Merekam Ingatan John Tralala, Persembahan 100 Hari Wafatnya Sang Maestro - Kanal Kalimantan
Connect with us

Budaya

Merekam Ingatan John Tralala, Persembahan 100 Hari Wafatnya Sang Maestro

Diterbitkan

pada

Pementasan JT Junior di Gedung Balairung Sari yang cukup memukau Foto : mario

BANJARMASIN, Memperingati 100 hari wafatnya maestro Madihin Kalsel, H M Yusran Efendi atau yang dikenal John Tralala, JT Junior mengadakan acara ‘100 Karya John Tralala’ di gedung Balairung Sari Taman Budaya Banjarmasin, Minggu (14/10) malam.

Kegiatan yang berlangsung dari pukul 19.00- 22.00 Wita ini menampilkan karya-karya John Tralala yang dibawa oleh para seniman, obrolan tentang John Tralala, dan ditutup madihin yang ditampilkan oleh JT Junior.

Kepala UPTD Taman Budaya Kalsel Surhayanti merasa senang gelar 100 Karya John Tralala berjalan lancar. Dia mengatakan, kegiatan ini upaya untuk tetap merekam ingatan terhadap pengabdian John Tralala sebagai maestro madihin Banua.  Kegiatan ini pun menjadi spesial karena madihin dibawakan oleh 15 orang.

“Saya memiliki harapan besar agar madihin ini bisa dikenal hingga keluar daerah dan lebih banyak lagi orang yang tahu bahwa madihin bisa pula ditampilkan dengan banyaknya pemadihin tanpa sama sekali mengurangi estetikanya,” ungkap Surhayanti.

Ia juga mengharapkan agar suatu saat kesenian madihin ini bisa mereka kolaborasikan dengan kesenian lainnya seperti drama.

Sosok John Tralala bagi Surhayanti adalah seniman yang bisa dibanggakan. Ia merupakan pribadi yang tidak sombong meskipun sudah dikenal oleh banyak orang. “Beliau tetap merakyat dengan siapapun dan selama ia diundang dalam kegiatan apapun oleh taman budaya pasti tidak pernah memasang target perihal innsentif. Asalkan madihin bisa berlangsung,” kenangnya.


Maret 2017 lalu, adalah kali terakhir taman budaya mengundang John Tralala untuk menampilkan keahliannya.

15 pemadihin yang ditampilkan dalam acara penutup ini adalah orang-orang yang tergabung dalam JT Junior yang merupakan Next Generation Madihinesia . Mereka adalah anak-anak almarhum yang tetap ingin mempertahankan madihin sebagai salah satu kekayaan budaya Banjar. JT Junior merasa sangat terkesan atas antusiasme masyarakat terhadap pergelaran ini. Rencananya pergelaran ini juga akan mereka agendakan agar bisa diadakan setiap tahunnya.

Dari awal memang JT Junior sudah mempersiapkan bahwa mereka ingin menampilkan madihin yang langsung dibawakan secara kolosal. “Karena kami ingin menyuguhkan hal yang terbaik dan berbeda untuk pergelaran yang memang sudah kita persiapkan untuk mengenang perjalanan almarhum dan inilah hasilnya.”

15 orang yang tergabung ini berasal dari masing-masing daerah di Kalsel. Hal ini merupakan kali pertama penampilan madihin yang dibawakan oleh seluruh perkumpulan pemadihin Kalsel. Penampilan madihin dengan jumlah sebanyak ini juga merupakan yang pertama kalinya.

“Tujuannya adalah selain kembali mengingat nama almarhum John Tralala, hal ini juga bertujuan untuk memperkenalkan komunitas madihin tersebut.”

Harapan ke depannya adalah agar JT Junior bisa terus memperjuangkan dan melanjutkan perjuangan John Tralala. Bukan hanya madihin kocak tapi juga melalui lagu dan lainnya. (mario)

Reporter : Mario
Editor : Chell

Bagikan berita ini!
Advertisement

Headline

Trending Selama Sepekan