Connect with us

Bisnis

KPw BI Kalsel Menggelar Capacity Building Jurnalis 2026

Diterbitkan

pada

Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Provinsi Kalimantan Selatan memberikan penguatan bagi awak jurnalis melalui kegiatan capacity building, 10-11 Februari 2026 di Batulicin. Foto: risa

KANALKALIMANTAN.COM, BATULICIN – Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Provinsi Kalimantan Selatan menggelar acara Capacity Building Jurnalis 2026 selama dua hari di Batulicin, Kabupaten Tanah Bumbu, 10-11 Februari 2026.

Kegiatan diikuti 50 jurnalis ekonomi dari media cetak, elektronik, dan daring di Kalimantan Selatan mengusung tema “Dari Rumit ke Relevan, Strategi Menyampaikan Isu Ekonomi agar Mudah dipahami Masyarakat”. Dibuka dengan pemaparan oleh Deputi KPw BI Perwakilan Kalimantan Selatan, Aloysius Donanto HW.

Aloysius mengungkapkan, media massa memiliki peran yang begitu penting dalam pemberitaan kepada masyarakat dengan cara yang lebih sederhana dan dekat dengan masyarakat. Hal itu agar masyarakat dapat memahami kondisi ekonomi daerah dan bijak dalam bersikap mengambil keputusan ekonomi di keseharian.

Baca juga: Gubernur Kalsel Kunjungi Warga Desa Pondok Bababaris

Capacity Building Jurnalis 2026 selama dua hari di Batulicin, Kabupaten Tanah Bumbu, 10-11 Februari 2026. Foto: risa

Dia mengharapkan dengan diadakannya capacity building, para jurnalis dapat memberikan pemahaman yang lebih relevan terkait ekonomi daerah untuk masyarakat yang ada di Banua.

Aloysius mengatakan kegiatan ini menjadi sarana penyegaran (refreshment) bagi wartawan di Banua, agar mampu memahami dan menyampaikan keterkaitan kondisi ekonomi global, nasional, dan regional dengan realitas ekonomi daerah.

“Kegiatan ini kami lakukan sebagai refreshment bagi seluruh wartawan, khususnya jurnalis ekonomi, agar dapat melihat relevansi kondisi perekonomian saat ini dengan kondisi di Banua, baik yang bersifat lokal, regional, nasional, maupun global,” ujarnya.

Menurut Aloysius, pemahaman tersebut sangat penting karena masyarakat dan para pemangku kepentingan di daerah, termasuk pemerintah daerah, membutuhkan informasi yang tepat dalam menghadapi berbagai dinamika ekonomi, terlebih menjelang Ramadan yang identik dengan meningkatnya kebutuhan dan konsumsi.

Deputi KPw BI Perwakilan Kalimantan Selatan, Aloysius Donanto HW. Foto: risa

“Banyak hal yang perlu dipahami oleh masyarakat dan stakeholder di daerah. Pada akhirnya, perhatian masyarakat tidak akan jauh dari kestabilan harga, ketersediaan barang, dan yang paling sering menjadi sorotan adalah inflasi tingkat harga,” jelasnya.

Menjelang Ramadan Bank Indonesia memiliki fokus utama pada dua aspek, yakni menjaga stabilitas harga dan memastikan ketersediaan uang kartal di masyarakat.

“Untuk Ramadan, fokus BI jelas. Pertama stabilitas harga, dan kedua ketersediaan uang, termasuk pecahan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” katanya.

Baca juga: Dari Rakor Bulanan: 1.398 Pegawai Non ASN Digaji APBD, Alarm Banjarbaru Menjadi “Kota Kotor”

Aloysius juga menyebut bahwa upaya pengendalian inflasi selama ini dilakukan melalui kerja sama erat dengan pemerintah daerah. Bentuk kolaborasi tersebut meliputi pemantauan perkembangan harga dan inflasi di titik-titik pengukuran inflasi, serta pelaksanaan berbagai kebijakan pengendalian inflasi di daerah.

“Bank Indonesia bersama pemerintah daerah menjalankan kebijakan terkait inflasi, termasuk mendukung subsidi transportasi komoditas dan membantu mempertemukan wilayah yang memiliki produksi berlebih dengan wilayah yang membutuhkan,” ungkapnya.

Wakil Kepala Desk Ekonomi dan Bisnis, Aris Prasetyo. Foto: risa

Sementara Wakil Kepala Desk Ekonomi dan Bisnis, Aris Prasetyo yang memaparkan terkait bagaimana strategi pengemasan artikel ekonomi dan bisnis terlihat menarik dan mudah dipahami oleh masyarakat.

“Strategi untuk meningkatkan daya tarik adalah dengan menggunakan analogi sederhana,” ujarnya.

Aris memberikan contoh untuk penggambaran angka sekian persen atau sebagainya itu bisa diilustrasikan dengan cara lain yang lebih dekat dengan keseharian.

“Misal angka inflasi, itu diumpamakan saja dengan makanan atau cicilan rumah atau hal lain yang lebih dekat dengan keseharian kita,” tutupnya. (Kanalkalimantan.com/risa)

Reporter: risa
Editor: bie


iklan

Komentar

MUSIC HITS with VOA


Disarankan Untuk Anda

Paling Banyak Dibaca