Connect with us

Politik

Dicap Partai Dinasti, Elite Demokrat: Hanya Kebetulan

Diterbitkan

pada

Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY dicium keningnya oleh Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY Foto: Instagram @agusyudhoyono

KANALKALIMANTAN.COM, JAKARTA– Anggota Majelis Tinggi Partai Demokrat, Syarief Hasan, menolak jika partai yang diketuai Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) disebut sebagai partai dinasti. Syarif menilai hal tersebut timbul hanya kebetulan.

Syarief mengatakan AHY dipilih karena mendapatkan dukungan besar dari pemegang hak suara. Diksi ‘dinasti’ itu muncul di permukaan lantaran AHY berstatus sebagai putra dari Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), penggagas dan mantan ketum Demokrat selama tujuh tahun.

“Suatu kongres yang dihadiri pemegang hak suara memilih seseorang yang dianggap mampu untuk membesarkan partai. Jadi ini karena kebetulan saja beliau itu adalah putra dari pak SBY, lalu orang mengatakan ini adalah dinasti,” kata Syarief saat konferensi pers di Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (27/2/2021).

Meski demikian, Syarief menilai tidak selamanya dinasti itu jelek. Ia mencontohkan dengan Presiden ke-43 Amerika Serikat George W. Bush yang mengikuti jejak sang ayah, George H. W. Bush.



Meski keduanya memiliki ikatan keluarga, namun menurut Syarief tidak ada dorongan dari George H. W. Bush kepada George W. Bush untuk menjadi presiden.

“Apakah bapaknya nyuruh dia jadi presiden? Enggak karena dia dipilih oleh rakyat Amerika,” tuturnya.
Kondisi itu lantas disamakan oleh Syarief dengan SBY dan AHY. Ketika SBY memilih untuk tidak lagi menjabat sebagai ketua umum, pemilik hak suara memilih AHY melihat hubungan keluarga.

“Jadi ini bukan menyangkut masalah dinasti. Ini menyangkut masalah keterpilihan, menyangkut masalah kapasitas.” (suara)

Editor: suara

 

 

 

 


iklan

Disarankan Untuk Anda

Paling Banyak Dibaca

-->