu pertama yang kemudian diiringi para alim ulama dan para habaib.
Paman Birin, panggilan akrab Sahbirin Noor, usai peletakan batu pertama itu menghrapkan masjid raya ini memberikan manfaat bagi pemberdayaan umat.
“Tidak hanya menjadi tempat ibadah yang nyaman, tapi juga dapat dimanfaatkan untuk kegiatan dakwah, pendidikan, sosial ekonomi. Alhamdulillah, pembangunannya dapat kita wujudkan mulai hari ini,” ujar gubernur.

Sementara , Kepala Dinas PUPR Kalsel, Ir Ahmad Solhan ST, MT menjelaskan, juga dibangun sarana pendukung masjid, seperti aula, kamar penginapan, serta embung. bangunan pendukung terdapat 2 unit seluas 2.160 m2eter per segi dan diperkirakan masjid ini memiliki daya tampung sekitar 3.000 jemaah
Pengerjaan masjid, ungkap Solhan, dilaksanakan secara multiyears, yaitu tahap 1 tahun 2022, kemudian tahap kedua tahun 2023-2024.
Baca juga: Realisasi Pembangunan Jalan di Desa Mawar Mekar, Begini Kata Wakil Rakyat Kapuas
Lebih jaugh dia mengatakan, luas areal keseluruhan tanah pada komplek Masjid Raya Syech Muhammad Arsyad Al-Banjari ini adalah 11, 75 hektare. Sedangkan luas bangunan masjid 4.650 meter persegi dengan daya tampung 3.000 orang.
“Desain masjid ini berbentuk limas dengan sistem sirkulasi dan pencahayaan dilakukan secara terbuka,” ungkap mantan Kadis PUPR Kabupaten Banjar itu.
Prinsip desain masjid menggunakan konsep bangunan tropis untuk memaksimalkan angin dan cahaya alami masuk kedalam bangunan, dengan pencahayaan matahari secara maksimal dan penggunaan energi alternatif pada atap bertujuan meminimalkan penggunaan listrik PLN.
Pembangunan masjid juga mengadapasi nilai budaya sehingga memiliki ciri khas yang kuat guna menjadikan icon keagamaan yang tidak meninggalkan akar budaya di mana masjid berdiri. Penggunaan arsitektur vernakular, tradisional dan modern menjadikan masjid sebagai ikon kawasan yang tetap sederhana. (kanalkalimantan.com/rls)
Reporter: rls
Editor: Dhani
-
Kota Banjarmasin3 hari yang laluTata Kelola Sampah di Banjarmasin Masih Buruk, Ini Salah Satu Solusi yang Ditawarkan
-
Kalimantan Barat2 hari yang laluDaftar Tatung Legendaris yang Tampil di Cap Go Meh Singkawang 2026: Sosok di Balik Ritual Mistis
-
Kalimantan Selatan1 hari yang laluWakapolda Kalsel Janjikan Zero Tolerance Pelanggaran Anggota
-
HEADLINE2 hari yang laluDitagih Mahasiswa, Kasus-kasus Polda Kalsel Libatkan Polisi yang Tak Tuntas
-
HEADLINE3 hari yang laluAS-Israel Serang Iran, Ini Dampaknya ke RI
-
Kabupaten Hulu Sungai Utara2 hari yang laluPasar Murah Diskoperindag HSU di Desa Tambalang Raya

