Hukum
Sabu 29 Kg Masuk Banjarmasin Jalur Darat dari Kalbar
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU — IW yang diduga terafiliasi jaringan narkotika internasional Fredy Pratama diringkus di salah satu hotel di Jalan AES Nasution, Kampung Gadang, Kota Banjarmasin, Jumat (20/2/2026) lalu.
Lelaki tersangka pembawa sabu puluhan Kg beserta ekstasi itu ditangkap polisi dalam ungkap kasus tindak pidana Narkotika Ditresnarkoba Polda Kalimantan Selatan (Kalsel) di Banjarbaru, Selasa (24/2/2026).
Kapolda Kalsel, Rosyanto Yudha Hermawan mengatakan, dari pengungkapan tersebut, petugas menyita barang bukti sabu seberat 29.944,33 gram atau hampir 30 kilogram serta 15.056 butir ekstasi.
Baca juga: ‘Darurat Sampah’ Banjarmasin, Investor Tawarkan Pabrik Pengelolaan Sampah

Irjen Pol Yudha menambahkan, narkotika jenis sabu oleh tersangka IW akan diedarkan di wilayah Banjarmasin. Jaringan ini membawa barang haram sabu melalui jalur darat lintas Kalimantan dari Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, hingga. masuk ke Banjarmasin, Kalimantan Selatan sebagai wilayah peredaran.
“Target edar di tempat hiburan malam dan bandar-bandar yang ada di Banjarmasin,” ujar Irjen Pol Yudha.
Baca juga: KPK Awasi Impor 105.000 Mobil India untuk Kopdes Merah Putih
Saat ini, kepolisian masih melakukan pengembangan untuk mengungkap jaringan yang lebih luas, termasuk kemungkinan keterlibatan pelaku lain.
“Kami berkomitmen untuk memberantas peredaran narkoba yang merusak generasi muda,” ungkapnya.
Polda Kalsel mengimbau masyarakat untuk aktif melaporkan apabila melihat aktivitas mencurigakan di lingkungan tempat tinggal. (Kanalkalimantan.com/fahmi)
Reporter: fahmi
Editor: bie
-
Kalimantan Selatan1 hari yang laluDua Putra-Putri Terbaik Kalsel Ikuti Pelatihan Paskibraka Nasional 2026
-
Kabupaten Banjar1 hari yang laluDukung Sensus Ekonomi 2026, Bupati Banjar Jadi Responden Perdana
-
Olahraga3 hari yang laluMusprov Luar Biasa Kormi Kalsel Digelar
-
DPRD KAPUAS1 hari yang laluAnggota DPRD Kapuas Dorong Raperda Pengendalian Minuman Beralkohol
-
DPRD Kota Palangka Raya3 hari yang laluAnggota DPRD Palangka Raya Mendorong Penanganan Kawasan Kumuh
-
HEADLINE2 hari yang laluPuncak Kemarau di Kalsel Diprediksi Terjadi Agustus – September


