HEADLINE
Masih Ada Puskesmas di Kalsel Tak Miliki Dokter
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Fasilitas layanan kesehatan di sejumlah daerah di Kalsel masih belum memiliki dokter. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) yang diperbaharui pada Mei 2021, ada dua kabupaten di Kalsel yang masih belum memiliki tenaga dokter. Yakni Kabupaten Batola 1 Puskesmas dan Kabupaten Kotabaru ada 8 Puskesmas.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kalsel terus meningkatkan verivikasi aplikasi Sistem Informasi Sumber Daya Manusia Kesehatan (SI-SDMK). Aplikasi SI-SDMK untuk menghindari adanya kendala dan inginkan semua fasilitas kesehatan memiliki tenaga dokter.
Di dalam aplikasi SI-SDMK tersebut memuat data mengenai tenaga kesehatan, data masyarakat yang terpapar Covid-19, dan data orang yang sudah tervaksinasi.

Kepala Bidang Sumber Daya Manusia Kesehatan (SDMK) Dinkes Kalsel, Akhmad Yani. Foto: mckalsel/tgh
Baca juga: Gas Rem Penanganan Covid di Kalsel, Bangkitkan Ekonomi di Tengah Pandemi
“Jadi yang perlu kita rumuskan yaitu kriteria tenaga kesehatan,” ujar Kepala Bidang Sumber Daya Manusia Kesehatan (SDMK) Dinkes Kalsel, Akhmad Yani usai kegiatan workshop verifikasi dan analisa data SDMK Provinsi Kalimantan Selatan tahun 2021, Rabu (16/6/2021).
Akhmad Yani mengatakan, aplikasi SI-SDMK sendiri dilakukan untuk memastikan tenaga kesehatan yang magang maupun honor sudah masuk dalam data.
Karena berdasarkan peraturan pemerintah pusat mengharuskan semua Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) memiliki tenaga dokter.
Ada dua kabupaten di Kalsel yang masih belum memiliki tenaga dokter, yakni Kabupaten Batola 1 Puskesmas dan Kabupaten Kotabaru ada 8 Puskesmas.
“Padahal indikator kita di tahun 2021 harus semua Puskesmas punya dokter,” kata Ahmad Yani dikutip dari Media Center Provinsi Kalimantan Selatan.
Oleh karena itu, semua Puskesmas juga harus memiliki 9 tenaga kesehatan strategis meliputi dokter umum, dokter gigi, perawat, bidan, dokter gizi, kesmas, kesling, farmasi, dan analis kesehatan.
Namun, di beberapa kabupaten di Kalsel masih banyak yang belum melengkapi sembilan tenaga strategis tersebut, seperti di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) dan Kabupaten Kotabaru.
“Itu salah satu indikator yang kita lihat untuk meningkatkan SDMK di Kalsel,” ungkapnya.
Selanjutnya, rumah sakit dengan tipe C di kabupaten harus ada empat dokter spesialis dasar, dan tiga tenaga kesehatan spesialis penunjang.
Baca juga: Temuan ‘Sepele’ di RSD Idaman Banjarbaru, Atap Bocor, Westafel Tanpa Air hingga Lift Rusak
Untuk empat dokter spesialis dasar seperti dokter penyakit dalam, kandungan, kemudian bedah. Sementara tenaga kesehatan spesialis penunjang diantaranya, anestesi, patrologi klinik, dan radiologi.
“Ini yang harus kita lengkapi di semua rumah sakit, baik itu milik pemerintah maupun swasta. Oleh sebab itu kita terus berupaya meningkatkan hal tersebut,” ujarnya. (kanalkalimantan.com/mckalsel/tgh/al)
Editor : kk
-
Kabupaten Banjar1 hari yang laluNaik 45 Persen, Jemaah Haji Kabupaten Banjar 671 Orang
-
Kota Banjarmasin2 hari yang laluKompor Ditinggal Masih Menyala, 7 Rumah di Kuin Cerucuk Terbakar
-
HEADLINE1 hari yang laluMenilik SDK Ambatunin di Pedalaman Meratus: Ada Murid 20 Tahun, Bertahan dengan Keterbatasan
-
Kota Banjarbaru2 hari yang laluMerubah Pola Penanganan Sampah di Banjarbaru: Rumah Tangga Awal Pemilahan Sampah
-
PUPR PROV KALSEL2 hari yang laluTingkatkan Kualitas dan Profesionalisme Tenaga Kerja Konstruksi, PUPR Kalsel Gelar Kegiatan Sertifikasi
-
HEADLINE2 hari yang laluJejak Ekspedisi Gerakan Buku Meratus II, Tiga Jam Jalan Kaki ke Dusun Ambatunin





