Connect with us

HEADLINE

Buntut Harga Air Leding Naik, Dewan Panggil PTAM Intan Banjar


Ketua Dewan: Kenaikan Tarif Baru Air Bersih Agar Ditunda


Diterbitkan

pada

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Banjarbaru memanggil jajaran Direksi dan Komisaris PT Air Minum (PTAM) Intan Banjar untuk melakukan peninjuan ulang terhadap kenaikan tarif air bersih. Foto: ibnu

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARUDewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Banjarbaru memanggil jajaran Direksi dan Komisaris PT Air Minum (PTAM) Intan Banjar untuk melakukan peninjuan ulang terhadap kenaikan tarif air bersih yang kadung memantik polemik warga.

Ketua DPRD Kota Banjarbaru, Fadliansyah Akbar mengatakan, DPRD meminta PTAM Intan Banjar untuk mengkaji ulang kenaikan tarif yang diberlakukan beberapa waktu yang lalu.

Bahkan pihak dewan meminta untuk meniadakan penyesuaian tarif tersebut, sebab masyarakat baru saja merasakan imbas dari kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM).

 



Baca juga : BKDPSDM Tanbu Sosialisasi Peraturan Purna Tugas ASN

“Kenaikan tarif air PTAM Intan Banjar ini bisa dikaji, bahkan bisa ditunda dulu, karena ini bersamaan kenaikan BBM dan sembako, serta inflasi meningkat, ditambah tarif air meningkat, tentu menjadi keluhan warga Banjarbaru,” katanya.

Dirinya meminta jajaran Direksi dan pemegang saham PTAM Intan Banjar untuk mengkaji ulang penyesuaian tarif baru.

“Kami mendorong para pemegang saham direktur dan kepala daerah untuk rapat meninjau ulang terkait kenaikan tarif retribusi ini,” ungkapnya.

Sementara itu, Direktur Umum PTAM Intan Banjar, Abdullah Saraji mengatakan terkait penundaan tarif akan dirapatkan dengan komisaris dan rapat umum pemegang saham (RUPS).

 

Baca juga  : Honorer Satpol PP Tiba-tiba Diberhentikan, Anggota DPRD Banjarbaru Beri Reaksi

Menurutnya hasil ditunda atau dilanjutkan akan ditentukakan dalam rapat tersebut

“Tergantung dari RUPS kami selaku operator tentunya harus siap menjalankan, nanti setelah rapat akan disampaikan sebagai alternatif,” tuturnya.(Kanalkalimantan.com/ibnu)

Reporter : ibnu
Editor : bie


iklan

Disarankan Untuk Anda

Paling Banyak Dibaca

-->