Connect with us

Kab. HSU

Pelatihan Makanan Olahan Bergizi Kader Posyandu Desa se HSU

Diterbitkan

pada

Pelatihan pengolahan pangan yang baik para ibu dan kader Posyandu desa se Kabupaten HSU. Foto : dewahyudi

AMUNTAI, Kurangnya perhatian dari orang tua terhadap kebutuhan gizi anak menjadi salah satu problem dasar tingginya angka stunting. Karena itu perlu ada upaya pemerintah serta seluruh lapisan masyarakat bersama berpartisipasi menekan permasalahan stunting. Salah satunya dengan cara pemberian makanan tambahan bagi ibu hamil dan balita.

Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) Hj Anisah Rasyidah Wahid berharap pelatihan pengolahan pangan yang baik para ibu dan kader Posyandu desa dapat terus-menerus mempraktekan di kehidupan sehari-hari, terutama pengolahan pangan tambahan bagi ibu hamil dan balita yang sangat membutuhkan gizi tambahan.

Hal tersebut diutarakannya kepada Kanalkalimantan disela peninjauan kegiatan pelatihan teknis pengolahan pangan selama 3 hari oleh Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten HSU kepada 20 peserta ibu-ibu dan para kader posyandu di Dekranasda HSU, Sabtu (26/1).

Lebih lanjut Anisah mengatakan, hasil dari pemberian pelatihan ini diharapkan dapat dipraktekkan kader Posyandu di desa masing-masing dalam berbagai kegiatan seperti kegiatan Posyandu sekaligus pemberian makanan tambahan bagi ibu dan balita. Kader posyandu bisa menyediakan menu sehat dalam berbagai bentuk, tidak melulu menu yang umum digunakan.

“Jangan sampai pemberian makanan tambahan kegiatan Posyandu menunya kue untuk atau lontong karena gizinya tidak sesuai dengan ibu hamil dan balita,” tuturnya.

Anisah menambahkan, melalui pelatihan pengolahan pangan ini juga nantinya dapat memberikan ide-ide inovatif dalam hal pengolahan makanan, khususnya pemberian makanan tambahan yang menarik dan membuat minat bagi balita.

Salah seorang peserta, Mardiah mengakui kegiatan ini sangat bermanfaat, sehingga nanti dapat dipraktekkan di rumah. “Olahan panganan ini bisa kami praktekkan lagi sewaktu ada kegiatan Posyandu,” ujarnya. Ia mengaku baru pertama kali mengolah panagan unik berbahan labu menjadi bermacam-macam, padahal menurutnya biasanya mengolah labu hanya sekedar untuk pelengkap sayuran saja. (dew)

Reporter : Dew
Editor : Abi Zarrin Al Ghifari

Bagikan berita ini!
  • 1
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    1
    Share
-->