Connect with us

Sport

Inkai Tanbu Bawa Pulang 8 Medali

Diterbitkan

pada

Tim Inkai Tanbu saat tiba di Bandara Syamsudin Noor, Senin (16/12) malam. Foto : inkai tanbu

BANJARBARU, Inkai Tanah Bumbu (Tanbu) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menunjukan konsistensi dalam menyabet torehan medali sebuah event atau kompetisi karate.

Seperti halnya, kejuaraan karate se-Jawa Bali memperebutkan piala Bupati dan Ketua Umum Forki (Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia) Malang yang digelar di Singosari, kota Malang.

Tiba di Bandara Internasional Syamsudin Noor, Senin (16/12) malam, Tim Inkai Tanah Bumbu membawa pulang 8 medali usai berlaga selama dua hari di kejuaraan tersebut.

Sekretaris Binpres Inkai Tanah Bumbu H Rusniansyah mengatakan, sedikitnya ada 30 karateka yang diturunkan dalam kejuaraan karate se-Jawa Bali.

Menurut Rusniansyah, jumlah ini tidaklah banyak karena sebagian karateka lainnya ada yang tidak diikutkansertakan. Alasannya, para karatekan tersebut baru saja mengikuti Kejurnas Menpora.

“Walaupun jumlahnya tidak sebanyak saat Kejurnas Menpora, tapi 30 karateka ini kita mainkan lebih dari satu kelas. Hasilnya, kita meraih tiga perak dan lima perunggu,” katanya kepada awak media.

Rusniansyah sendiri mengakui pihaknya kesulitan untuk mendapatkan medali emas di Kejuaran kali ini. Maka dari itu, pihaknya akan menjadikan pengalaman ini sebagai bahan evaluasi dikedepannya.

“Kata anak-anak (para atlet), harga medali emas sangat mahal di kejuaraan ini. Tapi kita tidak patah arang dan akan terus meningkatkan latihan kita. Jujur saja secara teknik dan kualitas, karateka kita tidak menurun tapi justru meningkat. Ini karena faktor non-teknis yang tidak bisa diapa-apakan,” bebernya.

Tercatat tiga medali perak diraih oleh, Selvia Rahmiyanti kumite U-21-50 Kg putri, Putri Anjeli kumite senior -50 Kg putri dan Alya Olivia kumite pemula -45 Kg putri.

Sedangkan, untuk medali perunggu diraih M Dandi kumite U-21 -55 kg putra, Doni Sriardi kumite U-21 -55 Kg putra, Jercy Ananda kata junior putri, Akhmad Shobirin kumite senior +84 Kg putra dan Akhmad Imam Firdaus kumite pemula -40 Kg putra.

Selvia Rahmiyanti, karetaka peraih perak kelas kumite U-21 50 Kg, mengakui jika kejuaraan karate se-Jawa Bali ini memiliki perbedaan dibanding kompetisi yang pernah diikutinya. Apalagi, poin-poin saat babak final begitu krusial hingga berakhir pada kekalahannya.

“Di final kemarin, beda tipis poin saya. Saya akan lebih latihan lagi,” tegasnya.

Disisi lain, Plh Ketua Inkai Provinsi Kalsel Fawahisah Mohabatan mengatakan dengan diikutinya kejuaraan ini, akan menjadi pengalaman dan batu loncatan bagi para karate untuk lebih giat berlatih.

Ia juga menegaskan dengan banyaknya kejuaraan yang diikuti dan prestasi yang diperoleh di sepanjang tahun 2019 ini, juga membuat dunia karate di Kalsel semakin disorot oleh khalayak banyak.

“Masyarakat juga akan terbuka wawasannya, bahwa inilah yang dilakukan anak Banua dalam memperjuangkan nama baik Kalsel dalam event-event nasional,” katanya.

Tidak hanya itu, Fawahisah juga menyebut pihaknya akan terus mengevaluasi seluruh kompetisi yang telah diikuti. Sebab, Binpres Inkai Tanbu yang telah didirikan dalam setahun terakhir ini, memang ditargetkan untuk mengikuti kompetisi lainnya seperti, O2SN, OSN dan Pekan Olahraga Mahasiswa. (rico)

Reporter : Rico
Editor : Bie

Bagikan berita ini!
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
-->