Connect with us

Manaqib

Haul ke-8 Mufti Kesultanan Banjar, Sebagian Manaqib dari Abah Anang Djazouly

Diterbitkan

pada

Haul ke-8 Tuan Guru H Anang Djazouly Seman (Abah Anang), di Kompas Martapura, Sabtu (3/8) malam. foto : levie for kanal kalimantan

MARTAPURA, Haul ke-8 Tuan Guru H Anang Djazouly Seman (Abah Anang) dihadiri ribuan jamaah. Acara haul berlangsung di area pemakaman, Komplek Pangeran Antasari (Kompas), Kelurahan Jawa, Kecamatan Martapura, Kabupaten Banjar, Sabtu (3/8) malam.

Haul Abah Anang dihadiri banyak tokoh agama, habaib, dan pejabat. Tampak hadir Tuan Guru H Syaifuddin Zuhri (Guru Banjar Indah) dan rombongan dari majelis taklim Bani Ismail, Bupati Banjar KH Khalilurrahman, Wakil Bupati Banjar H Saidi Mansyur, berbaur bersama jamaah.

Rangkaian acara Abah Anang digelar setelah shalat isya, yakni pembacaan shalawat, surah yasin, Dalailul Khairat, tahlil sekaligus nasyid, kemudian ditutup dengan do’a yang dipimpin Bupati Banjar KH Khalilurrahman.

Ulama Martapura yang mendapatkan amanah sebagai Mufti Kesultanan Banjar ini dilahirkan di Martapura pada 8 Desember 1936.

Beliau wafat Jum’at 14 Oktober 2011, dalam usia 75 tahun. Di makamkan dekat kediaman dan kubah orang tua, KH Seman Kadir di Kompas Martapura.

Berikut Sebagian Manaqib dari Abah Anang Djazouly

KH A Djazouly Seman yang lebih dikenal dengan sebutan Abah Anang merupakan ulama kharismatik di Kalimantan Selatan, khususnya kota Martapura dan menjadi panutan para Tuan Guru di Martapura.

Ulama yang lahir di Martapura pada tanggal 8 Desember 1936 ini merupakan putera Tuan Guru KH Seman Kadir -salah satu guru KH Muhammad Zaini bin Abdul Ghani, oleh Abah Guru sering disapa Guru Seman Komplek-, salah satu juriyat keturunan ke-5 ulama besar Kalimantan Syeikh Muhammad Arsyad Al Banjari -Datuk Kalampayan-, pengarang kitab Sabilal Muhtadin.

Ada yang menarik pada diri Abah Anang, tanda tanda kemampuan beliau di bidang agama, telah ditunjukannya sejak usia kecil. Ketika beliau sedang dalam pangkuan ibunda tercintanya yang sedang menyusui beliau, ketika itu baru berusia 2 tahun, dimana disampingnya terdapat kakak beliau sedang mengaji. Tiba-tiba beliau berucap membenarkan bacaan Al Qur’an yang sedang dibaca oleh kakandanya.

Abah Anang masih famili dengan ulama kharismatik Al ‘Allamah Al ‘Arifbillah Sykeh Muhammad Zaini bin Abdul Ghani (Abah Guru Sekumpul). Menurut sebagian riwayat, Abah Guru Sekumpul menghormati juga kepada Abah Anang Djazouly, dan bahkan untuk ikhtiar memperoleh anak, karena Abah Guru Sekumpul cukup lama belum punya anak, kepada Abah Anang lah Abah Guru Sekumpul berwasilah.

Abah Guru Sekumpul (kiri) bersama Abah Anang (kanan) semasa hidup.

Dalam berguru agama Abah Anang tidak saja sekolah ulama di Batavia, tetapi juga banyak belajar dari para Habaib yang ada di Indonesia, diantaranya KH Abdul Kadir, H Ismail Khatib termasuk Habib Muhammad Bin Ali Al habsyi yang juga merupakan orang tua dan sahabat karib beliau, yaitu Habib Abdul Rahman Al Habsyi. Saat ini beliau juga turut membina sebagai ketua dewan ulama di Pondok Pesantren Modern Al Istiqlal, disamping itu juga terdapat ulama kota Banjarmasin yang sangat dikenal yaitu KH Husin Nafarin MA Lc, yang juga sebagai Imam Besar Mesjid Jami Banjarmasin.

Hari Jum’at tanggal 14 Oktober 2011 sekitar pukul 10.00 pagi KH Anang Djazouly Seman yang kerap dipanggil Abah Anang dipanggil kehadirat Allah SWT. Ulama kharismatik ini tutup umur dalam usia 75 tahun,  setelah beberapa waktu sering mengalami sakit mendadak dan sering dilarikan ke rumah sakit baik RSUD Ratu Zaleha maupun RSUD Ulin Banjarmasin. (bie)

Reporter : bie
Editor : kk

Bagikan berita ini!
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
-->