Connect with us

Barito Selatan

Karya Bhakti TNI Fokus Pada Lokasi yang Sulit

Diterbitkan

pada

Kabid Bina Marga Ita Minarni didampingi Kabid Cipta Karya M Taufik dari Dinas PUPR. Foto: digdo

BUNTOK, Program karya bhakti TNI tahun 2019 fokus pada lokasi atau medan yang sulit dijangkau. Hal ini dilakukan, karena TNI memiliki sumber daya yang mampu menjangkau daerah seperti itu.

Demikian disampaikan Kepala PUPR Buntok lewat Kabid Bina Marga Ita Minarni menyikapi karya bhakti TNI yang digelar di Desa Patas. “Kenapa kita lebih memokuskan untuk medan-medan sulit, karena orang-orang dari TNI sudah teruji dan siap di segala medan,” ujar Ita.

Ia mengatakan, tahun ini merupakan pertama kali kerja sama PUPR dengan TNI lewat program karya bakti. Harapannya tentu saja, aksi bersama tersebut mampu mempercepat pembangunan di daerah.

“Kenapa kita memilih kerjasama lewat karya bakti. Lantaran lebih menguntungkan dari sisi hemat biaya, pekerjaanya cepat dan lebih bisa di pertanggung jawabkan. Bisa kita lihat dari tim pelaksana orang di lapangan merupakan orang yang dapat dipercaya dalam bekerja dan serius mengabdi untuk rakyat dan masyarakat Barsel,” ungkapnya.

Terkait hal ini, Ita mengatakan akan mengusulkan anggaran khusus melalui APBD perubahan untuk menunjang pelaksanaan karya bakti. “Rencananya kalau memang daerah ada dana, kita akan mengusulkan dua miliar. Semua ini sudah kita kordinasikan dengan pihak Korem untuk bisa mempercepat proses pemabangunan,” pungkas Ita.

Sebelumnya, karya bakti TNI Kodim 1012 Buntok tahun 2019 dibuka langsung Korem 102/Pjg Palangkaraya. “Kita harapkan lewat karya bakti TNI ini, kiranya bisa ikut serta sukseskan proses pembangunan di Barsel ini,” kata Korem 102/Pjg Palangkaraya Kol Arm Syaiful Rizal, kepada Kanalkalimantan.com, usai pembukaan Karya Bakti TNI di Desa Patas, Kamis (14/3).

Ia juga meyakini dengan adanya proses percepatan pembangunan terutama infrastruktur akses jalan lewat karya bakti ini, akan menarik minat investor turut serta. “Dengan bagusnya akses infrastruktur jalan, tentunya bisa menarik minat para investor manapun untuk masuk ke Barsel dalam ikut serta membangun,” ucap Rizal.

Ia juga mengatakan, dalam proses pelaksanaan karya bakti kali ini diperkirakan membutuhkan waktu standarnya kurang lebih tiga bulan masa pelaksanaan kerja. “Namun dengan sinergisitas semua pihak stakholder dan juga mudah-mudahan kondisi alam mendukung, maka kira-kira dapat kita selesaikan dalam waktu satu bulan setengah,” ujar Rizal.(digdo)

Reporter:Digdo
Editor:Cell

Bagikan berita ini!
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Advertisement