Connect with us

HEADLINE

Mengharap ‘Berkah Dolar’ Turisme di Kalsel Usai Peresmian Bandara Baru Syamsudin Noor

Diterbitkan

pada

Turisme menjadi tantangan baru Pemprov kalsel pasca memiliki bandara baru bertaraf internasional Foto : fikri

BANJARMASIN, Operasional terminal baru Bandara Syamsudin Noor menjadi tantangan sendiri bagi Pemprov Kalsel untuk menghidupi sektor pariwisata. Status sebagai bandara internasional mestinya mampu membuka ‘berkah dolar’ dari turis domestik maupun mancanegara yang berkunjung ke Kalsel. Mampukah Dinas Pariwisata menjawab?

Usai peresmian bandara baru Selasa (10/12) lalu, Gubernur Kalsel Sahbirin Noor dalam kesempatan pertemuan tahunan Bank Indonesia mengatakan, pentingnya menumbuhkan sektor pariwisata Kalsel.

“Keberadan bandara sebagai pintu masuk tamu-tamu yang ingin mengunjungi Kalsel dengan berbagai keperluannya. Ini harus menjadi etalase bagi Kalsel untuk menarik turisme ke daerah,” harap Sahbirin.

Maka itu, Sahbirin mengatakan, pemerintah-khususnya Dinas Pariwisata mesti lebih gencar mempromosikan Kalsel. Selain itu juga perlu pelibatan peran Usaha Kecil Menangah (UKM) untuk menggarap sektor industri yang menyokong bisnis pariwisata Banua. “Para wisatawan akan pulang dengan membawa oleh-oleh. Ini mesti digarap oleh UMKM kita,” kata Sahbirin.



Karena itu, lanjut gubernur, keberadaan UKM ini hendaknya juga ikut menjadi perhatian berbagai pihak. Termasuk berbankan, serta perusahaan agar ikut dalam pemasaran produksinya.

Sebelumnya terkait hal ini, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) terus berupaya mengasah potensi pariwisata di Kalsel. Karena itu, Kemenpar bersama pemerintah daerah duduk bersama membahas pariwisata Kalsel yang meliputi destinasi, pemasaran, dan kelembagaan.

“Pariwisata Kalsel memiliki potensi luar biasa. Rakor Wilayah Kalsel mendorong perkembangan pariwisata di sini. Sebab ada tiga aspek pembahasan penting di sini,” kata Wagub Rudi Resnawan, dalam Rakor Wilayah Kalsel yang digelar di Best Western Kindai Hotel, Banjarmasin, beberapa waktu lalu.

Rudi menilai, Kalsel memang memiliki potensi destinasi wisata yang besar. Untuk atraksi, Pegunungan Meratus akan didorong jadi member Unesco Global Geopark. Pegunungan Meratus saat ini berstatus Geopark Nasional. Kawasan tersebut memiliki luasan 600 kilometer persegi. Secara geografis membentang di 8 kabupaten, seperti Hulu Sungai Selatan, Tabalong, Kotabaru, Banjar, dan Tapin.

Pegunungan Meratus memiliki kekayaan flora dan fauna. Memiliki hutan dengan karakter pegunungan rendah, keanekaragaman vegetasi di sini sangat tinggi. Ada vegetasi jenis Meranti, Agathis, Kanari, Durian, dan kempas. Flora herbalnya terdiri Matoa, Jualing, Bilaran Tapah, dan Mundar. Untuk satwa, seperti Macan Dahan, tupai terkecil di dunia, hingga cicak dan amfibi jenis baru.

“Rakorwil Kalsel sangat positif bagi perkembangan pariwisata di sana. Sebab, wilayah ini akan didorong menjadi destinasi ungulan. Potensi di sana besar, seperti Pegunungan Meratus. Spot ini sangat luar biasa karena memiliki keragaman flora dan fauna yang tinggi. Di sana juga ada budaya yang eksotis,” terang Deputi Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata Kemenpar Dadang Rizki Ratman.

Nomadic Tourism untuk Kalsel

Untuk mendukung atraksinya, lanjut Dadang, kran aksesibilitas lebih besar dibuka. Jumlah dan frekuensi penerbangan internasional ditambah. Rencananya, Bandara Internasional Syamsudin Noor akan dihubungkan secara langsung dengan kota-kota besar di mancanegara. Menggenapi konsep destinasi, Nomadic Tourism akan diterapkan. Fokusnya melalui Glamping, Homepod, dan varian lainnya yang ideal.

“Araham Menteri Pariwisata sudah sangat jelas. Konsep Nomadic Tourism sangat ideal di Kalsel. Semua aspeknya mendukung. Dengan value lebih exeperience seperti ini, arus wisatawan akan naik. Apalagi, upaya guna menaikan jumlah direct flight internasional di sana terus dilakukan,” jelas Dadang.

Dadang menambahkan, untuk menguatkan seluruh potensinya tersebut, konsep marketing juga sudah disiapkan. Pemasarannya akan menerapkan konsep Digital Tourism. Sebab, wisatawan saat ini sangat mengandalkan digital. Seluruh akativitas pariwisata sudah dilakukan secara digital.

“Penerapan Digital Tourism akan dilakukan lebih masif. Tujuannya untuk mengikuti perkembangan zaman. Infrastruktur di sana juga bagus,” katanya.

Selain fisik, lanjut Dadang, Kemenpar juga menyiapkan potensi sumber daya manusia (SDM). Untuk terus menaikan dan menjaga kualitas SDM, Program Studi (Prodi) Pariwisata akan dibangun di Kalsel. Tujuannya untuk mendidik tenaga handal dan berkualitas di bidang pariwisata. Nantinya, mereka yang akan mengelola seluruh potensi pariwisatanya secara profesional.

Menteri Pariwisata Arief Yahya yang tampil sebagai keynote speaker dalam rakor bertama ‘Arah Kebijakan Pengembangan Pariwisata Dalam Menyambut Visit Kalsel 2020’ itu menilai potensi Kalsel sangat bagus. Pariwisata di Kalsel akan tumbuh optimal dengan memiliki potensi yang bagus baik, alam, budaya hingga kuliner.

“Pariwisata Kalsel akan tumbuh optimal. Potensi di sana sangat bagus. Alam, budaya, dan kulinernya itu luar biasa. Mereka bisa mendorongnya salah satu sebagai ikon. Kami tertarik untuk mendorong posisi Pegunungan Meratus,” ujar Arief. (cel/net)

Reporter : Cel/net
Editor : Chell


iklan

Disarankan Untuk Anda

<<

Paling Banyak Dibaca

-->