HEADLINE
Lonjakan Tinggi Harga Ayam Ras di Pasar Bauntung Banjarbaru
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Harga komoditas ayam ras di pasar tradisional ibu kota Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) alami lonjakan.
Seperti harga ayam ras di Pasar Bauntung Banjarbaru didapati meningkat drastis setelah sebelumnya sempat turun perlahan.
Lonjakan ini diamini oleh Dwi, salah satu pedagang ayam potong mengatakan harga ayam ras pada pekan ini melonjak naik Rp4 ribu per kilogram.
“Hari Rabu kemarin langsung melonjak, per kilogramnya Rp4 ribu naiknya, satu ekor yang harganya Rp35 ribu jadi Rp40 ribu, yang harga Rp40 ribu jadi Rp45 ribu,” ujar Dwi, pedagang ayam potong di Pasar Bauntung Banjarbaru.
Baca juga: Seorang Jemaah Banjarmasin Kecewa Layanan Travel Umrah

Harga ini menurutnya sempat naik pada pekan-pekan sebelumnya, kemudian turun perlahan hingga akhirnya naik drastis pada pekan ini.
“Sebelumnya sampai Rp22 Rp23 ribu per kilogramnya, semua ngeluh pembeli. Harapannya bisa dikasih harga standar jangan naik turun begini sampai pedagang bingung jualnya apalagi ke langganan,” sebut dia.
Menyoroti fluktusi harga ayam ras, pemerintah melakukan upaya dalam menjaga keseimbangan pasar. Salah satu upaya ialah melakukan pemantauan harga oleh dinas terkait ke pasar-pasar tradisional oleh dinas terkait.
Kepala Dinas Perdagangan Kalsel, Sulkan mengatakan setiap hari Disdag di kabupaten dan kota diperintahkan mencek hargar di pasar dalam rangka pemantauan.
Baca juga: Sambut Meriah Tahun Baru 1 Muharram 1447 Hijriah, Ini Pesan Bupati Pulang Pisau
“Pemantauan harga dilakukan setiap hari oleh Disdag kabupaten kota, kemudian hasilnya dilaporkan setiap hari juga melalui aplikasi kepada Disdag Provinsi Kalsel,” ungkap Kepala Dinas Perdagangan Kalsel, Sulkan.
Hasil pantauan harga di pasar setiap hari akan direkap oleh Disdag Kalsel setiap pekannya, dalam rangka apabila kenaikan harga ditemukan maka pihaknya langsung mengambil langkah seperti misalnya mengadakan pasar murah.
“Pengecekan harga di pasar ini juga menjadi upaya yang dilakukan oleh dinas terkait untuk mengedukasi pedagang untuk tidak menaikan harga terlalu jauh dari standart,” jelas Sulkan.
Baca juga: Kafilah Balangan Raih Peringkat Lima MTQ XXXVI Kalsel
Tak hanya pedagang, para peternak lokal menjadi perhatian pemerintah agar tetap berproduksi di tengah tekanan harga, termasuk meningkatkan kualitas produksi serta efisiensi biayanya. (Kanalkalimantan.com/wanda)
Reporter: wanda
Editor: bie
-
HEADLINE3 hari yang laluPemprov Kalsel – Pemkab Banjar Percepat Pembangunan Bendungan Riam Kiwa
-
PUPR PROV KALSEL15 jam yang laluSetelah 35 Tahun, Rumah Jabatan Gubernur Kalsel Direhab Total
-
HEADLINE2 hari yang laluSekolah Jurnalisme Warga: Masyarakat Adat Meratus Bersuara Nasib Mereka
-
HEADLINE1 hari yang laluVonis 12 Tahun ‘Penjagal’ Mahasiswi ULM, Lebih Ringan dari Tuntutan
-
Lifestyle3 hari yang laluTinggal Selangkah Lagi! Siapa yang Tersingkir di TOP 3 Indonesian Idol?
-
HEADLINE22 jam yang laluSolar Langka di Kalsel Sopir Truk Menderita, Dilarikan ke Tambang





