Hindari Renteten Longsor, PUPR Akan Potong Jalan Longsor di Dalam Pagar - Kanal Kalimantan
Connect with us

Kabupaten Banjar

Hindari Renteten Longsor, PUPR Akan Potong Jalan Longsor di Dalam Pagar

Diterbitkan

pada

Jalan longdor di Desa Dalam Pagar Ulu Foto: rendy

MARTAPURA, Kepala Dinas PUPR Provinsi Kalsel Roy Rizali Anwar meninjau lokasi jalan longsor sepanjang 160 meter di Jalan Desa Dalam Pagar Ulu, RT 1, Kecamatan Martapura Timur, Selasa (25/9). Dalam kunjungan tersebut PUPR Kalsel berjanji secepatnya melakukan penanganan oleh kontraktor. Namun, pihaknya masih tetap menunggu kajian tim ULM agar longsor serupa tidak terulang.

Hadir pula saat peninjauan tadi Kepala Bidang Bina Marga M Yasin Toyib. Mereka menemui warga yang terimbas jalan longosr tersebut.

Salah satu langkah yang bisa dilakukan, kata Roy, adalah dengan cara memotong atau mengcutting jalan beton tersebut. Hal ini agar longsor tidak bertambah panjang. Ada segmen beton yang dipotong dan agar bisa mengurangi beban jalan longsor tersebut.

“Kami minta kontraktor karena memang masih pemeliharaan hingga November 2018 mendatang. Penanganan sementara hanya mengcuttingg dan sambil menunggu kajian dari tim ULM apa penyebab kerusakan jalan dan cara penanganannya,” paparnya.

Menurut Roy, dari hasil pengamatan jalan yang longsor untuk konstruksi atas tergerus ke bawah. Namun pihaknya tidak mau berspekulasi sebelum ada hasil kajian dari ULM. Pihaknya kembali akan melihat perencanaan awal peningkatan jalan tersebut bagaimana, apakah sudah mengkaji jalan bagian bawahnya atau tidak.

Ia berharap tim independen dari ULM segera ke lokasi dan melakukan kajian serta cepat memberikan rekomendasi-rekomendasi untuk penanganan perbaikannya. Masyarakat juga diharapkan sementara untuk tidak menggunakan jalan tersebut.

Semua perbaikan tanggunggjawab kontraktor dan kontraktor juga siap melakukan perbaikan-perbaikan sembari menunggu hasil kajian dari tim independen ULM. Konstruksi jalan tersebut selesai pada desember 2017 dan selesai kontrak Desember 2018.

Proyek Jalan di Desa Dalam Pagar Kecamatan Martapura Timur yang dikerjakan oleh PT Gunung Willis kembali longsor, Sabtu (22/9) dan Minggu (23/9) malam serta Senin (24/9) malam dengan Total panjang jalan yang longsor RT 1 di desa itu menjadi 160 meteran, sebelumnya longsor terjadi pada Rabu (19/9) malam, longsor terjadi dengan panjang sekitar 80 meter.

Lokasi jalan yang longsor makin mengancam situs sejarah Datu Kelampayan. Longsor berjarak sekitar seratus meteran saja lagi dengan kediaman Datu Kelampayan dan musalla Hidayah yang digunakan Datu Kelampayan mengajar.

Kepala Desa Dalam Pagar Ulu, H Masudi pun resah khawatir terjadi longsor susulan dan menelan korban jiwa. Terlebih jalan yang longsor masih digunakan sebagian warga terutama anak-anak menuju sekolah dasar. Sebab pengguna jalan yang longsor tidak hanya warga Desa Dalam Pagar Ulu, tetapi juga Dalam Pagar Ilir, Sungai Kitanu dan Desa Akarbaru serta Desa Melayuilir. Menjadi akses jalan ke Martapura Kota.

“Karena adanya longsor, maka warga menggunakan jalan Syekh Muhammad Arsyad Albanjary. Sedikitnya ada 10 rumah warga kami yang terkena dampak, rusak cukup berat ada tiga rumah,” jelasnya.

Sebelumnya Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Provinsi Kalsel M Makmur didampingi Konsultan Pengawas PT Winaya Gawit Hidayat ketika mendatangi lokasi kejadian mengatakan, proyek tersebut rampung pada akhir tahun 2017 dengan menggunakan dana APBD Perubahan dengan nilai kontrak Rp 1,5 miliar.

“Adapun penyebabnya kita masih belum bisa memastikan dan mengetahuinya. Namun sesegeranya kita akan menurunkan tim independen. Apa yang menyebabkan longsornya jalan ini, nanti dari tim itu akan merekomendasikan langkah-langkah penyelesaiannya, mudah-mudahan masalah ini bisa cepat teratasi,” jelasnya.

Dikatakan Makmur, proyek jalan yang mempunyai panjang 400 meter ini sebenarnya adalah proyek yang dikerjakan oleh Dinas PUPR Kabupaten Banjar sekitar empat atau lima tahun lalu. Kemudian diteruskan oleh Dinas PUPR Kalsel pada akhir tahun 2017. Sedangkan proyek jalan yang amblas ini masih dalam masa pemeliharaan selama satu tahun dan akan ada serah terima di akhir 2018. (rendy)

Reporter: Rendy
Editor: Chell

Bagikan berita ini!
Advertisement

Headline

Trending Selama Sepekan