Metode Penyuluh Pertanian Harus Mengikuti Kemajuan IT - Kanal Kalimantan
Connect with us

Advertorial

Metode Penyuluh Pertanian Harus Mengikuti Kemajuan IT

Diterbitkan

pada

Prof Ir H Luthfi Fatah Ms, Dekan Fakultas Pertanian ULM Banjarbaru, saat menjadi narasumber seminar Perhimpunan Penyuluh Pertanian Indonesa (Perhiptani). Foto : rendy

MARTAPURA, Menghadapi metode penyuluh di zaman serba canggih seperti sekarang, para penyuluh pertanian dituntut harus lebih maju dan lebih tahu dari petani dengan metode Kompas. Metode Kompas yaitu komitmen otoritas, motifasi para pelaku, peta jalan dan sumberdaya manusia.

Begitu menurut Prof Ir H Luthfi Fatah Ms guru besar dan Dekan Fakultas Pertanian Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarbaru, saat menjadi narasumber Seminar Perhimpunan Penyuluh Pertanian Indonesa (Perhiptani) di Mahligai Sultan Adam Martapura, Kamis (12/7).

Menurut Prof Luthfi, kemajuan Information and Technology (IT) saat ini semakin lama semakin berkembang dengan pesat, tentunya berpengaruh terhadap metode penyuluh pertanian di zaman sekarang. Artinya, jika tidak diimbangi dan menyesuaikan maka kita akan ditinggalkan.

“Kita harus menyesuaikan kemajuan Information and Technology di zaman sekarang, apabila tidak diimbangi dan tidak disesuaikan, maka kita yang akan ditinggalkan, bisa saja di tengah kemajuan IT ini para petani lebih tahu dari pada penyuluhnya jika hal itu tidak diimbangi,” jelasnya.

Untuk hal tersebut solusinya, sebagai narasumber dan penyuluh bagi para petani Luthfi menjeleskan, ada metode yang harus diterapkan dalam penyuluhan yang dapat dilakukan di segala zaman. Seperti metode Kompas yaitu komitmen otoritas, motifasi para pelaku, peta jalan dan sumberdaya manusia.

Lebih jauh Luthfi menjelaskan, salah satu metode kompas itu sendiri yakni komitmen otoritas sangat diperlukan, artinya harus mengarahkan orotiras agar memberi perhatian.

“Jadi para penguasanya harus kita ajak supaya tahu dan mengerti bahwa pertanian itu penting, dan ini yang saya sebut komitmen otoritas,” ujarnya.

Dengan metode Kompas, Luthfi mengharapkan kepada para penyuluh agar lebih perhatian dan menyadari, penyuluhan itu tidak bisa berdiri sendiri dan perlu kerjasama dengan pihak yang lain, sehingga dibelakang perlu support dengan komitmen otoritas.

“Saya sangat mengharapkan supaya teman-teman penyuluhan pertanian bisa lebih bagus lagi, mengingat yang saya lihat sekarang pengambil kebijakan sudah lebih meperhatikan dunia pertanian. Para penyuluh sudah mendapat dukungan sepenuhnya dari pemerintah,” pungkas Luthfi. (rendy)

Reporter : Rendy
Editor : Abi Zarrin Al Ghifari

Bagikan berita ini!
  • 1
    Share
Advertisement

Headline

Trending Selama Sepekan