Connect with us

HEADLINE

BNNP Kalsel: Pasar Narkoba Bergeser dari Perkotaan ke Wilayah Perkampungan!

Diterbitkan

pada

Sosialisasi dan bimbingan teknis terkait P4GN (Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan & Peredaran Gelap Narkotika) kepada tokoh masyarakat. foto: rico

BANJARBARU, Pusat kota dengan berbagai tempat hiburan, tidak lagi menjadi sasaran peredaran narkotika. Faktanya, saat ini barang haram tersebut telah memasuki perkampungan maupun perdesaan, sejalan dengan kebutuhan warga yang ingin bekerja instan. Terbukti, banyaknya kasus yang diungkap Badan Narkotika Nasional (BNN) berbagai Kelurahan bahkan di tingkat RT.

Sebelumnya, BNNP Kalsel memperkirakan pengguna narkoba di daerah itu sudah tembus diangka 59.000 orang. Bahwa ada kenaikan angka prevalensi dari 1,7 menjadi 1,89. Artinya, jika jumlah penduduk Kalsel usia dewasa sekitar 3.250.000 jiwa, maka penyalahguna kurang lebih 59.000 orang.

Jika prevalensi di angka 2, maka masuk zona merah. Sedangkan Kalsel masih kategori kuning. Meski begitu, sudah mengkhawatirkan lantaran kecenderungannya terus meningkat. Bukan sebaliknya yang diharapkan menurun.

Terkait kondisi ini BNN menegaskan pentingnya peran masyarakat dalam menjadi garda depan pencegahan narkoba masuk ke pelosok. Hal tersebut diungkapkan, Kepala BNNP Kalsel, Brigjen M Aris Purnomo, saat sosialisasi sekaligus bimbingan teknis terkait P4GN (Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan & Peredaran Gelap Narkotika) kepada tokoh masyarakat dan beberapa perwakilan ketua RT di Kota Banjarbaru, di Novotel, Rabu (2/9), yang digelar BNNK Banjarbaru.

“Bisa masuk ke pelosok-pelosok narkoba ini. Jadi kita harapkan kalau warga di tingkat RT RW bisa mendeteksi atau bahkan melaporkannya,” katanya.

Di hadapan masyarakat, ia juga menyebut bahwa Kelurahan atau RT dan RW bisa menolak dan mencegah langsung peredaran narkoba di wilayahnya. “Sebenarnya kalau ada yang tertangkap tangan itu lebih bagus lagi. Setelah itu laporkan. Intinya, jangan main hakim sendiri. Masyarakat juga bisa melaporkan lebih awal ke kita untuk ditindaklanjuti,” ujarnya.

Peran masyarakat memang dianggap penting. Sebab, diutarakannya bahwa mereka lebih cepat mengetahui atau memantau kondisi di lapangan.

“Masyarakat ini kan garda depan dalam hal pencegahannya. Tadi, respons masyarakat sangat bagus sekali, bahkan ada satgas khusus di masyarakat yang khusus menangani permasalahan narkotika di wilayahnya, ini sangat saya apresiasi,” bebernya.

Sosialisasi dan bimbingan teknis terkait P4GN (Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan & Peredaran Gelap Narkotika) kepada tokoh masyarakat. foto: rico

Sementara Kepala BNNK Banjarbaru, AKBP Sugito menambahkan jika untuk wilayah Kota Banjarbaru telah ada Satgas Anti Narkoba di tingkat masyarakat. Satgas ini katanya yang telah terbentuk di Kelurahan Sungai Tiung Cempaka. “Kita akan membina dan membentuk satgas lainnya di beberapa wilayah lain di Banjarbaru. Karena peran masyarakat sangat diperlukan, baik itu pencegahan hingga pelaporannya,” kata Sugito.

Ditegaskannya, bahwa BNN menjamin kerahasiaan pelapor informasi dari masyarakat apabila ada indikasi peredaran narkotika di wilayahnya. “Kami juga menjamin masyarakat tidak akan dilibatkan dalam kesaksian di perkara tersebut, jadi masyarakat tak perlu takut.”

Satgas ini sendiri terdiri dari beberapa unsur masyarakat. Baik itu ketua RT, tokoh agama, ASN hingga pemuda karang taruna. Sugito menuturkan bahwa Satgas bertindak atas kesukarelaan dan kemanusiaan dalam mencegah masuknya narkotika ke wilayah mereka.

Lantas bagaimana efektivitas Satgas atau peran aerta masyarakat sejauh ini? Ia menjawab jika hal tersebut sangat membantu. Mengingat jumlah anggota BNN katanya juga terbatas untuk masuk sampai ke pelosok.

“Program P4GN adalah tugas kita bersama termasuk masyarakat. Kami selalu mengimbau agar pencegahan dan pemberantasan narkoba dilakukan tidak hanya lembaga tertentu,” pungkasnya.

Dalam laporan BNNK Banjarbaru sepanjang tahun 2019 ini, tercatat ada 102 pasien rehabilitasi narkotika yang ditangani. Kebanyakan jenis narkotika yang menjerat korban adalah jenis sabu-sabu lalu obat-obatan daftar G. (rico)

Reporter : Rico
Editor : Chell

 

Bagikan berita ini!
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
-->