Connect with us

Kota Banjarbaru

Dapur Umum Dinsos Banjarbaru ‘Tumbang’, Personel Kurang, Bahan Pokok Langka, Dana Tak Ada

Diterbitkan

pada

Posko dapur umum Dinsos Kota Banjarbaru kini hanya berharap bantuan dari luar dana pemerintah. Foto: rico
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Operasional dapur umum penanganan banjir di Kota Banjarbaru mulai keteteran. Untuk menyediakan pasokan makanan ke posko-posko titik pengungsian, tampaknya instansi terkait mulai ‘angkat tangan’.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Banjarbaru Fahruddin mengakui, kondisi dapur umum yang didirikan pihaknya untuk menyuplai makanan ke setiap posko-posko pengungsian di Banjarbaru perlu banyak tenaga dan relawan. Apalagi, dengan jumlah personel Dinsos yang ada saat ini sangat terbatas.

“Dua pekan berjalan, tentunya tenaga kita terkuras. Untuk perharinya kita bisa menyuplai makanan ke setiap posko antara 2 ribu sampai 3 ribu bungkus,” kata Fahrudin, Selasa (19/1/2021) siang.

Adapun dapur umum di kantor Dinsos Kota Banjarbaru hanya melibatkan 50 pegawai dan 30 anggota Tagana (Taruna Siaga Bencana) dibantu sejumlah relawan. Bahkan sesekali kebutuhan bahan pangan di dapur umum Dinsos Banjarbaru menipis.



 

“Sekarang kita sangat butuh telur dan sarden. Di pasar dan toko supermarket juga sudah kita cari, ternyata memang langka,” beber Fahruddin.

Fakta yang tak kalah mengejutkan diungkapkan Fahruddin bahwa pihaknya tak memiliki lagi anggaran untuk memenuhi kebutuhan warga terdampak banjir. Sebab sedari awal katanya pengadaan dana untuk dapur umum ini bukan menjadi prioritas.

“Jujur saja, anggaran kita untuk dapur umum ini hanya berkisar Rp 26 juta. Begitu dipakai 2 hari, sudah habis. Alhasil hari-hari berikutnya kita cuma bisa mengharapkan bantuan bahan pokok pihak donatur,” tuturnya.

Kini, Dinsos Banjarbaru hanya menggantungkan harapan pencairan anggaran BTT (Bantuan Tidak Terduga) untuk mengoptimalkan operasional dapur umum mereka.

Kondisi itu langsung direspon anggota Komisi III DPRD Banjarbaru, Emi Lasari. Sedari awal ia telah menyadari adanya permasalahan serius yang sudah seharusnya dievaluasi pemerintah.

“Terkait dapur umum ini, saya menyarankan untuk mendirikan di masing-masing Kelurahan. Kita menggunakan pola pendistribusian makanan dari dapur umum kelurahan ini. Sehingga lebih mudah, jangkauan dan pendistribusiannya tepat sasaran,” pinta Emi.

Namun sebelum itu, Emi meminta setiap kelurahan lebih dulu merampungkan data base jumlah warga terdampak banjir yang saat ini sedang mengungsi. Sebab katanya, beberapa hari ini banyak korban banjir berdatangan dari luar daerah mengungsi di Banjarbaru.

“Saat ini Banjarbaru telah menjadi tempat pengungsian warga luar daerah. Mereka juga harus didata, petakan dimana saja posko pengungsian setiap kelurahan. Data ini dimaksimalkan agar kita bisa membuat strategi dapur umum yang efektif. Kita juga bisa memberdayakan pengungsi untuk membantu di dapur umum. Secara psikologis kegiatan seperti ini bisa memperbaiki mentalitas para korban banjir,” tandasnya.

Disinggung soal anggaran Dinsos Banjarbaru yang terbilang sangat kecil, Emi berjanji akan membahas permasalahan di ranah DPRD Banjarbaru. Menurutnya, dengan melihat kondisi banjir tahun ini, perlu ada penyusunan anggaran khusus yang diperuntukan ihwal tanggap darurat bencana.

“Artinya, ke depan kita mulai mengalokasikan anggaran untuk tanggap bencana. Banjir ini menjadi pengalaman dan evaluasi. Kita tidak bisa hanya mengandalkan donatur. Pemko harus punya kesiapan anggaran dan perangkat SDM yang mencukupi. Termasuk semua fasilitas dan sarana yang dibutuhkan saat bencana terjadi. Tahun ini kita sudah terlambat,” tandas politikus Partai Amanat Nasional (PAN) itu. (kanalkalimantan.com/rico)

 

Reporter : Rico
Editor : Bie

 

 

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
iklan

Disarankan Untuk Anda

Paling Banyak Dibaca

-->