Connect with us

HUT BANJARBARU

Komitmen Khusus Banjarbaru dalam Mengembangkan Pasar Tradisional

Diterbitkan

pada

Pemko Banjarbaru terus berkomitmen untuk menata pusat aktifitas ekonomi masyarakat melalui pasar tradisional Foto : humas

BANJARBARU, Seiring dengan perpindahan pusat pemerintahan Provinsi Kalsel ke Banjarbaru dan bertambahnya jumlah penduduk dari tahun ke tahun, kota ini mulai menyesuaikan arah kebijakan pembangunannya. Arah pembangunan yang diperlukan saat ini yang berbasis kebutuhan, salah satunya yaitu pembangunan fasilitas umum berupa pasar.

Beberapa pasar di Banjarbaru saat ini kondisinya cukup memprihatinkan. Salah satunya Pasar Bauntung, yang jika dilihat dari berbagai aspek keberadaannya sekarang sudah tidak dapat lagi dipertahankan. Luasnya tidak sebanding dengan jumlah pedagang sehingga penataan pedagang yang ideal, rapi dan teratur sangat sulit dilaksanakan.

Walhasil, kesannya pasar terlihat kumuh, tidak teratur dan semrawut. Lahan parkir yang tidak memadai membuat kendaraan para pengunjung banyak yang terparkir di Jalan sehingga sangat membantu kelancaran lalu lintas. Bukan hanya itu, pengelolaan sampah para pedagang juga kurang baik, sehingga menimbulkan bau yang tak sedap. Dampaknya, mengganggu para pengunjung dan lingkungan sekitarnya.

Walikota Banjarbaru, Nadjmi Adhani mengatakan, setelah melihat fakta tersebut, pemerintah kota Banjarbaru mengambil langkah strategis dengan merelokasi Pasar Bauntung Banjarbaru ke lokasi baru di Stadion Mini Haji Idak RO Ulin Loktabat Selatan Banjarbaru.

“Apalagi, relokasi pasar Bauntung juga merupakan visi dan misi Pemerintah Kota 2016-2021. Dalam hal ini Pemerintah Kota menyiapkan sarana dan prasarana yang bisa dinikmati masyarakat banjarbaru secara keseluruhan,” ujarnya.

Memang sudah semestinya konsep pasar yang rapi, teratur, bersih yang mengedepankan unsur kenyamanan mengusung konsep Tradisional Modern untuk menjadi rujukan masyarakat Banjarbaru untuk transaksi jual beli.

Selain meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, hal ini juga merupakan bentuk meningkatkan sarana dan prasarana ekonomi di Banjarbaru. Relokasi ini bukti bahwa Pemko peduli terhadap pedagang di Banjarbaru, juga kepada masyarakat demi terciptanya kondisi pasar yang nyaman dan tertata.

Sebagai bentuk perhatian Pemerintah Kota Banjarbaru memprioritaskan pemenuhan sarana umum yang diinginkan masyarakat khususnya dalam hal transaksi jual beli.

Tercatat, pada tahun 2017 telah dibangun atau direvitalisasi dua  buah pasar rakyat yaitu Pasar Rakyat Bangkal dan Pembangunan Pasar Rakyat Galuh Cempaka. Dilanjutkan pada tahun 2018 Pemerintah Kota Banjarbaru terus melakukan revitalisasi dan Pembangunan Pasar Rakyat dimana telah direvitalisasi lagi dua buah pasar yaitu Pasar Rakyat Bangkal dan Pasar Rakyat Palam Kecamatan Cempaka serta pembangunan tiga buah pasar baru yaitu Pasar Rakyat Pondok Mangga di Kelurahan Loktabat Utara, Pembangunan Pasar Rakyat Abadi di Kelurahan Guntung Manggis serta melalui Dana Tugas Pembantuan pembangunan sebanyak 1 buah pasar yaitu Pasar Rakyat Laura di Kelurahan Landasan Ulin Utara.

“Semua itu untuk memberikan pelayanan yang baik kepada pedagang dan masyarakat di Banjarbaru,” ujar Nadjmi Adhani.

Nah, terkait alasan mengapa relokasi Pasar Bauntung harus dilakukan, Kepala Dinas Perdagangan Kota Banjarbaru,  Abdul Basid mengatakan hal itu dapat dilihat dari data Dinas Perdagangan Banjarbaru yaitu perbandingan luas lahan pasar dengan jumlah pedagang yang beroperasi. Ia mengatakan Luas pasar Bauntung hanya 1,4 hektare, di dalam ada 647 bangunan, ada 322 PKL siang ditambah 372 PKL subuh yang berjualan di sekitar pasar.

“Hal ini akan membuat permasalahan ini terus menjadi masalah sosial di masyarakat. Tidak hanya itu, tapi juga menjadi masalah kebersihan dan tata kota serta lain-lainnya, yang mana harus segera ditanggulangi demi Banjarbaru yang terus berbenah,” katanya.

Relokasi diyakini untuk dilakukan mengingat lokasi baru jauh lebih layak dibanding yang lama yakni dengan luas lahan 3,8 hektare. Selain ity lokasi Pasar yang baru  menghubungkan dua jalan besar, yakni A Yani dengan Trikora.

ISU STRATEGIS PENGEMBANGAN ‘KOTA BARU’

Pengembangan lingkungan permukiman dan perumahan.
Pengembangan infrastruktur ekonomi dan sosial budaya yang diharapkan dapat menjadi penggerak aktifitas masyarakat di wilayah tersebut.  Keberadaan Bandara Syamsudin Noor harus menjadi center point dalam merencanakan berbagai kebutuhan infrastruktur ekonomi di wilayah tersebut
Pengembangan ruang publik dan Kawasan wisata seperti MICE, sport center, Ruang Terbuka Hijau dan lain-lain.

Pemkot Banjarbaru juga berencana mengedepankan kenyamanan dan kerapian bangunan-bangunan dan pedagang. Nantinya di pasar yang baru ini juga akan disertakan banyak fasilitas publik seperti Mushala, ruang kesehatan, ruang terbuka hijau dan tempat pengelolaan sampah. Bahkan juga akan dibangun ruang ramah anak. Lokasi warung-warung makan juga akan ditempatkan secara khusus, tidak terpencar-pencar, sehingga secara kebersihan dan estetikanya lebih bagus.

Walikota Nadjmi menjelaskan, untuk jumlah daya tampung di pasar baru ini Pemerintah Kota menargetkan akan mampu menampung lebih dari 1.000 pedagang. Untuk luasan bangunan bervariatif  dan pasar yang baru ini juga tidak dibangun bertingkat. “Dengan daya tampung lebih banyak dan lenggang ini diharapkan dapat menampung pedagang yang memang sudah menetap di Pasar Bauntung,” harapnya.

Pemko Banjarbaru dibawah kepemimpinan H. Nadjmi Adhani dan Bapak H. Darmawan Setiawan masa bakti 2016 – 2020 menaruh perhatian serius terhadap perbaikan, penataan dan pengelolaan pasar hingga pasar rakyat yang ada di Banjarbaru kedepannya benar-benar menjadi pasar rakyat yang modern lebih khusus dalam hal sarana dan prasarana yang dimiliki yaitu adanya tempat pasar yang lebih refresentatif. (rico)

Reporter : Rico
Editor : Chell

Bagikan berita ini!
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
-->