Kabupaten Banjar
Demi Keakuratan Pengukuran, Dinas Pertanahan Banjar Siap Beli GPS Geodetik
MARTAPURA, Memudahkan survey dan pemetaan di lapangan, Dinas Pertanahan Kabupaten Banjar siap beli alat GPS (Global Positioning System) Geodetik seharga Rp 482 juta bersumber dari APBD 2019. Begitu disampaikan Kepala Dinas Pertanahan Kabupaten Banjar Ir Mursal MT kepada Kanal Kalimantan, Senin (18/2).
Menurut Mursal, untuk melakukan survey ke lapangan, pihaknya perlu alat pengukuran. Sementara alat GPS yang dimiliki saat ini masih menggunakan GPS Navigasi yang diyakini memiliki tingkat ketelitian yang masih rendah jika dibanding dengan GPS Geodetik dan manual dibantu dengan meteran.
“Tingkat ketelitian alat ini sangat akurat hanya selisih milimeter saja, dengan alat baru GPS Geodetik itu nantinya kita tidak perlu lagi menggunakan meteran dalam menentukan titik kordinat hingga jarak, tinggal taruh alat di sana satu yang bergerak, kita sudah tahu jaraknya berapa kordinatnya di mana,†jelasnya.
Lebih jauh Mursal mengatakan, dengan alat GPS Geodetik ini tentu sangat evesien dalam waktu pengerjaan pengukuran dan pemetaan di lapangan. Mengingat dalam pengerjaan hanya dengan 2 orang sudah bisa melakukan pengukuran dengan luasan yang lebih banyak.
Tadinya Dinas Pertanahan Kabupaten Banjar melakukan pengadaan GPS Geodetik sebanyak 2 unit guna menggapai target program percepatan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL). Yang satu rencana, digunakan untuk membantu BPN, mengingat tenaga ukurnya semakin berkurang karena pensiun, sementara hingga saat ini tidak ada penambahan pegawai baru.
“Target PTSL itu tinggi sekali, tahun kemarin saja 18 ribu, sementara petugasnya sedikit karena pensiun, namun karena anggaran terbatas jadi kita hanya membeli satu saja, mungkin nanti bisa dipakai bersama,†pungkasnya.
Perlu diketahui GPS Geodetik merupakan alat ukur GPS dengan mengunakan satellite, dimana akurasi yang sangat tinggi serta ketelitian yang dihasilkan sangat akutrat. Alat ini dapat digunakan dalam pengukuran lahan, seperti hutan, perkebunan, dengan akurasi sampai 5-10 mm.
GPS Geodetik itu diyakini mempunyai kemampuan untuk menangkap signal L1, L2, atau GNSS dan mempunyai kemampuan untuk merekam Raw data, yang secara umum mempunyai Format RINEX. GPS ini mempunyai ketelitian lebih tinggi dari GPS Navigasi.
Ketelitiannya bahkan sampai milimeter.
Sementara kelebihan dibandingkan dengan metode konvensional, diantaranya GPS Geodetik dapat digunakan setiap saat tanpa bergantung waktu dan cuaca. Satelit-satelit GNSS mempunyai ketinggian orbit yang cukup tinggi yaitu sekitar 20.000 km di atas permukaan bumi serta dengan jumlah yang relatif cukup banyak. Hal ini menjadikan GNSS dapat mencakup wilayah yang cukup luas sehingga dapat digunakan oleh banyak orang atau surveyor sekaligus.
Disis lain Penggunaan GPS Geodetik dalam penentuan sebuah posisi relatif tidak terlalu terpengaruh dengan kondisi topografis daerah survey dibandingkan dengan penggunaan metode terestris.
GPS Geodetik mengacu ke suatu datum global yang relatif sangat teliti dan mudah direalisasikan, yaitu datum WGS 84. Lebih efisien dalam waktu, dalam biaya operasional, dan tenaga. (rendy)
Editor : Abi Zarrin Al Ghifari
-
HEADLINE2 hari yang laluNobar Film “Pesta Babi” : Perjuangan Masyarakat Papua Melawan Biodiesel
-
Kalimantan Selatan3 hari yang laluGubernur Muhidin Lepas Keberangkatan Kloter Pertama Embarkasi Banjarmasin
-
Kabupaten Hulu Sungai Utara2 hari yang laluLomba Balogo dan Badaku di Lapangan Pahlawan Amuntai
-
Kabupaten Hulu Sungai Utara2 hari yang laluBupati HSU Pimpin Gerakan Indonesia Asri di Kawasan GOR Pangeran Suryanata
-
HEADLINE2 hari yang laluJerit Hati Anak Papua dari Banua: Hutan Kami Dibabat, Kolonialisme Berbaju Regulasi
-
Kabupaten Banjar2 hari yang laluSaidi Mansyur Lepas Keberangkatan 360 Calon Haji Asal Kabupaten Banjar






