Hukum
Gara-gara Naik Motor Kencang, Bela Adik, Ghazali Rahman Tewas
MARTAPURA, Hanya karena membela adik yang bertikai, Ghazali Rahman (52) warga Kelampayan RT 01 Kecamatan Astambul, Kabupaten Banjar meregang nyawa setelah menerima tiga kali tusukan di tubuh.
Informasi yang diperoleh Kanal Kalimantan, sang adik Udin menaiki sepeda motor dengan gas kencang di depan Anang Supriadi, warga Kelampayan. Prilaku Udin itu pun sontak menyulut emosi Anang Supriadi yang kemudian mengejar Udin.
Pertikaian antar keduanya tak terhindarkan, namun tidak berselang lama, karena keduanya memilih pulang ke rumah masing-masing. Sesampainya di  rumah, Udin berkumpul bersama keluarga, dan tidak lama kemudian ada seorang warga lainnya Supian Hadi datang ke kediaman Udin. Supian Hadi datang atas permintaan Anang Supriadi untuk menemui Udin dan meminta Udin untuk mendatangi di sebuah penginapan Sederhana di Desa Kelampayan.
“Jika ingin damai, suruh Udin datang ke sini,†ujar Kapolsek Astambul Iptu Mugiyono mengutip pengakuan Supian Hadi.
Dengan niatan ingin berdamai, Udin pun datang ke tempat yang diminta Anang Supriadi bersama sang ibu. Alhasil mereka pun berdamai dengan kesepakatan bersama. Namun saat Udin ingin pulang dari penginapan itu, tiba-tiba di pertengahan jalan, ia bertemu dengan saudaranya, Ghazali Rahman. Alih-alih menyambut baik perdamaian antara Udin dan Anang Supriadi, Ghazali Rahman malah emosi dan meminta Udin untuk kembali ke penginapan Sederhana, di mana Anang Supriadi dan Supian Hadi masih berada.
Sampai di penginapan Sederhana, situasi memanas, Udin yang tadinya sudah lega akhirnya kembali bertikai. Adu fisik terjadi antara Udin dan Supian Hadi, karena merasa terpojok Udin memilih kabur dan meninggalkan saudaranya Ghazali Rahman.
Mendengar ada keributan, Anang Supriadi keluar dengan sebilah belati dan langsung menghunjam dua kali tusukan belatinya ke pinggang Ghazali Rahman. Disusul Supian Hadi pun ikut menusukkan pisau belati ke dada korban, sehingga tembus ke bagian belakang.
Ghazali Rahman yang sudah kena tiga kali tusukan memilih lari ke komplek pekubura, kemudian dilarikan warga ke rumah sakit. Saat dalam perjalanan menuju Rumah Sakit Ratu Zalecha, Ghazali Rahman mengembuskan nafas terahir.
Kapolsek Astambul Iptu Mugiyono membenarkan telah terjadinya perkelahian di Desa Kelampayan pada Minggu (24/12) siang.
“Ya, kemarin Minggu sekitar pukul 14:30 Wita telah terjadi perkelahian di Desa Kelampayan RT 01, dimana korban dan pelaku adalah warga setempat,†ujar Mugiyono.
Kapolsek Astambul mengatakan, pelaku telah diamankan dan beberapa saksi telah dimintai keterangan untuk mempermudah proses penyidikan.
“Pelaku sebanyak dua orang telah kami amankan, keduanya diancam dengan pasal 170 ayat 3. Para pelaku menyerahkan diri,†kat Kapolsek Astambul.(hendera)
Editor : Abi Zarrin Al Ghifari
-
Kota Banjarmasin3 hari yang laluTata Kelola Sampah di Banjarmasin Masih Buruk, Ini Salah Satu Solusi yang Ditawarkan
-
Kalimantan Barat2 hari yang laluDaftar Tatung Legendaris yang Tampil di Cap Go Meh Singkawang 2026: Sosok di Balik Ritual Mistis
-
HEADLINE2 hari yang laluDitagih Mahasiswa, Kasus-kasus Polda Kalsel Libatkan Polisi yang Tak Tuntas
-
HEADLINE3 hari yang laluAS-Israel Serang Iran, Ini Dampaknya ke RI
-
Kalimantan Selatan1 hari yang laluWakapolda Kalsel Janjikan Zero Tolerance Pelanggaran Anggota
-
Kabupaten Hulu Sungai Utara1 hari yang laluPasar Murah Diskoperindag HSU di Desa Tambalang Raya

