Connect with us

HEADLINE

Barang Terlarang Lolos Masuk Lapas Banjarbaru, Ada Oknum Sipir ‘Bermain Mata’?

Diterbitkan

pada

Razia dadakan dalam Lapas Banjarbaru pada Rabu (3/2/2021) malam, mendapati sejumlah barang terlarang masuk ke dalam sel hunian. Foto: Rico
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Masih ditemukan berbagai macam benda terlarang di dalam blok hunian narapidana Lapas Banjarbaru. Diduga kuat ada keterlibatan oknum internal yang ikut membantu ‘bermain mata’ ikut serta dalam penyelundupan ke dalam Lapas Kelas IIB Banjarbaru.

Pada Rabu (3/2/2021) malam, razia dadakan digelar dalam Lapas Banjarbaru yang mendapati berbagai barang terlarang di dalam sel penjara. Seperti handphone, sajam modifikasi, korek, alat cukur, batu, kabel, kawat dan beberapa benda lainnya.

“Kita sedang mencari tahu, mengapa masih saja ada barang-barang seperti ini bisa masuk,” kata Kepala Lapas Banjarbaru, Amico Balalembang, saat ditemui pada Jumat (5/2/2021) siang.

Apabila nanti ditemukan fakta penyelundupan barang ini. Maka kata Amico pihaknya akan menindak siapapun yang ikut terlibat dalam penyelundupan ini. “Indikasinya dari kerabat yang membesuk atau ada oknum petugas yang bermain, ini masih kita selidiki,” tegas Amico Balalembang.



Atas kecurigaan ini pula, Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Kalimantan Selatan membentuk satuan Operasional Kepatuhan Internal Pemasyarakatan atau Satops Patnal. Sebanyak 150 petugas dari sejumlah perwakilan UPT PAS dari Lapas/Rutan dikukuhkan di Lapas Banjarbaru kemarin malam.

“Untuk di Banjarbaru, ada 15 orang yang masuk. Satuan ini demi meningkatkan kepatuhan internal pegawai dan juga untuk warga binaan itu sendiri. Karena kita tidak ingin lagi ada kabar ada oknum petugas atau sipir yang terlibat dalam pelanggaran, nah satuan ini nanti yang bertugas mengantisipasi dan mengawasinya,” tegas Kalapas Banjarbaru.

Meski masih ada ditemui barang terlarang ketika razia dadakan, kabar baiknya Amico mengklaim jika temuan kali ini terbilang tidak separah razia sebelumnya. Karena jumlah barang yang terjaring sebutnya tidak sebanyak razia pada akhir tahun 2020 lalu.

“Bisa dikatakan ini jumlahnya berkurang dibanding razia-razia sebelumnya. Artinya pengetatan yang kita lakukan sudah efektif, dan diharapkan dengan satuan baru ini bisa makin ketat,” tuntasnya. (kanalkalimantan.com/rico)

 

Reporter : Rico
Editor : Bie

 

 

 

 

 

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
iklan

Disarankan Untuk Anda

Paling Banyak Dibaca

-->