Fasilitas Umum
Ini Kondisi Bilik Merokok di Balaikota Banjarbaru
BANJARBARU, Pada tahun 2016 Pemkot Banjarbaru, melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) membangun lima unit bilik merokok alias smoking area. Dua dari lima bilik merokok yang dibangun menggunakan dana bagi hasil cukai rokok, kiriman pemerintah pusat ini ada di lingkungan balaikota.
Sejatinya Balaikota ingin dijadikan wilayah perkantoran steril dari asap rokok menjadi dasar utama pembangunan bilik berukuran sekitar 3×3 meter ini.
Mirisnya, keberadaan bilik merokok menjadi ‘berhala’ hanya habiskan anggaran semata. Lantaran, sejak rampung dibangun, ruang khusus merokok itu nganggur. Ironisnya lagi, bilik beralih fungsi menjadi sebuah gudang. Pantauan Kanal Kalimantan sejumlah tumpukan kardus bekas menggunung di dalam bilik.
Terkait keberadaan bilik merokok yang menjadi ‘berhala’, Maulidah, Kepala Seksi (Kasi) Pengendalian Penyakit Tidak Menular dan Kesehatan Jiwa Dinkes Kota Banjarbaru membenarkan, pembangunan lima bilik merokok dilaksanakan oleh Dinkes Kota Banjarbaru melalui dana bagi hasil cukai rokok pemerintah pusat dua tahun lalu.
“Selain di Kantor Sekretariat Daerah, bilik merokok juga dibangun di Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, dan di lingkungan Kantor Dinas Komunikasi dan Informatika,†kata Maulidah.
Namun terkait alih fungsi bilik untuk peruntukan lain, termasuk gudang, Maulidah mengatakan, Dinkes angkat tangan. Menurutnya, kewenangan Dinas Kesehatan hanya di tahap pembangunan. Karena setelah serah terima aset dilakukan, kewenangan ada di masing-masing Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) tempat bilik merokok berada.
“Bilik merokok yang ada di lingkungan Dinas Komunikasi dan Informatika jika tidak salah juga beralih fungsi menjadi ruang siar. Karena sebelumnya sempat konsultasi ke kami untuk menggunakan ruangan bilik merokok untuk peruntukan lain. Namun karena kewenangan sebatas di tahap pembangunan, Dinkes tidak dapat bisa mengeluarkan rekomendasi untuk itu,†kata Maulidah.
Diakuinya, keberadaan bilik merokok sebagai upaya meminimalisir dampak buruk asap rokok di lingkungan kantor pemerintahan sempat disampaikan ke pemerintah pusat, dalam hal ini Kementerian Kesehatan RI. Namun berdasarkan berdasarkan arahan kementerian, konsep tepat mengurangi dampak buruk asap rokok justru dengan pola ruang terbuka.
Dengan catatan, kata Maulidah, di sekitar ruang terbuka tempat orang merokok tersebut banyak tumbuh pepohonan yang dapat mengubah bahaya dari asap rokok menjadi oksigen. (devi)
Editor : Abi Zarrin Al Ghifari
-
PUPR PROV KALSEL3 hari yang laluLandmark Kalsel Ini Segera Dibuka, Pemprov Kalsel Terus Matangkan Persiapan
-
Kota Banjarbaru3 hari yang laluKontingen Banjarbaru Berkekuatan 148 Orang Turun ke Popda Kalsel 2026
-
Olahraga3 hari yang laluPopda Kalsel 2026 Dimulai, Empat Cabor Dipertandingkan
-
Kabupaten Banjar3 hari yang laluPimpin Rakor Mingguan, Bupati Banjar Tekankan Penggunaan DTSEN
-
HEADLINE1 hari yang laluPSN dan Konsesi Perparah Ancaman El Nino di Kawasan Gambut Kalimantan
-
HEADLINE2 hari yang laluJemaah Haji Tertua 102 Tahun dari Kalsel, Mbah Kasrun: Rajin Ibadah







