Connect with us

HEADLINE

Pegunungan Meratus Jadi Geopark Nasional, Pemprov Kalsel Rilis Dua Geosite Tahun Ini!

Diterbitkan

pada

Pemerintah menjelaskan kawasan Meratus akan masuk bagian dari Geopark Nasional . Foto 1: net/lingga pratama

BANJARBARU, Mimpi menjadikan Pegunungan Meratus, Kalsel sebagai Taman Bumi (Geopark) akhirnya terwujud. Pemprov Kalsel akan segera mendeklarasikan Geopark Nasional Pegunungan Meratus setelah sebelumnya mendapat sertifikat nasional dari Kementrian Maritim pada Desember 2018 lalu.

“Tanggal 24 Februari ada deklarasi di Kiram Park, Kabupaten Banjar. Dilaksanakan oleh Forum Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) Sektor Pertambangan Provinsi Kalsel,” kata Kepala Dishut Kalimantan Selatan Hanif Faisol Nurofiq, Selasa (12/2) di Kantor Dinas ESDM Kalsel.

Hanif juga mengatakan, Geo Park menjadi salah satu langkah Pemprov untuk mengembangkan dan meningkatkan kualitas lingkungan hidup. Dengan adanya Geo Park ini juga banyak wilayah-wilayah yang kaya akan kelestarian cagar alam dan budayanya semakin terlindungi. “Peningkatan kualitas lingkungan hidup tidak hanya menanam, tapi pencegahan juga semakin ditingkatkan. Mulai dari penanganan spesies dan penetapan geopark” bebernya.

Dishut Kalsel dan Dinas ESDM Kalsel gelar jumpa pers terkait geopark Kalsel Foto 2: Rico

Kepala Dinas ESDM Kalsel Isharwanto menjelaskan, di dalam Geopark Nasional Pegunungan Meratus mencangkup 36 lokasi wisata yang terbentuk dari susunan geologi, biologi dan kebudayaan atau disebut Geosite di 10  Kabupaten/kota di Kalsel. Nantinya ke 36 Geosite ini akan dikelola oleh para pelaku usaha pertambangan pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP).

“Geosite ini dekat dengan perusahaan pertambangan yang menjadi orang tua asuh atau penanggung jawab. Misalnya ada di lokasi Geosite berupa goa, dari perusahaan dapat mengembangkan ke masyarakat sehingga meningkatkan pariwisata dan ekonomi di daerah setempat” ujarnya.

Nah, ke-36 titik geosite Geopark ini berada di 10 kabupaten/kota. Terbanyak berada di kawasan pegunungan Meratus Kabupaten Hulu Sungai Selatan dan Hulu Sungai Tengah. Untuk pemilihan lokasi-lokasi Geosite juga telah melalui kajian penilaian kurang lebih selama 1 tahun pada 2018 lalu.

Adapun geosite yang diusulkan berupa hutan, goa, air terjun, danau, perbukitan, pegunungan karst, lembah dan sebagainya. Termasuk kawasan pendulangan intan Cempaka Kota Banjarbaru. Pembangunan geopark yang tersebar sepanjang kawasan pegunungan Meratus, Cekungan Barito dan Cekungan Asam-asam ini akan terintegrasi dengan melibatkan instansi terkait di antaranya Dinas Lingkungan Hidup, Kehutanan, Pariwisata hingga PU.

Rencananya, ke-36 Geosite ini akan dirilis bertahap tiap tahunnya. Pada tahun 2019 ini, Pemprov Kalsel akan merilis 2 Geosite yang ada di kawasan wisata Kahung dan di Mandi Angin yang kedua berada di wilayah Kabupaten Banjar. Hal ini dilakukan agar ke 36 Geosite fokus dilakukan pembangunan dan pengembangan

“Sehingga untuk pertahun akan ada fokus kegiatan pengembangan Geosite yang akan di pihak pertambangan melalui CSR atau forum PPM. Setelah tersusun skenario penahapan pembangunan Geosite, pembangunan masyarakatnya juga penting” ujar Kadishut Kalsel.

Menurut laporan Kadishut Kalsel, saat ini di kedua lokasi Geosite, pembangunan tracking sudah sangat masiv. Puluhan miliar sudah dikucurkan untuk membangun di Kahung yang menjadi destinasi wisata Internasional. Sedangkan di Mandi Angin di kelas lokal atau Provinsi Kalsel. Tidak hanya itu Dinas dinas terkait tengah gencar melakukan pembinaan di segala aspek di semua sektor.

“Dinas Pertanian dan Dinas Perikanan terlibat sehingga sebelum masuk ke lokasi geosite, pengunjung akan disajikan dengan Desa Wisata. Masyarakatnya sangat antusias dan menjadi modal besar kita,” ujar Hanif.

Terkait pengembangan Geosite dan masyarakat, Ketua Forum PPM Sektor Pertambangan Prov Kalsel, Dindin Makinnudin menjelaskan keterlibatan pihaknya mengacu dalam Keputusan Menteri ESDM 1824 yang  mengatur rencana strategi yang ada di Provinsi dalam bentuk Blue Print PPM.

“Masyarakat di lingkar Pegunungan Meratus harus siap dan peduli karena lokasinya menjadi sorotan dari luar. Jika konsepnya geo wisata paling tidak ada 3 unsur yang dipersiapkan yaitu apa yang bisa kita liat, kita rasakan dan apa yang bisa kita bawa pulang” ujarnya.

Setelah terselenggaranya deklarasi, Forum PPM Prov Kalsel akan melakukan langkah-langkah terukur dengan melakukan koordinasi dengan lingkup masyarakat untuk membentuk Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) yang bertugas menyosialisasikan sapta pesona. Sedangkan, langkah kedua dengan berkoordinasi dengan Pemerintah Desa karena ada Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) dan LSM lokal yang juga harus diberdayakan.

“Tanggung jawab sosial perusahaan pertambangan di aera tersebut untuk memberdayakan secara kelembagaan. Hal ini diatur juga dalam Kepmen 1824 terkait penguatan kelembagaan. Jadi tidak hanya mencari uang modal untuk ekonomi, kesehatan pendidikan” bebernya kepada awak media.

Perlu diketahui, pembangunan Geopark juga terbatas, tidak dikembang luaskan yang mana dikhawatirkan akan menggangu kelestarian Geopark itu sendiri.

Selain itu, di area Geosite terdapat yang lokasi dilindungi sebagai contoh misalnya goa yang masih otentik, alami dan tidak boleh diganggu. Area ini akan diberi pengamanan dan pagar sehingga tidak rusak kelestariannya. Sedangkan untuk lokasi pendukung, di luar area  bisa dibuat bangunan WC umum dan parkir.

Pada deklarasi nanti, Forum PPM telah menyiapkan bintang tamu untuk menarik perhatian masyarakat. Selain itu bintang tamu tersebut  juga adalah musisi yang peduli lingkungan yaitu Slank. Nantinya deklarasi yang digelar di objek wisata Kiram, Kabupaten Banjar akan digelar dari pukul 14.00 – 17.00 Wita. (rico)

Reporter:Rico
Editor:Cell

Bagikan berita ini!
  • 14
    Shares