Connect with us

Kota Banjarmasin

Disbudpar Gelar Workshop Historic Urban Landscape Quick Scan Banjarmasin

Diterbitkan

pada

Sejumlah peserta Workshop Historic Urban Landscape berfoto dengan Walikota Ibnu Sina Foto : fikri

BANJARMASIN, Sebanyak 21 peserta terdiri dari mahasiswa dan profesional muda berasal dari Kota Banjarmasin dan beberapa daerah lain di luar Pulau Kalimantan, mengikuti kegiatan Workshop Historic Urban Landscape (HUL) Quick Scan Banjarmasin.

Kegiatan yang menghadirkan beberapa narasumber terdiri dari Hasti Tarekat dari Heritage Hands-on Belanda, Jacqueline Rosbergen dan Peter Timmer dari Badan Warisan Budaya, Kementrian Pendidikan, Kebudayan dan Ilmu Pengatahuan Belanda, dan Vera D Damayanti dari Departemen Arsitektur Lanskap Institut Pertanian Bogor, dilaksanakan di  Rumah Anno, Siring Tendean, Banjarmasin, Minggu (27/10).

Menurut Kabid Pengembangan Pariwisata, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Banjarmasin, M Khuzaimi, yang juga penyelenggara kegiatan tersebut, diskusi dalam workshop HUL Quick Scan Banjarmasin akan menitik beratkan pada topik terkait  tantangan pembangunan Kota Banjarmasin di masa mendatang. “Permasalahan sanitasi kota, peran sungai sebagai moda transportasi perkotaan, serta pelestarian warisan budaya kota Banjarmasin, menjadi beberapa issue yang dibicarakan,” ujarnya.

Dalam diskusinya, jelasnya lagi, HUL Quick Scan lebih menekankan pembangunan perkotaan melalui pendekatan hasil pengembangan Badan Warisan Budaya Belanda, yang diadopsi dari kerangka Historic Urban Lanskap UNESCO.

Dengan metode tersebut, lanjutnya, diharapkan dapat lebih membantu para praktisi memahami sebuah lanskap perkotaan dalam keterbatasan waktu.

Sehingga perumusan konsep dasar pengembangan masa mendatang, dapat dilakukan berdasarkan fitur-fitur warisan budaya, baik yang tangible maupun intangible. “Workshop HUL ini menitikberatkan pada penciptaan gagasan untuk konservasi dan pengembangan pada skala area perkotaan dan regional yang berkaitan dengan prospek dan dasar untuk perencanaan ke depan,” jelasnya.

Sebagai bahan percontohan dalam kegiatan yang dilaksanakan dari tanggal 27 Oktober hingga 1 November 2019 itu, setidaknya ada empat lokasi yang dijadikan simple studi kasus terkait pengembangan kota berbasis sungai, dan revitalisasi pemukiman tepian sungai perkotaan di Banjarmasin yakni, kawasan Kampung Seberang Masjid, Kampung Arab-Pasar Lama, Kampung Kelayan bagian muara, dan Kampung Sungai Jingah.

Untuk diketahui, Sabtu (26/10), tim workshop Historic Urban Landscape (HUL) Quick Scan Banjarmasin bertemu dengan Walikota Banjarmasin H Ibnu Sina.

Pertemuan di rumah dinas Walikota Bajarmasin di Komplek Dharma Praja, Kota Banjarmasin itu, untuk silaturahim dan sharing tentang pengembangan Kota Banjarmasin yang memiliki kemiripan dengan kota-kota di Negara Belanda, sebagai kawasan integrasi, konservasi kawasan warisan dan pengembangan kota, dalam rangka kegiatan workshop bertemakan Historic Urban Landscape (HUL) Quick Scan Banjarmasin.

Saat itu, orang nomor satu di kota berjuluk seribu sungai berharap, kegiatan yang didukung oleh Bank Indonesia Kalsel itu, nantinya dapat menjadi masukan bagi dinas-dinas di lingkup pemerintah Kota Banjarmasin.

Dan dalam kesempatan tersebut, Peter Timmer MA, juga menyerahkan buku berjudul World Heritage Of The Netherlands, kepada pemimpin Bumi Kayuh Baimbai. “Buku ini diserahkan sebagai kenang-kenang dan isinya untuk dapat dipelajari bersama-sama,” ucap H Ibnu Sina.

Kegiatan yang dimotori oleh Dinas Pariwisatan dan Kebudayaan Banjarmasin ini juga didukung oleh Program Studi Arsitektur Universitas Lambung Mangkurat. Kemudian Jurusan Arsitektur Universitas Trisakti. Kaki Kota. Forum Komunitas Hijau Banjarmasin Banget, Ikatan Arsitek Lanskap Indonesia Kalimantan Selatan dan Putra Panjjalu Nursery dan Konsultan lanskap.(fikri)

Reporter : Fikri
Editor : Chell

Bagikan berita ini!
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
-->