Kalimantan Selatan
IDI Kalsel: Jangan Anggap Enteng Covid-19, Kasus Kematian Bukan karena Penyakit Penyerta!
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Kasus kematian akibat Covid-19 di Kalimantan Selatan hingga Kamis (25/6/2020) sore tercatat sebanyak 176 kasus. Jumlah tersebut merupakan angka cukup tinggi secara nasional.
Namun sayangnya, menurut Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kalsel dr. Rudiansyah, SpPD kebanyakan masyarakat masih belum memahami kondisi pandemi Covid-19 ini. Sehingga, mereka masih dianggap kasus ini biasa-biasa saja.
“Kalau ada yang menyatakan bahwa Covid-19 tidak menyebabkan kematian yang disebabkan karena komorbid (penyakit penyerta), lantas mengapa orang-orang yang punya komorbid sebelum ada Covid-19 kok tidak meninggal?” kata Rudiansyah saat ditemui di Ulin Tower, Kompleks RSUD Ulin Banjarmasin, Jumat (26/6/2020) siang.
Rudiansyah meluruskan, dengan adanya pandemi Covid-19 justru mempercepat orang yang terpapar disertai dengan komorbid dapat “membunuh” dalam kurun waktu tidak sampai satu bulan. “Artinya, yang menyebabkan kematian justru adalah Covid-19 ini. Dengan adanya komorbid tadi, maka terpapar Covid-19 lalu meninggal,” jelas Rudiansyah.
Diakuinya, asumsi masyarakat saat ini adalah masih banyak yang berpikiran bahwa komorbid dapat menyebabkan pasien Covid-19 itu meninggal dunia. Karena, komorbid sendiri sudah ada, bahkan jauh sebelum adanya pandemi Covid-19. “Masyarakat saat ini banyak berpikir terbalik. Menganggap karena ada komorbid lalu meninggal, karena komorbid sudah ada sebelum Covid-19,” jelas Rudiansyah.
Namun demikian, diakui Rudiansyah hingga kini belum ada data yang pasti terkait kasus kematian Covid-19 disertai dengan komorbid, ataupun tanpa komorbid. “Kalau rata-rata di beberapa negara, itu ternyata hampir fifty-fifty, yang meninggal karena komorbid dan yang tanpa komorbid. Mungkin belum tahu berapa komorbidnya, yang jelas ,” lugasnya.
Artinya, dengan adanya komorbid justru meningkatkan potensi kematian akibat Covid-19. Namun ia menggarisbawahi, tanpa adanya komorbid pun, pasien Covid-19 bisa saja meninggal dunia. “Jadi dengan adanya Covid-19 ini justru memperberat kondisi Covid-19 maupun penyakit yang diderita sebelumnya. Ini yang menjadikan kenapa pasien itu jatuh sakit lebih berat,” pungkasnya. (Kanalkalimantan.com/fikri)
Editor : Chell
-
Kabupaten Hulu Sungai Utara1 hari yang laluBupati HSU Melantik 13 Pejabat, Bakal Ada Lagi Mutasi
-
HEADLINE3 hari yang laluLima Sekoci Kapal Virgo Transport 8 Terdampar di Pesisir Pantai Seruyan
-
NASIONAL3 hari yang laluImpor Kapal Virgo Berusia 39 Tahun Diselidiki
-
Kabupaten Hulu Sungai Utara2 hari yang laluPolres HSU Bersama Mahasiswa Bagi-bagikan Masker
-
PLN UIP3B KALIMANTAN2 hari yang laluPLN ULTG Batulicin Turun Langsung Menjaga Aset Transmisi dari Karhutla
-
Bisnis2 hari yang laluNikmati Jus Boost dengan BRI Kartu Kredit Lebih Hemat 25%


