Infografis Kanalkalimantan
Hari Hijab Sedunia, Ini Sejarah Awal dan Pencetusnya
KANALKALIMANTAN.COM – Pada tanggal 1 Februari setiap tahun diperingati Hari Hijab Sedunia. Hijab merupakan penutup kepala yang dipakai oleh wanita muslimah.
Dalam Islam menutup aurat termasuk kepala bagi wanita adalah wajib hukumnya. Dari berbagai sumber, sejarah Hari Hijab Sedunia bermula dari Nazma Khan, seorang warga Bangladesh-New York.
Nazma Khan merupakan pencetus ide Hari Hijab Sedunia. Tujuan awalnya untuk memberikan kebebasan pribadi dan berekspresi dalam beragama.
Baca juga: Penjala Ikan Temukan Mayat Mengapung di Embung Guntung Damar
Selain itu, adanya pemahaman budaya bagi perempuan dari berbagai lapisan untuk merasakan berhijab selama satu hari. Adanya peringatan tersebut dapat mengatasi berbagai kontroversi terkait pertanyaan seputar mengapa perempuan Muslim memilih untuk berhijab.
Terdapat 150 lebih negara ikut andil dalam peringatan WHD (World Hijab Day). Setiap tahunnya, relawan WHD, dan duta besar di seluruh dunia mengadakan acara untuk meningkatkan kesadaran mengenai hijab.
Sejak adanya peringatan ini, terdapat pencapaian yang sudah dilakukan. Salah satunya pada tahun 2017 mendapat pengakuan dari New York dan House of Commons Inggris.
Pada tahun 2018, Parlemen Skotlandia memberikan dukungan untuk WHD. Kemudian, Dewan Perwakilan Rakyat Dunia menyetujui rancangan undang-undang untuk mendeklarasikan hari pertama pada Februari sebagai Hari Hijab Nasional di Filipina.
Baca juga: Perkara Pilwali Banjarbaru di Tangan 9 Hakim MK
Bahkan, pada tahun yang sama, organisasi WHD juga resmi menjadi sebuah nirlaba. Yaitu, dengan misi membongkar kefanatikan, diskriminasi dan prasangka terhadap perempuan Muslim melalui kesadaran pendidikan, dan pemberdayaan.
Pada tahun 2021 terjadi pendirian Bulan Sejarah Muslim Internasional oleh Nazma Khan. Terciptanya ide tersebut karena ingin membongkar Islamofobia secara global.
Berlanjut di tahun 2022, WDH mendapat dukungan dari Meta, perusahaan induk Facebook yang ikut merayakan peringatan ke-10. Saat itu, Nazma selaku pendiri terpilih menjadi pembicara pada KTT Perempuan, dan Keadilan Internasional kelima di Turki.
Dia membawa persoalan terkait kesadaran terhadap diskriminasi perempuan. Yang mana sering diterima oleh Muslimah yang berhijab di tengah masyarakat, dan lingkungan kerja. (Kanalkalimantan.com/kk)
Editor: kk
-
Kalimantan Selatan2 hari yang laluPembangunan Markas Kodam Lambung Mangkurat Dimulai
-
Kota Banjarbaru3 hari yang laluSentuhan Wali Kota Lisa, Banjarbaru Terbaik I Penanganan Stunting dan Kemiskinan Kalimantan
-
Kabupaten Kapuas3 hari yang laluDWP Kabupaten Kapuas Gelar Lomba Kebaya Kartini
-
HEADLINE1 hari yang laluDPRD Kalsel Bahas Sengketa Tanah Sidomulyo 1: Warga Tak Puas, TNI AD Kukuh Kepemilikan
-
Bisnis1 hari yang laluMuscab VII Hipmi Banjarbaru, Sigap Posisikan Potensi Ekonomi Ibu Kota
-
Kabupaten Kapuas2 hari yang laluKejar Perekaman e-KTP 90 Persen, Disdukcapil Kapuas Aktifkan Kembali Jarkomdat






