Sport
Ketua KONI Batola Mimpikan Tuan Rumah Porprov
MARABAHAN, Paska dilantik sebagai Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) yang baru pada Sabtu (31/3) untuk tahun kepengurusan 2018-2022, Saleh mewacanakan Barito Kuala (Batola) sebagai tuan rumah Porprov untuk beberapa tahun mendatang.
Berdasarkan hasil Musyawarah Olahraga Kabupaten (Musorkab) KONI yang diikuti 27 perwakilan cabang olahraga di Aula Mufakat Kantor Bupati Batola, Sabtu (31/3), Saleh sebagai ketua KONI yang baru. Hasil kesepakatan pemilihan yang dilakukan secara aklamasi tersebut berdasarkan pelaksanakan rapat kordinasi antara cabang olahraga yang ada di Batola. Sebenyak 21 cabang olahraga (cabor) dari 27 cabor yang ada, membuat pernyataan dukungan terhadap Saleh.
Ditemuai Kanalkalimantan.com di gedung Ije Jela, Saleh menjelaskan untuk dapat mencalon sebagai ketua KONI minimal memerlukan dukungan 10 cabor. “Namun ada 21 cabor yang mendukung saya, tentunya itu sudah memenuhi syarat,†ungkapnya.
Sebagai ketua koni yang baru, Saleh mempunyai misi dan misi untuk terus memajukan membawa olahraga Batola lebih maju seiring dengan perkembangan Iptek. Namun perinsipnya sama saja, untuk memajukan Banua.
Saleh berharap kesediaan pemerintah Batola ini untuk mewacanakan menjadi tuan rumah Porprov. Entah dilaksanakan taun berapa, mungkin 4-8 tahun ke depan. Mengingat  untuk memenuhi persyaratan-persyaratan itu tentu harus ada dukungan sarana dan prasana penunjangan.
“Jika kita tidak berhayal seperti itu maka perkembangan olahraga didaerah ini tentunya akan seperti itu-itu saja dan pastinya jalan di tempat dan harus ada kemajuan. Tentunya ada fasilitas yang representatif dari dukungan pemerintah, itulah cita-cita kami,†jelasnya Saleh.
Anggota Komisi 2 DPRD Batola ini menjelaskan, sebelumnya terpilih menjadi Ketum KONI yang baru, Saleh sempat menceritakan lima bulan menjelang perhelatan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2017 di Tabalong, Ketua KONI sebelumnya, Nazhirni mengundurkan diri dari jabatan yang didudukinya selama dua periode.
“Alasan pengunduran diri Ketum yakni terlalu sibuk dengan pekerjaan atau tugas pokok beliau di Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Barito Kuala, selain itu Ketum sudah dua periode menjadi Ketua KONI Barito Kuala untuk itu beliau mengundurkan diri,” jelasnya.
Berdasarkan kesepakatan setelah sebelumnya yang mana berunding dan berkonsultasi dengan koni provinsi tercetuslah pengurus inti yang maju. “Berdasarkan kesepakatan PLT sampai November 2017,namun sehubung pertanggug jawaban dana belum selesai dengan itu mereka minta perpanjangan waktu lagi sampai 31 maret 2018 dan digelarlah pemilihan kepengurusan KONI yang baru ini,†pungkas Saleh. (rendy)
Editor : Chell
-
Kalimantan Selatan2 hari yang laluWakapolda Kalsel Janjikan Zero Tolerance Pelanggaran Anggota
-
HEADLINE3 hari yang laluDitagih Mahasiswa, Kasus-kasus Polda Kalsel Libatkan Polisi yang Tak Tuntas
-
NASIONAL2 hari yang laluJalan Hidup Fadia Arafiq dari Penyanyi Dangdut, Bupati, Berujung OTT KPK
-
Kalimantan Selatan3 hari yang laluIni 6 Tuntutan BEM se-Kalsel kepada Kepolisian
-
Kabupaten Hulu Sungai Utara2 hari yang laluPasar Murah Diskoperindag HSU di Desa Tambalang Raya
-
HEADLINE3 hari yang laluIran Tutup Selat Hormuz, Kapal Nekat Lewat Akan Dibakar

