Kabupaten Balangan
Inovasi Jemput Bola untuk Kesejahteraan Sosial di Pelosok Kecamatan Halong
KANALKALIMANTAN.COM, PARINGIN – Geografis pegunungan dan keterbatasan akses internet tidak menjadi penghalang bagi warga Kecamatan Halong untuk mendapatkan hak kesejahteraan sosial mereka.
Melalui inovasi Pak Sotarsa (Pelayanan Kesejahteraan Sosial Antar Ke Desa), Pemerintah Kecamatan Halong menerapkan sistem jemput bola memastikan bantuan tepat sasaran dan cepat sampai ke tangan masyarakat.
Inovasi yang diinisiasi oleh Susiani ini membawa perubahan signifikan dalam tata kelola pelayanan publik di Kecamatan Halong.
Baca juga: Satgas PKH Ambil Alih 1.699 Hektare Lahan Tambang Eks PT AKT di Murung Raya
“Jika sebelumnya penyaluran bantuan sering terkendala jarak dan koordinasi manual yang lambat, Pak Sotarsa memperkenalkan metode koordinasi langsung yang terintegrasi antara tim kecamatan dan aparat desa,” ungkap Susiani, Sabtu (24/1/2026).
Menurutnya, salah satu aspek kebaharuan yang menonjol adalah perubahan sistem kerja yang kini melibatkan tim jejaring inovasi untuk melakukan pendampingan dan sosialisasi langsung di lapangan.
Hal ini menjadi solusi konkret atas tantangan blank spot atau sulitnya jaringan internet di wilayah Pegunungan Meratus yang selama ini menghambat penyebaran informasi melalui media sosial.
“Program Pak Sotarsa yang mulai diimplementasikan secara penuh pada awal 2024 lalu memiliki beberapa tujuan utama, di antaranya memastikan bantuan sosial (asuransi, program perumahan, hingga pangan) sampai langsung ke desa tanpa hambatan geografis,” ujarnya.
Baca juga: Temuan 4,09 Juta Hektare Perkebunan Sawit, DPR Soroti Tata Kelola Hutan
Kemudian memastikan setiap warga, terlepas dari lokasi tempat tinggalnya, memiliki akses yang sama terhadap layanan pemerintah, membangun kerjasama yang kuat antara pemerintah kecamatan, desa, hingga Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), serta meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai hak-hak sosial mereka dan pentingnya partisipasi dalam pembangunan desa.
“Dampak positif dari inovasi ini sudah mulai dirasakan secara luas. Berdasarkan data hasil inovasi, terjadi lonjakan signifikan pada jumlah penerima manfaat, dari yang semula hanya 281 orang menjadi 880 orang,” imbuhnya.
Selain perluasan jangkauan, manfaat lain yang dirasakan meliputi masyarakat tidak perlu lagi menempuh perjalanan jauh karena layanan hadir satu pintu di desa masing-masing, integrasi pelayanan memungkinkan penekanan biaya operasional pemerintah, pelayanan menjadi lebih cepat, efektif, dan efisien karena koordinasi lintas sektor yang lebih solid.
Baca juga: Pascabanjir TurunTangan Banjarmasin – UPZ Bakti Bersama Salurkan Bantuan ke Masjid
“Dengan hadirnya Pak Sotarsa, Pemerintah Kecamatan Halong membuktikan bahwa keterbatasan infrastruktur digital bukan alasan untuk berhenti berinovasi. Fokus pada pelayanan langsung (non-digital) justru menjadi kunci dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat di wilayah terpencil dan marginal,” tambahnya. (Kanalkalimantan.com/kk)
Reporter: kk
Editor: kk
-
HEADLINE3 jam yang laluKapal Virgo Transport 8 Dibangun 1987, Baru Operasi 8 Juli Layani Rute Surabaya-Banjarmasin
-
HEADLINE7 jam yang laluTenggelam di Laut Jawa, Kapal Virgo Transport 8 Rute Surabaya-Banjarmasin Angkut 240 Orang
-
Olahraga1 hari yang lalu1.200 Pelari Jajal Rute 5,3 Km Heritage Run 2026 di Banjarbaru
-
HEADLINE2 hari yang laluMaksimalkan OMC Tangani Karhutla, Wapres Gibran Minta Maaf Udara Kalimantan Buruk
-
Kota Banjarbaru2 hari yang lalu102 Rumah Tak Layak Huni Terima Program Barakat Gawe Banjarbaru
-
PLN UIP3B KALIMANTAN2 hari yang laluHumanitrip 2026 PLN Hadirkan Senyum 55 Anak Yatim dan Dhuafa


