Connect with us

Bisnis

Konsumsi Berkurang, Harga Gula di Pasaran Berangsur Turun

Diterbitkan

pada

Salah satu pedagang gula dipasar tradisional sedang mengemasi gula pasir untuk dijual kembali. Foto: Arief Rahman

BANJARMASIN, Momen Ramadhan dan Lebaran telah usai, konsumsi gula pun oleh masyarakat Banua mulai berangsur turun beberapa hari terakhir. Ketua Asosiasi Persatuan Gula Bersatu Kalsel H Aftahuddin mengatakan, dengan turunnya tingkat konsumsi gula masyarakat Banua kini, sangatlah berpengaruh terhadap harga gula di pasaran.

Apalagi turunnya konsumsi juga ditopang dengan masih banyaknya stok gula di gudang yang masih mencapai 6.000 Ton. Stok tersebut tentunya cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga 15 hari ke depan.

“Saat ini harga gula sudah turun menjadi Rp 11.800 perkilonya ditingkat distributor dan  Rp 12.500 – Rp 13.000 perkilonya untuk eceran. Padahal sebelumnya ditingkat distributor mencapai Rp 12.400 perkilonya dan Rp 13.500 – Rp 14.000 di tingkat eceran,” ungkapnya, Senin (10/6).

Turunnya tingkat konsumsi tersebut sudah biasa terjadi tiap tahunnya. Bahkan diprediksi akan terus turun hingga momen lebaran Idul Adha berakhir. “Kalau momen Idul Adha banyak warga Kalsel yang melaksanakan lebaran di Arab Saudi. Jadi tentu saat itu wajar kalau konsumsi gula ikut mengalami penurunan,” tambahnya.

Pada momen Ramadhan lalu konsumsi masyarakat Banua terhadap gula naik hingga 15 persen dari kebutuhan normal pada hari biasa yang rata-rata tembus hingga diangka 10.000 Ton perbulannya.  “Naiknya kebutuhan masyarakat Banua terhadap gula di momen Ramadhan karena banyaknya pedagang musiman yang berjualan kue basah dan kering untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” pungkasnya.(arief)

Reporter: Arief
Editor: Chell

Bagikan berita ini!
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
-->